Literasi Politik Pemilih Milenial Sumatera Barat Masih Rendah



SUMBARNET.COM - Survey yang digelar Jurusan Sosiologi FIS UNP Padang mendapati ternyata literasi politik pemilih milenial di Sumatera Barat cendrung masih rendah. Hal ini terbukti dengan temuan bahwa pemilih muda hannya mengetahui terhadap defenisi dan aktivitas saja, belum substansi pemilu yang sebenarnya.


Selain itu pemilih muda ini juga masih banyak yang belum mengetahui tentang tugas dan kewenangan lembaga penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu.


"Pengetahuan generasi Z dan Y terhadap KPU dan Bawaslu sebagai lembaga yang berperan penting dalam penyelenggaraan pemilu ternyata masih rendah, ini butuh usaha lembaga ini untuk terus melakukan sosialisasi," jelas Ketua Jurusan Sosiologi FIS UNP, Dr Eka Vidya Putra.


Hal tersebut dijelaskannya pada Seminar Literasi Politik Pemilih Milenial Jelang Pemilu Tahun  2024 pada Rabu (29/6) di UNP. Kegiatan ini merupakan  Project Base Learning untuk mata kuliah Sosiologi Politik. 


Penelitian ini dilakukan dengan mensurvey 858 reaponden yang tersebar di 28 nagari/kelurahan pada 10 kabupaten dan kota di Sumbar. 


Selain Eka Vidya Putra juga hadir narasumber lain, yaitu anggota Bawaslu Sumbar Vifner, komisioner KPU Sumbar

Yuzalmon, dan Dosen Sosiologi UNP

Reno Fernandes. Sebelum itu hasil penelitian ini dipresentasikan oleh mahasiswi UNP Rintia. Dan dimoderatori oleh Atika Septia Wisdasari.


Dalam seminar tersebut, Komisioner Bawaslu Sumbar melihat kondisi literasi yang sangat minim terhadap pemilih akan mempengaruhi kualitas pemilu.


"Tingkat pendidikan responden rata-rata tamat SMA atau sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, menambah betapa mirisnya literasi politik yang masih rendah, padahal respondennya memiliki tingkat pendidikan tinggi," kata Vifner.


Temuan lain yang menarik adalah ternyata milenial mendapatkan informasi lebih banyak melalui media sosial, dan yang menjadi sumber referensi adalah aplikasi Tiktok.


" Akibat hanya mendapatkan informasi dari medsos generasi milenial tidak mendapatkan pemahaman secara baik dan setengah setengah karena itu harus dibimbing  tentang pengetahuan seputar tentang sentuhan sentuhan substantif," sebut Komisioner KPU Sumbar Yuzalmon.


Terkait hal tersebut, Dosen UNP Reno Fernandes menjelaskan peningkatan literasi kepada pemilih muda ini harus dilakukan oleh semua pihak termasuk guru di sekolah.


"Pendidikan pemilih dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada guru, sehingga nantinya guru yang mensosialisasikan kepada siswanya," ungkap Reno.


Seminar ini selain dihadiri oleh mahasiswa juga hadir komisioner Bawaslu kabupaten dan kota di Sumatera Barat. (rls)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius