LSM Penjara Menduga Pembangunan Layanan Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Agam Tidak Sesuai Speck



SUMBARNET.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kabupaten Agam menduga Pembangunan Layanan Perpustakaan dan ke Arsipan Kabupaten Agam telah melakukan pembohongan publik.  


Dampaknya tidak saja hak-hak masyarakat sebagai pembayar pajak pembangunan gedung itu terkebiri. Kontrol terhadap rekanan PT. Ranah Kutialo, yang mengerjakan proyek gedung senilai Rp. 7,8 miliar itu sulit dilakukan. Sehingga rekanan diduga dengan mudah merekayasa spek pekerjaan.


Hal ini disampaikan oleh Ketua LSM Penjara Kabupaten Agam Amir Faisal yang melihat pembangunan struktur dan tiang beton gedung itu dikerjakan secara manual.


"Sejatinya adukan material tiang struktur itu  dengan mobil molen dan tidak dengan molen biasa, sehingga kualitas mutu yang diharapkan tercapai", ujar Amir Faisal.


Menjawab pertanyaan Amir Faisal, menyebut pembangunan tiang beton struktural itu merupakan jenis beton yang mengandung unsur penulangan pembesian.


Dengan ketidak keterbukaan pemilik proyek, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Agam, kinerja rekanan itu perlu dipertanyakan. 


"Saya melihat pembesian struktur bangunan yang dibiayai negara melalui Danan Alokasi Khusus (DAK) itu perlu dilakukan evaluasi", kata Amir Faisal, mencurigai.


Pada saat yang sama Amir Faisal juga menyebut. Kalau saja pemilik proyek, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Agam terbuka, ia pasti memberitahukan nomor kontrak tanggal kontrak pekerjaan mulai dilakukan rekanan.


Padahal Undang-Undang No. 14/2008 sudah mengingatkan semua penyelenggara negara agar transparan memberikan informasi pada masyarakat terkait dengan perbelanjaan keuangan negara melalui plang proyek atas bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 itu.


Dua pejabat dilingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang bertanggung jawab atas pembangunan gedung layanan perpustakaan dan ke Arsipan Pemkab. Agam itu masing-masing Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) Adek, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Zaidilkah ketika dihubungi Jumat 3/9, dikantornya sedang tugas luar. Sementara PPTK Adek, seperti biasa sudah ke - Padang.


"Bapak Adek usai jam kerja Jumat, sudah cigin ke Padang" ujar seorang staf dilingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Agam. Demikian juga halnya ketika dikonfirmasikan melakui WhatsApp (WA) tidak merespon.


Kecuali itu Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Agam M. Arsid sebelumnya sudah mengingatkan PPK tentang keterbukaan informasi itu.


"Saya sudah mengingatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)", katanya.


Meski belum diperoleh keterangan dan konfirmasi dari rekanan PT. Ranah Kutialo, ketika dihubungi Jumat 3/9 sedang tidak berada dilokasi proyek.


Tapi Zadallah, PPK pembangunan gedung layanan Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kabupaten Agam menjawab pertanyaan via WA mengatakan, nomor kontrak Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Agam itu  01/Kontrak-DAK/PGFLPUKK-DAP/III/2021, katanya.


Sementara lama waktu Pengerjaan 240 Hari Kalender, itu dimulai dari tanggal  26 Maret sd 20 Nov 2021.


"Nanti Plang proyek akan di kitta sempurnakan", janjinya. (Nia/arl)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius