PEMKAB BOGOR STUDI TIRU PEMEKARAN DAERAH KE PEMKAB SOLOK



SUMBARNET.COM - Rombongan Pemerintah Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 25 orang memgadakan Studi Studi Tiru ke Kabupaten Solok, Rabu (20/07/2022), yang dipimpin oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Bogor, Drs. Hadijana, S.Sos., M.Si. 


Bertempat di ruang rapat Sekretariat Daerah, rombongan Kabupaten Bogor diterima oleh asisten II, Drs. Syahrial, MM., didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo, Teta Midra, S,STP. M.Si, Kepala BKPSDM , Afrialdi, Kepala SKPD terkait.


Sambutan Bupati Solok disampaikqn oleh Drs, Syahrial, MM. Bupati mengucapkan  ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintahan Kabupaten Bogor di Kabupaten Solok.


" Kami senang dengan kehadiran bapak dan Ibu bersama rombongan yang telah berkunjung ke Kabupaten Solok, Walaupun Kabupaten Solok. Semoga terjalin silaturrahim dan saling berkomunikasi dengan baik antara kedua Pemerintah Daerah ke depannya.", ungkap Syahrial.


Kemudian ia memaparkan kondisi Kabupaten Solok yang memilki hasil pertanian yang beragam, sehingga masyarakat Kabupaten Solok mayoritas  berprofesi sebagai petani.


" Kabupaten Solok terdiri dari 14 Kecamatan dan 74 nagari atau desa.  Selain memilki potensi pertanian, kabupaten solok juga memilki potensi alam, pariwisata yang indah, seperti 5 Danaunya, Danau Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang, dan Danau Tuo," katanya.


Lebih lanjut disampaikan Syahrial, Kabupaten Solok pernah melakukan pemekaran menjadi dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan, pada tanggal 7 Januari 2004.


 Pemekaran ini sesuai dengan  Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003.  Pada tahun 2001 Pemerintah Kabupaten Solok meraih penghargaan Smart Living dari kementrian Komunikasi dan Informatika, kata Syahrial.

 

Asisten pemerintahan dan Kesra Kabuoaten Bogor , drs. Hadijana, S. Sos, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor ingin mempelajari dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari Pemeritah Kabupaten Solok dalam beberpa hal.


Pertama berkaitan dengn optimalisasi peran dan fungsi kecamatan. Dia memaparkan bahwa di Kabupaten  Bogor memilki 40 Kecamatan, 416 Desa dan 19 Kelurahan.  Oleh karena itu , mungkin ada beberapa strategi formasi berkaitan dengan optimalisasi Kecamatan, karena bagaimanapun juga dengan luas wilayah yang sangat besar  kemudian peran camat selaku SKPD terbatas. Ini tentunya butuh peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta perlunya mengoptimalkan tugas dan fungsinya.  Camat merupakan Bupatinya Kecatamatan, maka struktur organisasinya harus disesuaikan.


"Inilah yang ingin kami ingin tahu seperti apa penerapannya di Kabupaten Solok," sebutnya.


Selanjutnya menurut Hadijana, dia ingin mengetahui bagaimana cara pembentukan Daerah Otonomi Baru/Kecamatan Baru. Mulai dari penyiapan dokumen administrasi, sarana-prasarana, sumber daya manusianya, dan persyaratan lainnya. Tujuan kami berikutnya adalqh berkaitan dengan Smart Living yang telah ditetapkan Diskominfo Kabupaten Solok. Bagaimana penyiapan smart city, Implementasi smart city, kemudian Akselerasi program smart city.  


Mudahan kita di dapat belajar, dan berharap dapat diterapkan di Kabupaten Bogor nantinya.


Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama , dan diakhir kunjungan ke beberapa OPD.


Pada akhir pertemuan dilanjutkan dengqn saling bertukar uni Cendera mata dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Kabupaten Solok. (Nazwirman)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius