SUMBARNET.COM - Kegiatan senam aerobik yang sukses digelar oleh Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Sumbar mendapat apresiasi dari Kamada Zaidina Hamzah.



Hal ini disampai oleh Kamada Zaidina Hamzah melalui video di chanel youtube LMP Sumbar, pada Minggu (29/11).


"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Srikandi LMP Sumbar yang telah melaksanakan giat senam aerobik massal," ucap Zaidina Hamzah.


Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Srikandi LMP Sumbar menggelar senam aerobik massal bertemakan "Perempuan Super Ga Pake Baper", pada Sabtu (28/11) di Markas Daerah LMP Sumbar jalan Kalumpang Bandar Buat Padang.


Kegiatan senam tersebut dipandu langsung oleh Ketua Srikandi LMP Sumbar Neng Jamilah dan diikuti sangat antusias oleh ratusan Srikandi dan Brigade dari Markas Cabang se Provinsi Sumbar.


Zaidina Hamzah berharap dengan diadakannya kegiatan ini Srikandi LMP Sumbar lebih profesional, berwibawa dan bermartabat.


"Semoga kedepannya Srikandi bisa membawa perempuan - perempuan LMP Sumbar lebih bermartabat, berwibawa dan super ga pake baper. Selamat dan sukses untuk Srikandi LMP Sumbar," ujar Zaidina Hamzah. (AdF/Anto Jb)



SUMBARNET.COM - Kabiro Infokom LMP Sumbar Ad Firma mengecam terjadinya kekerasan di Desa Lembantongoa, Sulawesi Tengah. Empat warga dalam satu keluarga dibunuh orang tak dikenal. Satu rumah ibadah dan enam rumah warga juga dibakar.


"Saya sampaikan duka mendalam kepada keluarga yang menjadi korban. Saya juga mengecam karena tindakan semacam ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun," ujar Ad Firma pada Sabtu (28/11).


Aktifis kemanusiaan itu meminta pihak kepolisian setempat untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan menenangkan warga agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.


Ia juga berharap dan percaya polisi akan segera mengungkap modus dan pelaku kejahatan ini, serta menangkap dan menindak tegas para pelakunya.


Dikutip dari kompas.com, Kepala Kepolisian Resor Sigi Ajun Komisaris Besar Yoga Proyahutama menduga pelaku adalah kelompok teroris.


"Terindikasi seperti itu ada kemiripan dari saksi-saksi yang melihat langsung saat kejadian yang kami konfirmasi dengan foto-foto, ada kemiripan," kata Yoga. (**)



SUMBARNET.COM - Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C menyesalkan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya tentang pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menilai Bima melakukan intervensi dan tekanan terhadap Rizieq dan pihak-pihak yang merawatnya.


"MER-C sebagai tim medis independen yang diminta keluarga untuk turut menangani kesehatan HRS menyayangkan sikap Wali Kota Bogor yang melakukan intervensi dan tekanan kepada RS, tim medis, dan pasien," kata Sarbini dalam keterangan tertulis, Ahad, 29 November 2020.


Bima Arya sebelumnya memberikan serentetan pernyataan terkait Rizieq Shihab yang dirawat di wilayahnya. Politikus Partai Amanat Nasional inilah yang mengungkap informasi bahwa Rizieq dirawat di Rumah Sakit Ummi, Bogor, tatkala sejumlah juru bicara FPI membantah.


Bima bahkan berujar akan mendatangi RS Ummi untuk menanyai sikap keluarga Rizieq yang menolak tes usap terhadap mantan ketua umum FPI itu. Terakhir, Pemerintah Kota Bogor melaporkan RS Ummi ke Kepolisian Resor Kota Bogor lantaran dianggap tertutup dan tak berkoordinasi dalam swab test Rizieq.


Sarbini mengatakan lembaganya sudah berpengalaman dalam memberikan bantuan medis dan kesehatan. Ia berujar MER-C mengirim Rizieq ke RS Ummi untuk beristirahat. Namun kata dia, Rizieq justru diperlakukan kurang beretika oleh Bima Arya.


"Selain Wali Kota Bogor juga tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat," ujar Sarbini.


Menurut Sarbini, Bima Arya perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja. Begitu pula tentang hak pasien untuk menerima atau menolak semua upaya pemeriksaan dan pengobatan tanpa ada intervensi atau tekanan siapa pun.


"Jangankan dalam situasi normal, di daerah bencana dan peperangan saja wajib kita selaku tenaga medis tetap menjaga profesionalitas dan menghormati hak-hak pasien," ujar Sarbini.


Sarbini mengatakan pemeriksaan terhadap Rizieq tengah berjalan. Dia mengklaim pengobatan akan dijalankan sesuai masalah kesehatan yang ditemukan. Ia pun meminta semua pihak tak membuat kegaduhan, menjaga privasi pasien, dan mempercayakan kepada tim medis yang menangani.


"Perihal menyampaikan kondisi kesehatan adalah domain keluarga. Bahkan pihak RS atau dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seizin keluarga," kata dia.


Source: tempo.co



SUMBARNET.COM - Dua kendaraan roda dua di Mojokerto terlibat adu moncong, pada Selasa (24/11). Akibat peristiwa itu tiga orang meninggal di lokasi kejadian tepatnya di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.


Relawan Gajah Mada, Jumain Andreanto mengatakan, sepeda motor Yamaha Vixion nopol AG 5978 CW warna merah berjalan dari arah utara ke selatan, sementara dari arah sebaliknya sepasang suami istri (pasutri) mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro nopol S 6614 NQ warna hitam.


“Kedua kendaraan terlibat adu moncong. Korbannya ada tiga, meninggal semua. Yang sepasang suami-istri itu orang Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu dari arah selatan, yang satu dari Pare, Kediri dari arah utara. Kemungkinan kecepatan tinggi,” ungkapnya.


Pengendara Yamaha Vixion nopol AG 5978 CW atas nama Zulfikri Wahyu Nur Sakti (21) warga Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Sementara pasutri atas nama, Muhammad Fahtoni (35) dan Mardiana (36) mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro nopol S 6614 NQ.


Akibat adu moncong tersebut, korban Mardiana terlempar hingga masuk ke sungai yang ada di pinggir jalan. Ketiga korban meninggal di lokasi dengan luka serius, sementara kedua kendaraan korban hancur. Warga berusaha menguyur air sungai karena bensin tumpah.


Usai dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ketiga korban dievakuasi ke kamar jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Kasus kecelakaan dengan korban tiga orang ini di tanggani Satlantas Polres Mojokerto.


Source: beritajatim.com

 


SUMBARNET.COM - Puluhan orang Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu (25/11/2020). Mereka menuntut perbaikan nasib.


Para guru yang tergabung dalam Gerakan GTT-PTT Kabupaten Jember Menggugat Bupati ini menilai, selama ini pemerintah daerah setempat tak memperhatikan nasib mereka. “Kami datang untuk mengadu kepada para wakil rakyat,” teriak Nur Fadli, koordinator aksi.


Ada sembilan tuntutan yang dibawa para demonstran.

1. Cabut surat penugasan dan terbitkan surat keputusan bupati Jember untuk GTT dan PTT (Pegawai Tidak Tetap).

2. Penataan kembali GTT-PTT yang lebih manusiawi dan berkeadilan aesuai dengan domisili tinggal.

3. Honor atau gaji GTT-PTT diberikan rutin setiap bulan.

4. Wujudkan janji bupati tentang honor Rp 1,4 juta atau setara dengan upah minimum kabupaten.


5. Honor GTT-PTT dianggarkan dalam APBD Jember setiap tahun dan bukan hanya dari anggaran pemerintah pusat.

6. Memohon DPRD Jember untuk mengawal honor GTT-PTT agar masuk dalam APBD.

7. Memohon DPRD Jember untuk segera memanggil bupati agar merevisi segera kebijakan yang merugikan GTT-PTT.

8. Hentikan diskriminasi, kriminalisasi, dan marjinalisasi GTT-PTT Kabupaten Jember.

9. Akibat dari kebijakan bupati yang menempatkan pelaksana tugas kepala sekolah tingkat SD dan SMP sejak 2017, ribuan ijazah yang ditandatangani pelaksana tugas diduga tidak sah.


Perwakilan demonstran ditemui Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, dan Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono.


Source: beritajatim.com



SUMBARNET.COM - Pemuda asal Desa Gilang, Taman Dani (20) yang hanyut terseret arus Avour Buntung, Desa Tawangsari Taman, berhasil ditemukan, Rabu (25/11/2020).


Korban berhasil ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Korban ditemukan sejarak 40 meter dari titik korban tercebur. Korban ditemukan saat Tim SAR melakukan pencarian dengan metode sounding.


Sounding merupakan salah satu teknik pencarian dengan merentangkan tali dand diikuti oleh personil SAR. Tim kemudian menyisir sungai mengikuti arus air.


“Saat petugas melakukan sounding, kaki salah seorang personel mengenai tubuh korban. Begitulah prosesnya kami menemukan jenazah korban,” kata Komandan Tim Taifib, Lettu Marinir Khoiruddin.


Dia menambahkan, saat ditemukan, jenazah korban dalam posisi tengkurap dan kakinya menancap di lumpur yang diperkirakan sedalam dua meter. Oleh petugas, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo untuk keperluan visum.


“Usai evakuasi, jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD Sidoarjo,” tandasnya.


Source: beritajatim.com

 


SUMBARNET.COM - Peristiwa kebakaran terjadi di gudang obat Unit Pelayanan Teknis Daerah  (UPTD) Instalasi Farmasi, Dinas Kesehatan Sidoarjo Jalan Pahlawan, Sidoarjo.


Abdul Rojak, penjaga gedung menceritakan, awalnya ia melihat asap hitam membumbung di udara. Selang kemudian ia mencari dari mana sumber asap tebal itu berasal.


“Tiba-tiba ada asap hitam pekat yang muncul dari dalam gudang. Sempat dilakukan pemadaman dengan alat pemadam kecil (Apar) namun gagal. Karena api sudah besar,” katanya, Kamis (26/11/2020).


Penyebab kebakaran itu diduga lantaran seseorang membakar sampah.  Usai membakar sampah, seseorang tersebut memutuskan untuk meninggalkan lantaran dinilai api sudah padam. Namun, tanpa diduga, api kembali menyala dan membesar dengan cepat.


Alhasil merembet ke kayu palet bekas dan menyambar gudang berisi obat-obatan yang tidak jauh dari lokasi titik api.


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Empat unit pemadam kebakaran dari Posko Buduran dan Sidoarjo Kota diterjunkan. Petugas berjibaku melawan kobaran api dengan cara memanjat gedung.


Kondisi atap gedung pun gosong. Sejumlah dus yang berisi obat-obatan dan sebagainya terbakar. Sampai saat ini polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut.


“Kerugian materiil saja. Korban jiwa nihil. Penyebab pasti kebakaran dalam proses penyelidikan mendalam,” jelas Kapolsek Kota, Kompol Anggono Jaya.


Source: beritajatim.com



SUMBARNET.COM - Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade bertambah yakin pasangan Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) akan memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 9 Desember 2020. Hal itu tercermin dari sejumlah survei yang dilakukan selama November yang menempatkan NA-IC di papan atas. 


“NA-IC sudah merajai hasil survei-survei terakhir di Sumbar. Kami mendapatkan beberapa dan hasilnya hampir sama. Tentunya ini kabar menggembirakan karena kerja keras pasangan calon, kader, tim pemenangan dan simpatisan. Insya Allah kemenangan akan datang,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini, Sabtu (28/11). 


Menurut Andre, dari bulan ke bulan sejak deklarasi, NA-IC satu-satunya pasangan calon yang mengalami kenaikan elektabilitas (tingkat keterpilihan) secara signifikan. Berbeda dengan calon-calon lain yang cenderung stagnan atau malah menurun dalam setahun terakhir. 


“Dua calon yang diusung hanya Partai Gerindra ini dinilai masyarakat Sumbar sangat cocok memimpin Sumbar periode berikut. Karena keduanya, memiliki pengalaman dalam memimpin daerah dan sangat sukses. Jadi, sangat tepat kalau NA-IC diberikan kesempatan membangun Sumbar pascapendemi Covid-19 ini,” kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini. 


Andre mengatakan, untuk mempertegas kemenangan NA-IC, sejumlah petinggi partai akan terus turun ke Sumbar. Seperti Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Salahudin Uno, Wakil Ketua Umum Fadli Zon dan sejumlah nama lain. Mereka akan terus bergerak menyosialisasikan program-program yang diusung NA-IC.


“Kami melihat, semua kader Gerindra baik anggota Dewan atau tidak, juga terus bergerak memenangkan NA-IC. Karena itu sudah hampir semua Kabupaten/Kota menempatkan pasangan NA-IC di tabel atas. Bahkan ada juga yang benar-benar mendominasi dan jauh meninggalkan pasangan lain,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.


Andre meminta semua elemen pemenangan NA-IC tidak berpuas diri dan terus bergerak sampai kemenangan dipastikan 9 Desember 2020. “Kami ingin semua tim terus bergerak memenangkan NA-IC dan mengawal suara sampai ke TPS-TPS. Karena kemenangan ini harus dikawal dengan baik,” kata Andre Rosiade. (*)

 


SUMBARNET.COM - Peresmian sasaran pencak silat Seni Rawang Saiyo Rawang Ketaping dihadiri oleh Zulhardi Z Latif ketua IPSI Kota Padang di Kelurahan Pasar Ambacang Kuranji, pada Sabtu (28/11).


Zulhardi Z Latif menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tuo Silek atau Guru Silek Sasaran Rawang Saiyo yang sudah menghidupkan kembali sasaran yang ada di Rawang Ketaping ini.


"Alhamdulillah dari hari ke hari sasaran-sasaran silat di Kota Padang terus bertambah dan baru-baru ini kami juga menghadiri acara peresmian sasaran silat Parak jigarang sarumpun yang ada di Kelurahan Anduring," kata Zulhardi.


Diketahui bahwa Silat di Minangkabau adalah seni beladiri yang dimiliki untuk diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. 


"Masyarakat Minangkabau memiliki tabiat suka merantau semenjak beratus-ratus tahun yang lampau dan salah satu bekalnya adalah seni beladiri Silat," ungkap Zulhardi yang juga anggota DPRD Kota Padang itu.

 

Serta untuk melestarikan warisan Minangkabau ini menurut Zulhardi tentunya generasi saat ini yang akan meneruskan dan menjaganya didukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat dan orang tua.


Dengan telah di resmikan sasaran silat Rawang Saiyo ini, berarti sasaran silat di Kota Padang terus bertambah dan sudah berjumlah kurang lebih sekitar 130 sasaran,ini tentu adalah salah satu pencapaian yang baik dari IPSI Kota Padang.


"Alhamdulillah hari ke hari sasaran Silat di Kota Padang terus bertambah, ini adalah pencapaian yang baik, bertambah sasaran berarti semakin banyak lagi seni beladiri silat yang ada di Kota Padang yang mana salah satu strategi IPSI Kota Padang untuk melestarikan warisan budaya Minangkabau ini," ujar Zulhardi.


Zulhardi menambahkan, "dalam rangka melahirkan atlet-atlet yang profesional, IPSI Kota Padang akan selalu memberikan sokongan dan bantuan secara bertahap kepada sasaran yang membutuhkan, hal ini guna meningkatkan semangat adek-adek kita dalam melakukan latihan," akhir anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Golkar yang akrab dipanggil Buya itu.


Peresmian ini dihadiri oleh Walikota Padang diwakili Syafrizon kasi olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga, Lurah Pasar Ambacang Daliusman, ketua KAN Pauh IX Suardi Datuk Rajo Bujang, ketua IPSI Kecamatan Kuranji Erman Jamal dan Tuo-Tuo Silek serta anak-anak sasian. (Dori)



SUMBARNET.COM - Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, berdialog dengan pelatih dan pemain futsal se-Kota Padang di Posko Relawan Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) jalan Raden Saleh, Padang, pada Kamis (26/11). Dalam dialog itu, perwakilan ketua pelatih futsal Kota Padang Ali menyampaikan bahwa olahraga futsal di Sumbar kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Akibatnya, para pelatih agak kesulitan dalam mengembangkan potensi generasi muda yang hobi futsal. Walaupun begitu, futsal tetap bisa mengukir prestasi walaupun tidak menonjol seperti sepakbola.


Tim futsal Sumbar, kata Ali, pernah juara cabang olahraga futsal PON XVIII Riau 2012 dan mendapatkan emas setelah mengalahkan tim DKI Jakarta 6-2 di GOR Tembilahan. Kemudian, tim futsal Sumbar pada 2016 gagal bertanding pada PON Jabar. 


Kegagalan kembali terulang pada 2019 untuk mendukung tiket PON Papua.


“Mohon perhatian kami di futsal, Pak. Kami merasa dianaktirikan. Selama ini perhatian pemerintah lebih banyak ke sepakbola. Ke depan insyaallah Bapak terpilih, kami bisa diprioritaskan,” ucapnya.


Walaupun tanpa sentuhan pemerintah, kata Ali, futsal Sumbar dengan terseok-seok mampu mengisi Timnas Futsal Indonesia. Bahkan, Kapten Timnas Futsal Indonesia, Randi Satria, merupakan putra Sumbar.


“Di timnas ada dua orang putra terbaik kita Randi Satria dan Muhammad Sanja,” katanya.


Ali berharap ada komunikasi pemerintah Sumatra Barat dengan futsal. Dengan begitu, pembinaan untuk bibit muda bisa berjalan maksimal. Ia juga mengatakan bahwa pelatih juga harus disiapkan.


“Apalagi 2024 kita akan menuju PON Sumut. Kami ingin Ayah Nasrul Abit perhatian seperti Anis Baswedan dan Gubernur Sumut untuk futsal,” ujarnya.


Nasrul Abit mengapresiasi futsal yang mengharumkan nama Sumbar di kancah nasional, bahkan internasional. Menurutnya, olahraga selain menorehkan prestasi juga menjauh generasi muda dari narkoba.


“Ke depan melalui KONI, futsal harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Insyaallah pelatih dan pemain akan kami prioritaskan, apalagi ananda membawa nama Sumbar," tuturnya. (*)

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius