Lepas Keberangkatan Almarhumah Murni Suku Koto, Irwan Basir Turut Berduka



Indak dapek sakandak padi

Sakam balah dalam parahu

Indak dapek sakandak hati

Kandak Allah juo nan balaku.


Kehidupan di dunia ini sudah ada yang menentukan dan batasnya adalah kematian. Kematian sudah menjadi kehendak Allah bagi setiap makhluk-Nya. Kematian adalah salah satu musibah yang sudah menjadi ketentuan Allah kepada kita. Hanya kita tidak tahu kapan waktunya. Kita hanya tinggal menjalaninya.


Demikian disampaikan ketua MPA KAN Pauh IX Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH MM dalam pidatonya saat melepas jenazah Almarhumah Murni suku Koto yang meninggal di usia 73 tahun pada Sabtu, 18/6/2022 di rumah duka di Lakuk Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang.


Lebih lanjut ketua Penghulu suku Jambak nan Batujuah ini mengatakan, hidup di atas dunia ini hanya lah sementara. Karena hanya sebentar maka pergunakan hidup itu hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Ada kehidupan yang lebih panjang yaitu di akhirat. Jadi pergunakanlah waktu yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya sebelum nanti maut datang menjemput. 


" Maut tidak akan memilih lagi siapa yang akan didatanginya. Walau itu pejabat, orang berpangkat, orang kaya, orang miskin, Tua atau muda, jika ketentuan sudah datang sedetik pun kita tidak bisa lari darinya. Kullun nafshin dzaikatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Itu sudah menjadi ketentuan Allah Swt ", ujar Irwan Basir lagi.


Irwan Basir yang juga ketua DPD LPM Kota Padang ini juga mengatakan kematian merupakan adalah pelajaran bagi kita. Mungkin saat ini Almarhumah ibu Murni yang berbaring di hadapan kita. Hari ini kita yang datang kerumah duka ini untuk melayatnya. Suatu saat nanti mungkin kita yang terbaring dihadapan para pelayat yang datang kerumah kita. Ini lah pelajaran bagi kita kalau kehidupan di atas dunia ini tidaklah selamanya dan ada waktunya kita kembali menghadap kepada-Nya.


" Jadi memang tidak ada yang perlu kita banggakan di atas dunia ini. Baik itu pangkat, jabatan, kekayaan semuanya tidak akan dibawa  disaat ajal datang menjemput. Hanya amal ibadah yang kita lakukan selama didunia ini yang akan kita bawa nantinya", ucap Irwan Basir.


Irwan Basir juga memohonkan maaf kepada pelayat dan seluruh hadirin untuk almarhumah. Hal ini supaya perjalanan almarhumah dalam menghadap penciptanya tidak terhalang oleh kesalahannya.


"Almarhumah yang merupakan orang tua kita  sudah hidup selama 73 tahun. Tentu dalam hidupnya ada melakukan kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja. Untuk itu kewajiban bagi kita untuk memberikannya maaf agar jalan beliau tidak terhalang dalam menuju sang Pencipta. Sebaliknya keluarga juga sudah memaafkan jika ada diantara kita yang punya kesalahan terhadap beliau semasa hidupnya. Terhadap hutang-piutang yang bisa dipertanggung jawabkan hitam di atas putih, keluarga alamarhumah bersedia untuk menyelesaikannya", ujar Irwan Basir.


Almarhumah Ibu Murni berasal dari Tambangan Padang Panjang dan bersuku Koto. Sebagai orang Minang yang merantau ke daerah lain, mamak ditinggal mamak dicari, hinggok mancakam tabang basitumpu dan menetap di Tapian Suku Jambak nan Batujuah di Kuranji. 


Almarhumah merupakan mertua dari Mawardi Bujang yang merupakan pengurus Muhammadiyah dan juga ketua RW 1 Kelurahan Kuranji. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius