Kejari Sijunjung Terima Tersangka dan BB Kasus Korupsi Dana BOS 2018 - 2020



SUMBARNET.COM - Serah terima tersangka Kepala Sekolah SDN 24 Aie Angek Kecamatan Sijunjung dan Bendahara (Periode 2019 -2020) untuk dilakukan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Sijunjung dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dana Operasional Sekolah) periode Tahun Anggaran 2018 - 2020. Hal ini setelah tersebut dinyatakan lengkap (P-21) oleh Penuntut Umum, pada Selasa tanggal 19 Oktober 2021.


"Tersangka I (Lsw) yang merupakan Kepala Sekola SD N 24 Aie Angek Sijunjung dan tersangka II (Mds) yang merupakan Bendahara Sekolah memenuhi panggilan tim penyidik didampingi oleh masing-masing Hukum para tersangka, setelah melakukan pemeriksaan terhadap (Lsw) dab tersangka II (Mds) langsung dilakukan penahanan untuk puluh hari kedepan," kata Kajari Efendri Eka Saputra, S.H.,M.H didampingi Kepala Seksi Intelijen Eriyanto, S.H dan Kepala Seksi Fengky S.H.,M.H.


Penahanan terhadap para tersangka dilakukan penyidik diperiksa kesehatan dan tes rapid-antigen Covid-19. Para tersangka dinyatakan sehat dan negatif COVID-19 tersangka mengenakan rompi merah tahanan dan dititipkan sementara Polres Sijunjung guna proses hukum selanjutnya yaitu pelimpahan Tindak Pidana Korupsi Padang di Padang. 


Menahan para tersangka dengan beberapa pertimbangan, kuatir tindak pidana kembali, menghilangkan barang bukti dan melarikan diri selama proses penyidikan.


Penyidik telah menyita sejumlah data dan telah memeriksa lebih kurang 30 orang saksi-saksi dari Pihak SDN 24 Aie Angek, mulai Guru, Wali Siswa, Komite Sekolah, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung serta pihak lain yang terkait lainnya dalam pengelolaan dana Bos Tahun 2018 - 2020 dan berdasarkan Laporan Hasil Penghitungan Tim Auditor Inspektorat Kabupaten Sijunjung telah menemukan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp.187.638.900.- (seratus delapan puluh tujuh juta enam ratus tiga puluh delapan ribu sembilan ratus rupiah).


Bahwa dalam pengelolaan dana bos tahun 2018 sampai dengan 2020 ini, penyidik menemukan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana bos tersebut berupa adanya mark up, laporan pertanggungjawaban yang fiktif dan belanja kegiatan yang tidak sesuai dengan RKAS maupun RKAS Perubahan serta Para tersangka tidak melibatkan Tim Bos Sekolah dan/atau Komite Sekolah dalam penyusunan RKAS maupun RKAS Perubahan dala pengelolaan dana Bos tersebut.


Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 18 ayat (1), 2, dan (3), Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang- undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sijunjung, 19 Oktober 2021 Kepala Seksi Intelijen. (Danus)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius