Mantan Istri Bos Minyak Kayu Putih Mengeluh Sakit, Hakim Minta Dokter Second Opinion



SUMBARNET.COM - Linda Leo Darmosuwito batal menjalani sidang lanjutan dalam perkara pemalsuan surat. Mantan isteri Bos Minyak Kayu Putih ini mengeluh sakit dan tak mampu menjalani sidang yang mengagendakan keterangan saksi ini.


Dilansir dari beritajatim.com menyikapi keluhan sakit dari terdakwa tersebut, Ketua Majelis Hakim, Suparno memutuskan agar tim penasehat hukum terdakwa mencari second opinion terkait penyakit yang diderita terdakwa Linda Leo. Hakim Suparno tidak mau tau bagaimana caranya tim penasehat hukum Linda Leo mendapatkan second opinion yang dimintanya tersebut.


“Bagaimana caranya ya terserah kalian. Pokoknya majelis minta pembanding dari luar, biar tidak dari satu sisi versinya dokter dari rutan saja. Mungkin caranya, bawa dokter dari luar untuk melakukan pemeriksaan dan mendiagnosa penyakit bu Linda, atau ada cara lain, titik,” tandas hakim Suparno dalam persidangan.


Permintaan Second Opinion yang disampaikan hakim ini dianggap aneh dan tak lumrah oleh tim kuasa hukum Terdakwa yakni Johanes Dipa Wijaya. Menurut dia, dokter Rutan sudah mendiagnosa penyakit terdakwa dan sudah menegaskan bahwa di Rutan tak ada fasilitas yang memungkinkan untuk mengobati terdakwa.


“Sebenarnya sejak awal dari rutan sudah dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai fasilitas terkait dengan penyakit dari klien saya. Saya jadi merasa aneh dengan pernyataan Majelis Hakim seakan-akan meragukan keterangan dokter dari Lapas Porong,” ujar Johanes Dipa.


Johanes Dipa menyatakan, dirinya bisa memaklumi ketidakpercayaan majelis hakim kalau yang mendiagnosa penyakit terdakwa ini adalah dokter pribadi.


“ Lain ceritanya kalau dokter pribadi kami, kalau ga percaya masih dimaklumi. Ini kan dokter Lapas,” ujar Johanes Dipa keheranan.


Sidang di PN Surabaya


Lebih lanjut Johanes Dipa menyatakan, dirinya juga tidak habis pikir dengan penetapan majelis hakim yang menahan kliennya. Sebab, kliennya selama ini selalu kooperatif dan tidak mempersulit persidangan.


“ Jadi saya bingung ini kenapa kok bisa dilakukan penahanan, kesan dipaksakan memang sangat terasa dalam penahanan terhadap klien kami,” ujarnya.


Sebelumnya, majelis hakim perkara Linda Leo Darmosuwito, menolak eksepsi yang diajukan kuasa hukum Linda Leo. Hakim menilai, dakwaan jaksa penuntut sudah memenuhi ketentuan Pasal 143 huruf a dan b KUHAP. Senin (25/10/2021).


Selain menolak eksepsi, majelis hakim juga tidak menggubris permohonan

pembantaran terhadap mantan istri dari Bos minyak kayu putih tersebut dari Rutan Porong ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas lengkap pengobatan untuk penyakit Auto Imun, seperti yang pernah direkomendasikan oleh dokter Rutan Perempuan Porong, tanggal 8 Oktober 2021.


Sempat terjadi perdebatan antara majelis hakim dengan kuasa hukum Linda Leo, terkait rekomendasi pembantaran yang dikeluarkan Rutan Porong tersebut. (AdF/uci/ted)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius