SUMBARNET.COM - Wakil Presiden AS, Mike Pence, memastikan transisi kekuasaan kepada presiden AS terpilih, Joe Biden, berlangsung aman. Menurutnya, ini adalah bagian dari janjinya untuk menghormati dan menegakkan sejarah Amerika.


Janji itu disampaikan Pence sebelum menggelar briefing keamanan pelantikan Presiden AS di markas besar Badan Manajemen Darurat Federal. Dia juga mengungkapkan hal yang sama selama pertemuan dengan pasukan Garda Nasional yang menjaga Gedung DPR AS (Capitol). Pence termasuk pejabat yang ikut bersembunyi selama serangan di gedung parlemen Amerika itu pada 6 Januari lalu.


“Kita semua mengalami kejadian di hari itu (insiden 6 Januari), dan seperti yang dijelaskan presiden kemarin, kita berkomitmen untuk menjalankan transisi pemerintahan dengan tertib, dan pelantikan yang aman. Rakyat Amerika pantas untuk mendapatkan apa pun,” ujar Pence, dikutip Reuters, Jumat (15/1/2021) WIB.


Dia menyatakan, Biden dan wakil presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari dengan prosesi sakral yang konsisten sesuai dengan sejarah dan tradisi AS. Pelantikan dengan cara yang memberikan penghormatan terbaik kepada rakyat Amerika.


Pence juga bertemu dengan puluhan pasukan pengawal di luar Gedung Capitol. Dia berterima kasih kepada mereka karena telah memberikan pengamanan pada momentum yang begitu penting dalam kehidupan bangsa Amerika.


Pence, yang telah lama menjadi orang terdekat Presiden Donald Trump yang paling setia, sempat berselisih dengan Trump karena menolak perintahnya untuk menentang penetapan Kongres AS yang mengesahkan kemenangan Biden di Pilpres AS 2020. Setelah serangan di Gedung DPR AS, beberapa pendukung Trump mengecam bahkan mengancam membunuh Pence karena dianggap pengkhianat.


Source: iNews.id



SUMBARNET.COM - Anggota DPRD Kota Padang Zulhardi Z Latif,SH.MM, menyerahkan bantuan untuk majelis taklim Mushalla Muhsinin senilai 10 juta sekaligus menghadiri acara pelantikan pengurus Kongsi Kematian Komplek Mega Mulia (K3MM) periode 2021-2024 di Mushallah Muhsinin Komplek Mega Mulia Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji pada sabtu (16/1).


Dalam kesempatan ini Zulhardi Z Latif menyampaikan  kepada majelis taklim Musholla Muhsinin agar bisa memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya."kita sengaja memprogramkan majelis taklim-majelis taklim yang ada di Kota Padang khususnya Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh agar nantinya bisa tumbuh dan berkembang kembali,karena kita lihat majelis taklim ini sudah mulai suram dan kita coba bangkitkan kembali, agar ibuk-ibuk majelis taklim bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan positif contoh seperti yasinan pembacaan Asmaul Husnah dan wirid-wirid ceramah lainnya kalau ini terus menggeliat mangka seluruh Mushalla dan Mesjid di Kota Padang ini khususnya di Kecamatan Kuranji akan kembali semarak dengan lantunan Asmaul Husnah yang sudah mulai pudar ini"Kata anggota DPRD Kota Padang


Makanya berdasarkan dengan ini,kita memberikan bantuan untuk menambah semangat dan motivasi bagi ibuk-ibuk majelis taklim di kecamat Kuranji guna menyemarakkan lagi bacaan-bacaan ini.


Selanjutnya Zulhardi juga menyampaikan bahwasanya untuk bantuan majelis taklim ini, Zulhardi sudah menganggarkan 40 majelis taklim,tapi karena covid-19, mangkanya cuma tinggal 6 majelis taklim yang dapat direalisasikan di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh.


"Bantuan ini bisa kita dapatkan kembali,setelah kita mengusulkan kembali di ABT,yang bisa diusulkan cuma 6 dengan anggaran masing-masing majelis taklim kita berikan bantuan 10 juta dan salah satunya MTI Mushalla Muhsinin di RW 16 Kelurahan Kuranji"Pungasnya Zulhardi ketua fraksi Golkar PDI Pejuangan


Seterusnya Zulhardi juga menambahkan bahwasannya untuk bantuan majelis taklim ini,di dalam undang-undang dan peraturan walikota bahwa hibah ini bisa di berikan cuma 1 kali dalam dua tahun.


"berarti kalau tahun 2020 dia menerima untuk selanjutnya bantuan ini bisa di terima kembali pada tahun 2022 dengan catatannya di usulkan atau di anggarkan pada tahun 2021"pungkas sekretaris Golkar Kota Partai Kota Padang ini


Dalam kunjungan ini Zulhardi juga menyampaikan program-program beliau yang sudah terealisasi dan yang akan di laksanakan pada tahun anggaran 2021 di Komplek Perumahan Mega Mulia seperti pengecoran jalan, bantuan usaha, pembangunan pustaka, bantuan mushalla dan hari ini juga bantuan MTI sebanyak 10 juta dan pada tahun ini juga akan memberikan bantuan pembangunan gerbang serta bantuan biaya sekolah dan terakhir bantuan untuk kelompok kematian komplek Mega Mulia yang akan diusulkan tahun ini.


Terakhir Zulhardi berharap kepada pengurus P3MM yang baru dilantik oleh Bapak Camat Kuranji,agar selalu kompak dan solid dalam hal-hal sosial salah satunya di bidang kematian ini guna untuk menjalin silaturahmi sesama warga di komplek Mega Mulia Kelurahan Kuranji.


Sementara itu Camat Kuranji beserta Lurah Kuranji mengucapkan terimakasih banyak kepada Anggota DPRD Kota Padang Zulhardi Z Latif yang telah memberikan bantuan kepada warga yang ada di lingkungan Kecamatan Kuranji khususnya di Kelurahan Kuranji.


"Dimana tadi sama-sama kita ketahui dan kita dengarkan bahwasanya Buya Zulhardi ini sudah banyak memberikan sokongan dan bantuan kepada kita khususnya warga RW 16 Kelurahan Kuranji ini, seperti bantuan Mushalla, pengecoran jalan, Majelis Taklim, Pembangunan pustaka,bantuan usaha, bantuan sekolah dan juga bantuan untuk gerbang dan insyaallah juga akan mengusulkan bantuan kepada Kelompok Kongsi Kematian Mega Mulia"Pungkas Camat Kuranji


Selanjutnya Usman Efendi menjelaskan bahwasanya kegiatan hari ini adalah syukuran karena warga komplek mega mulia mendapatkan bantuan MTI Mushalla Muhsinin dari Zulhardi Z Latif Anggota DPRD Kota Padang  sebanyak 10 juta, kedua sudah selesainya pengecoran halaman mesjid dari hamba allah diserta telah terpilihnya kembali pengurus Kongsi Kematian Komplek Mega Mulia (K3MM) periode 2021- 2024.


Selanjutnya bapak Ketua RW 16 juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Zulhardi yang telah memberikan bantuan kepada MTI Mushalla Muhsinin, semoga bantuan yang diberikan bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pengurus MTI Mushalla Muhsinin.


"Alhamdulillah sejak bapak Zulhardi duduk menjadi anggota DPRD Kota Padang beliau selalu memberikan sokongan dan bantuan kepada warga kami di komplek mega mulia seperti pengecoran jalan, bantuan usaha, pembangunan pustaka, bantuan mushalla dan hari ini juga bantuan MTI sebanyak 10 juta dan tahun ini buya juga menyampaikan akan memberikan bantuan pembangunan gerbang


Seterusnya Ketua RW 16 juga mengucapkan terimakasih kepada hamba Allah yang telah memberikan bantuan coran ready mix sehingga halaman mesjid sampai dengan ruangan K3MM sudah selesai di cor semuanya.


Selanjutnya Ketua Majelis Taklim Musholla Muhsinin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Zulhardi Z Latif Anggota DPRD Kota Padang yang telah memberikan bantuan kepada MTI kami ini, semoga bapak sukses selalu dan selalu menjadi anggota DPRD yang di cintai masyarakat.


Terakhir ketua MTI Mushalla Muhsinin ini juga menyampaikan bahwasanya bantuan yang diberikan ini akan digunakan untuk keperluan atau perkembangan MTI Mushalla Muhsinin seperti yang tertera di proposal permohonan kami yaitu pembelian alat rabana dan juga lemari inventaris.


Kegiatan syukuran ini di hadiri oleh, Anggota DPRD Kota Padang Zulhardi Z Latif,SH.MM, Camat Kuranji Eka Putra Bahari,Lurah Kuranji Kasma Efendi, Babinsa Kelurahan Kuranji Serka adrianto, Babinkantibmas Aibda Yusfari,Ketua RW 16 Usman Efendi, Ketua RT 01,02 dan 03, Ketua pengurus Mushalla Muhsinin, Ibu-ibu pengurus MTI Mushalla Muhsinin serta seluruh warga di RW 16. (dori)



SUMBARNET.COM - Prestasi yang sangat luar biasa berhasil ditoreh oleh Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam setahun, nagari yang berpenduduk 3.848 jiwa ini berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Nagari (PAN) hingga ratusan juta rupiah.


Wali Nagari Koto Bangun Yusarlis Datuk Sutan Panghulu mengatakan, dari setiap proses penimbangan gambir, termasuk daun gambir, dikenakan retribusi untuk nagari. Dasar hukumnya adalah Peraturan Nagari (Perna), yang dananya menjadi PAN.


"Alhamdulillah, dana PAN kita bisa mencapai rata-rata Rp300 juta setahun. Namun karena pandemi, tahun 2020 pendapatan asli nagari hanya Rp70 juta," kata Yusarlis, di hadapan Tim Komisi 1 DPRD Sumbar, Jum'at (15/1) yang berkunjung ke Nagari Koto Bangun.


Dari seluruh nagari di Sumbar, Koto Bangun memang juara dalam pendapatan asli nagari. Banyak nagari hanya mampu meraih PAN maksimal Rp5 hingga Rp10 juta, bahkan ada nagari yang belum bisa membukukan PAN sama sekali.


Kunjungan Tim Komisi 1 DPRD Sumbar bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) ke Koto Bangun, dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Dana Desa, termasuk upaya penanganan Covid-19 berbasis nagari.


Dalam kesempatan bertemu wakil rakyat ini, Wali Nagari Yusarlis Datuk Sutan Panghulu menyampaikan aspirasi perbaikan jalan provinsi, penyelesaian jalan tembus Limapuluh Kota-Pasaman, stabilisasi harga gambir, bantuan terhadap lembaga adat LKAAM, dan permohonan bantuan infrastruktur untuk objek wisata air terjun Lubuk Batang dan permandian alami Patamuan.


"Kami sangat berharap adanya dana pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar direalisasikan dalam bentuk infrastruktur di Nagari Koto Bangun," kata Yusarlis yang didampingi oleh Kadis PMN Limapuluh Kota Drs. A. Zuhdi Perama, M.Si.


Menanggapi aspirasi dari Wali Nagari Koto Bangun, Sekretaris Komisi 1 DPRD Sumbar HM. Nurnas mengatakan, dengan adanya Perda Pemberdayaan Masyarakat Sumbar, maka sudah ada legalitas pemberian bantuan dari Pemprov langsung ke nagari. Saat ini, regulasi ini menunggu terbitnya Pergub sebagai panduan teknis dari Perda.


HM Nurnas, politisi Partai Demokrat ini optimis jika Dana Desa dikelola dengan baik, ditambah pula bantuan dari Pemprov melalui Anggota DPRD maka nagari-nagari di Sumbar akan makin cepat mencapai kemajuan untuk kesejahteraan masyarakat.


Tanggapan lain yang tidak kalah hebatnya disampaikan Muzli M. Nur, yang mengatakan bahwa diperlukan komunikasi dan kegigihan dari masyarakat memperjuangkan aspirasinya. "Pak Wali jangan bosan-bosan mengingatkan Pemprov dan DPRD agar aspirasi masyarakat dapat direalisasikan," kata Muzli M. Nur, sembari membantu salah satu mesjid di Koto Bangun sebesar Rp20 juta.


Tim Komisi 1 DPRD Sumbar yang berkunjung ke Nagari Koto Bangun, Kec. Kapur IX adalah Ketua Komisi Syamsul Bahri (PDIP), Wakil Ketua Komisi Evi Yandri Rajo Budiman (Gerindra), Sekretaris Komisi HM. Nurnas (Demokrat), Zarfi Deson (Golkar), Bakri Bakar (Nasdem), Muzli M. Nur (PAN), Muhammad Ridwan (PKS), Jempol (Gerindra) dan Rio (Staf Komisi 1)


Dari Dinas PMD Sumbar yang mendampingi wakil rakyat ini Kadis PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM., Kabid Pemerintahan Desa Azwar, SE.,M.Si., Sekretaris Dinas PMD Drs. Armen dan Kasi Kelembagaan/Perangkat Nagari Pirmanto, ST.TP. (*)



SUMBARNET.COM - Dua orang bajing loncat yang menggasak sebuah truk berisi 100 unit sepeda angin merk Exotic, berhasil diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo.


Kedua pelaku itu, Ali Mustofa (41) asal Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo dan Achmad Nuri (50) warga Desa Gedungmulyo, Kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Keduanya berhasil ditangkap petugas di kawasan Krian, Sidoarjo.


Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M. Wahyudin Latif mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari laporan korban yang mengatasnamakan PT Roda Pasific Mandiri atas terjadinya dugaan tindak pidana penggelapan sepeda angin. “Berdasarkan laporan tersebut, kami menyelidiki kasus tersebut,” kata Kasareskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif Jumat, (15/1/2021).


Latif mengungkapkan, setelah dilakukan penelusuran, petugas mendapat informasi adanya seseorang yang akan menjual sepeda angin dengan jumlah besar disertai harga yang murah.


Per unit oleh tersangka dijual seharga Rp 1,2 juta. Padahal, harga aslinya yakni Rp 2,7 juta. Harganya separuh dari harga aslinya. “Dari situ kami berhasil menangkap Ali Mustofa di kawasan Krian Sidoarjo. Saat itu pelaku membawa truk bermuatan 100 unit sepeda angin merk Exotic,” terangnya.


Dari hasil pengembangan, polisi juga berhasil menangkap Achmad Nuri di rumahnya di kawasan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pelaku akhirnya digelandang ke Mapolresta Sidoarjo. “Satu orang lagi, diduga terlibat dalam kasus ini, masih dalam pengejaran,” tegasnya.


Akibat perbuatannya, para tersangka di jerat pasal 480 KUHP tentang penggelapan dan penadagan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun.


Source: beritajatim.com

 


SUMBARNET.COM - Wanita berinisial (N) asal Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore Banyuwangi diciduk polisi karena ketahuan menjajakan wanita lain sebagai pemuas nafsu pria hidung belang. Uniknya, wanita yang berpenampilan tomboi ini hanya menyediakan wanita yang berstatus janda.


Di depan polisi yang mengungkapnya, dia mengaku baru enam bulan melakoni perbuatannya itu. Pasar untuk menjajakan jasa ini dilakukan melalui menggunakan media sosial online.


“Ada patroli cyber di media sosial. Melalui akun facebooknya, pelaku kemudian melakukan transaksi melalui WA (WhatsApp), ”kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Jumat (15/01/2021).


Kemudian, lanjut Arman, terjadi deal antara kedua belah pihak yang bersangkutan. Sehingga terjadilah perbuatan yang semestinya dilakukan oleh pasangan suami istri di sebuah hotel.


“Setelah terjadi kesepakatan perempuan yang dipesan dan harga bokingnya, dilakukanlah pertemuan dengan pria hidung belang di hotel melati di kecamatan Gambiran,” imbuhnya.


Arman menyebut, tarif paket setiap janda yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu sekali kencan.


“Tarif tersebut termasuk biaya hotel, upah korban, dan fee yang didapat pelaku,” sebut Arman.


N, di depan petugas mengakui semua perbuatannya. Selama enam bulan, rata-rata jasa yang ditawarkan adalah para janda.


“Tarifnya 600 sampai 800 ribu. Saya dapat komisi 200 ribu,” terangnya.


Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone, uang senilai Rp 600 ribu, dua buah kondom belum terpakai, dan sebuah kondom yang sudah terpakai.


Kini, pupuslah sudah pasar janda yang dijalankannya selama ini. N, harus mendekam di penjara setidaknya selama 1 tahun. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena diduga menyalahi pasal 506 atau 296 KUHP.


Source: beritajatim.com



SUMBARNET.COM - Sekertaris DMI Kota Padang M. Fikar Datuk Rajo Magek, S.Ag, MM,. M.Pd bersama Camat Kuranji Eka Putra Buhari dalam kegiatan pelantikan bersama pimpinan ranting dewan masjid Indonesia (PR DMI) Kelurahan se-Kecamatan Kuranji dan langsung mengadakan pertemuan PD DMI Kota Padang peserta PC DMI Kecamatan se-Kota Padang.


Pantauan awak media di lapangan dalam acara berlangsung Masjid Raya Nurul Hasanah, Jalan Taduh Kuranji, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (16/01/2021) Sore.


Sekertaris DMI Kota Padang M. Fikar Datuk Rajo Magek, S.Ag, MM,. M.Pd mengatakan, ada11 Kecamatan di Kota Padang pertama di lantik Pengurus Kecamatan dan 9 Kelurahan di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan lain akan segera menyusul dilantik PC DMI Kecamatan.


Bahwa pembentukan DMI Kecamatan Kuranji atas kesepakatan dari Rakerda PD DMI Kota Padang bahwa Masing - masing Kecamatan se - Kota Padang untuk membentuk Pimpinan Cabang (PC) DMI Tingkat Kecamatan yang berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tuturnya M Fikar saat wawancara awak media.


“Dari rapat yang dilakukan, Alhamdulillah telah terbentuk susunan Pengurus PC DMI Kecamatan Kuranji dari Pembina, Ketua, sampai ke Pengurus Bidangnya. Secara mufakat terpilih pengurus inti PC DMI Kecamatan Kuranji, ujarnya.


M Fikar berharap dengan terbentuknya PC DMI Kecamatan Kuranji fungsi Masjid untuk kegiatan pengembangan umat di Kecamatan Kuranji semakin meningkat.


Selian itu, juga berharap PC DMI Kecamatan Kuranji dan Kelurahan kedepannya aktif bersinergi dengan DMI Kota Padang dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dalam menggelar acara maupun kegiatan keagamaan di Masjid, ujarnya.


Sementara itu, Camat Kuranji Eka Putra Buhari menyampaikan, ada tiga agenda yang jadi fokus DMI setelah pandemi Covid19 memasuki masa kenormalan baru.


“Pertama, mengaktifkan kembali masjid dan mushalla dengan berbagai aktivitas ibadah. Kedua, pemetaan (mapping) masjid dan mushalla. Ketiga, membangkitkan kembali ekonomi ummat berbasis masjid pascapandemi corona", tuturnya Eka Putra Buhari dekat dengan semua kalangan masyarakat Kuranji.


Selian itu, Eka Putra Buhari juga mengatakan sejak Virus Corona (Covid-19) melanda di Kota Padang dan Sumbar secara umumnya, ummat telah berjarak dengan masjid dan mushalla.


“Ummat harus kita gerakan agar kembali lakukan aktivitas ibadah ke masjid dan mushalla. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,”.


Untuk kebangkitan ekonomi ummat, terang Eka Putra Buhari pada PC DMI Kecamatan Kuranji. Kita ingin masjid jadi basis kebangkitan kota ini dari berbagai sektor kehidupan. Khusus di bidang ekonomi, pangkasnya. (AdF/DP)



SUMBARNET.COM - Pemilihan kepala daerah serenatak telah selesai dilaksanakan, namun KPU Sumbar tetap melakukan evaluasi dengan melakukan seminar, sekaligus pemberian hadiah pada para pemenang lomba-lomba yang diadakan penyelenggara Pemilu tersebut.


Seminar yang diisi dengan naras. Sumber Asrinaldi dan Devi Kurnia Alamsyah dipandu Wahyu Mazwar, diadakan di salah satu hotel, Sabtu (16/1/2021).


Seminar tersebut membedah kegiatan KPU pra pilkada, dimana melakukan berbagai kegiatan untuk lomba dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih.


Asrinaldi mengatakan, dibandikan dengan pilkada sebelumnya, pilkada 2020 memang terjadi peningkatan, bisa saja karena pengaruh banyaknya calon, atau sosialisasi sampai pada masyarakat.


Asrinaldi juga menilai, KPU sudah bisa mengakomodir perkembangan zaman, termasuk juga dengan kegiatan lonmba-lomba, ini merupakan salah satu sosialisasi nasib dan dapat mempengaruhi niat masyarakat memiliki.


Hal senada juga disampaikan Devi, dimana pada 2004, hal serupa juga dilakukan salah satu media, untuk melakukan berbagai lomba, dan membuat beberapa film dokumenter, seperti apa yang dilakukan KPU Sumbar.


Dalam.lomba yang diadakan KPU Sumbar pra pilkada yang diikuti lebih 150 orang peserta, juga merupakan sesuatu cara terbaik dalam peningkatan partisipasi masyarakat (Parmas).


Komisioner KPU Sumbar Nova Indra dan Izwaryani melihat, hal seperti ini perlu dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan, termasuk juga pada saat pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden mendatang.


Selain komisioner KPU Sumbar juga tampak Sekretaris Firman, Kabag Hukum, Tehnis dan Hupmas Aan Wuyanto, Kabag SDM Wamdrizen, Kabag umum Arlis, kasubag tehnis dan Hupmas Jumiati serta beberapa kasubag dan staf lainnya, serius mengikuti acara tersebut.


"Saya melihat, dengan berbagai kegiatan lomba dan himbauan secara Masiv melalui berbagai media, mampu mendongkrak partisipasi pemilih, ini perlu tetap kita program dan kedepannya perlu ditingkatkan.," Ulas Nova Indra.


Ia juga mengatakan, berbagai kegiatan positif yang belum terakomodir pada saat ini, jika diberikan masukan pada KPU, kedepannya akan diusahakan untuk diakomodir, sehingga jumlah pemilih terus meningkat dan demokrasi semakin mapan.


Sekaitan dengan suksesi tersebut, Kabag hukum, Hupmas dan Tehnis Aan Wuryanto mengatakan, kegiatan yang dilakukan dikaitkan dengan efek positif, dimana bisa menyentuh langsung kepada masyarakat, sehingga minat untuk memilih akan semakin meningkat.


"Inshaa Allah, kedepan kami akan terus melakukan kegiatan positif, baik melalui berbagai lomba maupun kegiatan lainnya, sehingga partisipasi semakin meningkat," ulas Aan Wuryanto.


Ditambahkan Jumiati, mereka akan selalu melakukan evaluasi, dimana kendala atau cara menyampaikan pada masyarat jika ada  berbagai lomba, sehingga peserta semakin banyak, dan sosialisasi bisa menyentuh secara langsung. (nov)



SUMBARNET.COM - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno buka kartu tentang nostalgia dinamika hubungan legsilatif dan eksekutif Sumbar, ternyata pernah gebrak meja ke Leonardy Harmainy ketika menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbar. 


"Izin Pak Leonardy saya buka kartu, awal memimpin Sumbar pernah ber dinamika alot dengan DPRD, bahkan sempat gebrak meja waktu itu, " ujar Irwan Prayitno saat memaparkan memimpin Sumbar satu dekade sebagai Gubernur Sumbar, Jumat 15/1 di Hotel Daima Padang. 


Dan IP biasa Irwan Prayitno disapa mengakui kalau ini kegiatan adalah pertama didapat. 


"10 tahun bekerja sebagai gubernur belum pernah dapat terima kasih dan diapresiasi, baru bukan akan berakhir diucapkan terima kasih dalam sebuah kegiatan. Selama ini hanya istri saya saja yang memuji," ujar Irwan Prayitno. 


Tapi mungkin ini karakter orang Sumbar yang tak mengkritik saat menjabat. 


"Tapi setelah berakhir pasti banyak mengucapkan terima kasih, ini sisi postif yang saya ambil selama ini" ujar Irwan yang 10 tahun kurang sebulan lalu dilantik di garasi mobil karena gedung DPRD Sumbar hancur karena Gempa Sumbar 2009.


Kini akhir periode Gubernur kedua kali 2016-2021 Irwan Prayitno mampu membuktikan Sumbar bangkit usai porak poranda diguncang gempa Sumbar 2009.


Bahkan prestasi dan penghargaan dalam satu dekade 400. Bahkan saat penanganan pandemi COVID-19, Sumbar termasuk yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. 


"Bahkan hari ini testing spesimen swab Sumbar pecah rekor yaitu 8000 sample swab, terbesar sepanjang masa pandemi dan melebihi test swab nasional, " ujar Irwan Prayitno. (rilis)



SUMBARNET.COM - Satlantas Polres Pesisir Selatan memasang stiker bertuliskan "Ayo Pakai Masker", di setiap kendaraan yang melintas baik roda dua dan roda empat, yang melintas di kota Painan, Jum'at (15/1). Selain stiker, juga dibagikan masker pada warga, juga pengendara di wilayah Hukum Polres Pessel, Jum'at (15/1).


Dengan masih terjadinya penyebaran Covid -19, Polres Pesisir Selatan gencar memberikan himbuan pencegahan penularan wabah Covid -19 dan kali ini jajaran Satlantas Polres Pessel turun langsung memberikan himbauan dengan pemasangan stiker " AYO PAKAI MASKER ". Juga bagikan masker. 


Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo, S.I.K melalui Kasat Lantas Polres Pessel Iptu Hendrianto, S.T.K, S.I.K menuturkan, tujuan pemasangan stiker serta bagi - bagi masker sebagai bentuk ajakan serta mengingatkan juga kepada masyarakat, dan pengendara sehari - harinya yang akan beraktifitas diluar rumah untuk tetap disiplin protokol kesehatan dengan selalu memakai masker.


"Untuk dapat mendisiplinkan diri mematahui Prokes dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid -19, " ucapnya. 


Ajakan dan himbuan kepada masyarakat juga pengendara untuk selalu menggunakan masker akan terus dilakukan, termasuk dengan memasang spanduk dititik - titik menjadi pusat keramaian warga. Seperti di obyek wisata, pasar dan lokasi lainya.


Sekali lagi dengan ajakan ini, kita berharap masyarakat dapat mengikutinya. Sehingga dapat mencegah penularan Covid -19," kata Kasatlantas.


Kasatlantas juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, khususnya dalam melaksanakan kegiatan diluar rumah. Dan, Kita bersama dengan pihak - pihak terkait akan terus turun kelapangan mengajak masyarakat " AYO PAKAI MASKER".


"Ayo biasakan pakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan," ujar Iptu Hendrianto. 


Berdasarkan pantuan dilapangan, anggota Satlantas memasang kan stiker pada kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus membagikan masker pada warga. (gl)



SUMBARNET.COM - Terkait pengaduan masyarakat tentang dugaan ijazah palsu calon bupati di salah satu kabupaten di Provinsi Sumbar inisial KRN, disikapi oleh ormas Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Sumbar menyurati SMA N 1 Padang.


LMP Sumbar dalam suratnya mengajukan permintaan informasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik berkaitan dengan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) inisial KRN yang dikeluarkan oleh SMA Negeri 1 Padang pada tanggal 13 Mei 1988. 


Adapun rincian informasi yang diminta yakni mengenai pelaksanaan ujian Nasional di SMA Negeri 1 Padang yang diikuti oleh KRN sebagai siswa YAPI Padang. Dan dasar keputusan KRN sebagai siswa YAPI Padang dapat mengikuti Ujian Nasional dan STTB dikeluarkan oleh SMA Negeri 1 Padang. 


LMP Sumbar juga meminta biodata siswa YAPI Padang yang mengikuti ujian Nasional di SMA Negeri 1 Padang bersama-sama dengan KRN serta legalisir STTB KRN yang diberikan oleh SMA Negeri 1 Padang terhitung dari Tahun 1988 sampai dengan sekarang ini. 


"Tujuan meminta informasi tersebut adalah untuk memperoleh informasi yang benar sehubungan dengan adanya pengaduan masyarakat terkait dengan kebenaran dan keabsahan STTB KRN yang dikeluarkan oleh SMA Negeri 1 Padang agar dapat memberikan saran dan masukan serta upaya yang dapat ditempuh masyarakat berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Kamada Zaidina Hamzah.


Sehubungan dengan itu SMA N 1 Padang membalas surat permohonan permintaan informasi dari LMP Sumbar tersebut.


Dalam keterangannya SMA N 1 Padang menyampaikan bahwa siswa SMA Yapi Padang pada tahun 1988 melaksanakan evaluasi belajar tahap akhir di SMA N 1 Padang dan data mengenai STTB KRN tidak ada di SMA N 1 Padang tetapi ada disekolah yang bersangkutan.


Hingga berita ini diturunkan, tim awak media terus berupaya untuk mengkonfirmasi hal ini kepada KRN. (tim)

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius