Pria Yang Bunuh Selingkuhan Istrinya Terancam Hukuman Seumur Hidup



SUMBARNET.COM - Seorang pria bernama Abdul Wahed membacok hingga tewas pria selingkuhan istrinya. Ia tak terima istrinya dihamili ketika dirinya tengah berada di dalam penjara. Kini, Abdul Wahed pun harus menerima nasibnya yang terancam hukuman seumur hidup.


Usai melakukan pembunuhan selingkuhan istrinya, Wahed pun sempat kabur dari kejaran petugas. Akhirnya, ia tidak bisa lari dari kejaran petugas kepolisian. Ia ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Wahed dijerat pidana Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana. Adapun dalam KUHP, Pasal 340 soal pembunuhan berencana berbunyi: "Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun."


Sebelumnya, peristiwa ini terjadi usai Abdul Wahed bebas dari penjara. Ia tak sabar bertemu sang istri tercinta. Namun, ia kaget bukan kepalang saat mendapati istrinya sedang hamil.


Lantas, siapa yang menghamili istrinya? Usut punya usut, istrinya telah dihamili oleh seorang pria bernama Abdul Halim. Abdul Wahed pun naik pitam hingga membunuh selingkuhan istrinya tersebut.


Diketahui, Abdul Wahed keluar dari penjara pada 16 Juni 2021. Ia mendapati ada janin di perut istrinya dan siap melahirkan pada Desember 2021. Warga Dusun Malakah, Desa Kumis, Kedundung, Sampang itu jelas tak terima.


Sang istri, Maimuna akhirnya mengaku dirinya bertemu Abdul Halim melalui Facebook dan pertama kali bertemu pada Desember 2020 di sebuah warkop di kawasan Suramadu, Kenjeran, Surabaya.


Seiring berjalannya waktu, istrinya itu mulai menjalin asmara. Mereka bahkan sudah 3 kali melakukan hubungan suami istri di sebuah hotel di kawasan Kenjeran, Surabaya hingga akhirnya Maimuna hamil.


Terdakwa Abdul Wahed pun mendesak istrinya untuk memberitahu siapa laki-laki yang telah menghamilinya. Istrinya hanya memberi tahu ciri-ciri fisiknya, jenis sepeda motor, serta pelat nomor sepeda motor milik Abdul Halim.


"Saat itu diberitahu istri, ciri-ciri fisik, motor, dan pelat nomor (motor korban)," kata Abdul Wahed kepada Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Senin (13/6/2022).


Pada Sabtu 18 Desember 2021 lalu, terdakwa Abdul Wahed sengaja mencari pria yang dimaksud istrinya di kawasan Jalan Bibis, Surabaya bersama salah seorang rekannya berinisial S yang masih dicari polisi.


Keduanya akhirnya menemukan laki-laki yang dimaksud istrinya. Korban Abdul Halim saat itu mengendarai Yamaha Jupiter warna hitam kombinasi hijau bernopol L 3810 MU. Persis seperti yang disebut Maimuna.


Seketika Abdul Wahed naik pitam. Bersama temannya S, ia membuntuti Abdul Halim sembari mencari kesempatan untuk menyerangnya. Hingga mereka tiba di pertigaan Jalan Stasiun Kota, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.


Wahed mengakui ke mana pun ia pergi, ia selalu membawa celurit. Ia pun langsung membacokkan senjata tajam itu tepat ke tangan kanan korban. Abdul Halim yang kaget segera menghentikan motornya.


Sambil berlari dengan tangan terluka, pria itu sempat meminta tolong kepada warga di sekitar lokasi. Tapi Wahed terus mengejarnya. Hingga korban pun jatuh tersungkur dan menjadi bulan-bulanan Wahed.


Berkali-kali Wahed melukai Abdul Halim hingga tak berdaya dengan tubuh bersimbah darah. Setelah puas menganiaya korban, Wahed dan S segera kabur. Akibat luka penganiayaan itu, korban pun tewas. Kepada Ketua Majelis Hakim Wahed mengakui dirinya menganiaya korban secara membabi buta di lokasi kejadian perkara dengan celurit yang selalu ia bawa ke mana-mana.


"Awalnya saya bacok bagian tangan, punggung di bagian belakang, lalu bagian dada dengan celurit saya. Setiap keluar rumah saya (memang) selalu membawa celurit," ujar Wahed. (adf/hil/dte)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius