SUMBARNET.COM - Peringatan untuk para pengendara roda dua agar tetap melengkapi perlengkapkan saat berkendara, seperti helm, kaca spion, dan surat - surat berkendara. Termasuk pemakain knalpot racing. 


Kapolres Pessel AKBP. Sri Wibowo.S.iK,M.M, mengatakan bahwa keselamatan berkendara itu penting dan utama diperhatikan bagi pengendara, khususnya kendaraan roda dua. 


Pengunaam helm, kaca spion serta identitas pengendara seperti SIM dan STNK, bagi pengendara harus ada, jangan sampai hal itu dilupakan. 


"Jangan salahkan petugas dilapangan melakukan tindakan tegas pada pengendara, jika himbuan ini tidak diindakan," tegas Kapolres Pessel pada media, Minggu (16/5/2021).


Maka lengkapi perlengkapan berkendara, dan jangan sampai karena kelalaian bisa membahayakan diri kita sendiri. Jadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan pokok bagi pengendara. 


Karena tidak satupun musibah bisa terjadi saat kita berkendara, untuk itu Sri Wibowo menekankan kembali pada pengendara agar mematuhi aruran berkendara dijalan raya. Sekaligus meminimalisir musibah lakalantas lebih parah yang menimpah pengendara. 


"Tetap juga patuhi protokol kesehatan, memakai masker saat keluar rumah ataupun saat berkendara," tekuk Sri Wibowo. (gl)



SUMBARNET.COM - Setelah meninjau Pos Penyekatan di Batulayang dan Sungai Ambawang, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad meninjau Pos Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Dusun Mega Blora, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (16/5/21).


Pengecekan ini dilakukan oleh Pangdam XII/Tpr berkaitan dimana saat ini di Dusun Mega Blora terdapat beberapa warganya yang sedang melaksanakan isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19.


Saat memberikan keterangan, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, saat ini Dusun Mega Blora menjadi titik berat Satgas Covid-19 setelah beberapa warganya dari hasil pemeriksaan terkonfirmasi Covid-19.


"Hari ini kita melaksanakan pengecekan di beberapa titik salah satunya adalah di Posko PPKM Mikro di Dusun Mega Blora. Kebetulan dari hasil 3 T yang dilaksanakan terdapat beberapa masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19," jelas Pangdam.


Lebih lanjut Pangdam mengatakan dari hasil peninjauannya Satgas PPKM Mikro Dusun Mega Blora dibantu beberapa organisasi sudah mulai terlihat perannya dalam mengatasi terjadinya kasus positif Covid-19 di wilayahnya.


"Saya lihat penanganannya sudah cukup baik dari mulai menemukan adanya kasus kemudian melaksanakan tracing, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemberian treatmen. Kita lihat nanti tiga hari kedepan bagaimana hasilnya mudah-mudahan terus membaik," kata Pangdam.


Diungkapkan oleh Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dari tes pertama yang dilaksanakan di Dusun Mega Blora kepada 14 orang terdapat 9 orang yang dinyatakan positif. Saat ini kondisinya sudah membaik. Gejala - gejala seperti hilang penciuman, suhu panas sudah mulai membaik dan stabil. 


"Demikian juga tes selanjutnya ada 100 orang yang diperiksa, dan saat ini ada 32 sudah ada hasilnya, dimana ada enam yang terkonfirmasi dan sudah diambil langkah-langkah," ungkap Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.


Pangdam berharap Satgas PPKM Mikro baik di Desa maupun RT sudah bekerja. Sehingga tentunya dengan adanya keberadaan Satgas ini mereka bisa mengambil langkah - langkah pencegahan, penanganan, pembinaan dan tentunya dukungan. 


"Seperti disini masyarakat yang hidupnya hanya dari hasil berkebun dan saat ini harus menjalani isolasi dirumah tentunya perlu perhatian. Disini kita memberikan dukungan berupa sembako sehingga bisa membantu keluarga - keluarga yang saat ini sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing - masing," tutupnya. (AdF/Pendam XII/Tpr)



SUMBARNET.COM - Melanjutkan silaturrahim kepada para mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang juga guru dan pemberi nasehat dalam menjalankan roda pemerintahan, di hari ketiga lebaran 1442 H/2021 M Wali Kota Padang Hendri Septa mengunjungi mantan Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim di Jl. Azizi Andalas Padang, Sabtu (15/5/2021).


Pembicaraan berlangsung santai, namun hangat. Wako Hendri sempat memuji Yusman Kasim yang masih terlihat bugar dan bersemangat meski berusia senja. 


"Pak Yusman tidak hanya mantan Wawako bagi kami, tapi juga orang tua yang nasehatnya selalu kami tunggu. Meski di usia yang tak lagi muda namun aura positif dan optimis selalu terpancar di wajah beliau, tak ubahnya semangat beliau dulu memimpin Kota Padang. Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilaturrahim satu sama lain," ucap Wako Hendri.


Yusman Kasim pun tampak senang dikunjungi Wako Hendri. Beliau mengapresiasi anak muda  yang telah berani menjadi pemimpin dan menyerahkan dirinya untuk menjadi milik masyarakat.


"Dengan menjadi Wali Kota, tentu ananda menjadi tumpuan harapan untuk dapat menjadikan kota ini lebih baik lagi kedepannya," ucap Yusman. "Saya doakan semoga ananda Hendri menjadi pemimpin yang dicintai rakyat," dukungnya.


Di samping itu, mantan Wawako Yusman Kasim juga memberikan masukan terhadap penanganan Covid-19 di skala RT/RW.


"Saran kepada Pak Wali untuk dapat mempertegas penerapan dan pengawasan prokes pencegahan Covid-19 di tingkat RT/RW sebagaimana Instruksi Mendagri Nomor 03/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19," tutur Yusman di penghujung silaturrahim siang itu. (AdF/BT/AR/Dod/Prokompim Pdg)



SUMBARNET.COM - Satgas Operasi Nemangkawi TNI-Polri terlibat kontak senjata dengan Kelompok Teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) di jembatan Mayuberi, Ilaga Puncak Papua pada Minggu (16/5).


Menurut pernyataan resmi Humas Nemangkawi, pada pukul 04.12 WIT, TNI-Polri berhasil menembak tiga teroris anggota kelompok teroris Lekagak Talenggen. Dalam aksi tersebut, dua orang meninggal dan satu orang melarikan diri dengan kondisi tertembak.


Setelah berhasil menguasai markas teroris OPM, tim gabungan TNI-Polri terus mengejar kelompok teroris yang selama ini meresahkan warga masyarakat di distrik Ilaga dan sekitarnya.


Tim Cakra dari komando operasi Pinang Sirih TNI yang tergabung dalam operasi penindakan Nemangkawi di distrik Ilaga melaksanakan penyergapan terhadap pos tinjau kelompok teroris OPM di kampung Mayuberi distrik Ilaga.


Dalam penyergapan tersebut 2 orang dari kelompok teroris OPM tewas (belum diketahui identitasnya) dan 1 orang melarikan diri dalam kondisi terluka.


Adapun barang bukti yang disita adalah 1 pucuk senjata Mouser kaliber 7.62, 25 butir munisi kaliber 5.56 mm, 16 butir munisi kaliber 7.62 mm, 5 butir munisi AK47, 17 butir selongsong 5.56 mm, 4 butir munisi hampa kal 5.56 mm, 4 butir selongsong 7.62 mm, 2 magazen Mouser, 2 handy talky, 1 teropong, 3 Hand phone merek Nokia, 1 Hand phone merek Samsung, 1 Headset Samsung, 1 sangkur, 1 pisau dapur, dompet, uang tunai 14.460.000, 1 buku tabungan Bank Papua atas nama Hosea Laene, Kartu Papua sehat, 3 KTP atas nama Hosea Laene, Martinus Murib, Nolli Hangeal, 1 kartu Gereja dan 1 bendera OPM.


Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal mengatakan saat ini TNI Polri masih melakukan penyisiran di sekitar TKP kontak tembak.


"Hari ini Satgas Gakkum Nemangkawi akan melakukan olah TKP di Mayuberi," katanya.


"Camp Mayuberi dikuasai TNI-Polri, kami akan terus mengejar dan melakukan penegakan hukum kelompok teroris yang saat ini berada pada zona Mini (Mimika, Intanjaya, Nduga dan Ilaga/Puncak)," imbuh Humas Satgas Nemangkawi dalam pernyataan resminya.


Senada, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa mengatakan bahwa pihak TNI akan selalu membantu dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam melakukan tindakan tegas terhadap kelompok teroris OPM yang selama ini selalu membuat teror di Papua. 


“TNI-Polri akan bertindak tegas kepada mereka (kelompok teroris OPM) untuk menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dari aksi-aksi teror yang selama ini mereka lakukan,” tegas Suriastawa.


Situasi di kota Ilaga saat ini sangat kondusif. Aktivitas warga seperti biasa, baik kegiatan ibadah gereja maupun kios-kios di pasar ramai penjual dan pembeli.  (**)



SUMBARNET.COM - Polri telah memutarbalikan sebanyak 36.468 unit kendaraan terkait larangan mudik Lebaran Sabtu (15/4/2021). 


Dari jumlah tersebut 16.607 unit diantaranya roda dua, 16.388 unit roda empat, 284 unit roda dua penumpang dan 3.189 unit kendaraan barang. 


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan jumlah kendaraan yang diputarbalik hasil penyekatan di 22 titik pada ruas tol. Kemudian 147 titik pada ruas non tol atau arteri dan 212 di ruas jalur alternatif. "Untuk total kendaraan yang diperiksa sebanyak 50.315 unit.  36.468 diantaranya diputarbalik karena tidak persyaratan yang telah ditentukan," ujar Argo dalam keterangannya, Minggu (16/5/2021). 


Menurut dia, pihaknya juga melakukan rapid test disela-sela penyekatan. Dari 3.250 kali rapid test yang dilakukan kepada pemudik 24 dinyatakan positif. Sementara 3.226 orang  negatif. "Kegiatan lainnya yang kami lakukan adalah pembagian masker kepada masyarakar. Untuk pembagian masker jumlah sebanyak 1.968 kali," ujar Argo. 


Untuk meminimalisir terjadi lonjakan penyebaran virus Covid-19, Polri kata Argo  telah memonitoring sejumlah telah wisata di Jakarta. Misalnya Ancol, TMII, Ragunan. Termasuk sejumlah tempat wisata di Jawa Barat seperti Pangadaran. 


"Hasil monitor dan pulbaket terkait situasi Kamtibmas dan arus lalin di lokasi wisata secara umum aman dan kondusif. Objek wisata pantai relatif kondusif tidak terdapat konsentrasi wisatawan yang melebihi batas normal," ungkap jenderal bintang dua ini. (rel)



SUMBARNET.COM - Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Pepatah yang melegenda di sebuah acara berita  kriminal di televisi itu, mungkin yang menggambarkan kasus curanmor di Ponorogo.


Tim Reskrim Polres Ponorogo baru-baru ini berhasil mengungkap kasus curanmor yang terjadi di depan toko Ahmad Stasiun, jalan Soekarno-Hatta, masuk Kelurahan Banyudono Ponorogo. Dilansir dari beritajatim.com pelaku yang berinisial BM (26) berhasil diringkus petugas saat akan menjual sepeda motor curiannya di wilayah Kabupaten Madiun.


“Kami telah menangkap pelaku curanmor di daerah pasar stasiun Kelurahan Banyudono Ponorogo,” kata KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi, Rabu (12/5/2021).


Kasus curanmor itu berawal saat korban memarkirkan sepeda motor Vario 125 dengan nopol AE 2573 VF di depan toko Ahmad Stasiun, sebab korban hendak berbelanja ke dalam toko tersebut. Sepeda motor itu tidak dikunci stang, malahan kuncinya berada di kontak sepeda motor.


“Selang 30 menit berbelanja, saat korban ke luar toko, sepeda motornya sudah tidak ada,” katanya.


Korban kemudian  melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ponorogo. Menindak lanjuti laporan itu, unit resmob langsung melunjur ke tempat kejadian perkara (TKP). Disana petugas menggali informasi yang kelak menjadi petunjuk untuk memburu pelaku pencuri sepeda motor.


Informasi yang digali dari saksi, polisi menduga pelaku adalah BM, warga Kabupaten Tegal Jawa Tengah yang indekos di belakang pasar stasiun Kelurahan Banyudono. Pelaku BM berhasil diamankan beserta barang buktinya sepeda motor Vario 125 saat menunggu calon pembeli di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun.


“Saat tertangkap, pelaku BM mengakui perbuatannya,” katanya.


Dari pengakuan pelaku, Ia masih pertama kali melakukan curanmor tersebut. Selain karena butuh uang untuk membayar utang, pelaku melakukan pencurian itu juga karena melihat sepeda motor dengan kunci yang masih menancap. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.


“Kita jerat dengan pasal 262 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (AdF/end/ted)



SUMBARNET.COM - Satreskrim Polres Kediri Kota menangkap empat orang tersangka pelaku penggeroyokan. Mereka adalah Louis Hagana (25); Angga Rexsa (21); Apriaanus (26) dan Deedi (3), semuanya warga Sumatra Utara.


Dikutip dari beritajatim.com keempat pelaku ditangkap karena melakukan penggeroyokan terhadap Rejo Bambang, Warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto. Saat ini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota.


Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Ketut mengungkapkan aksi pengerooyokan tersebut terjadi pada hari Senin (10/5/2021) di kediaman korban Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto. Sekitar pukul 15.00 WIB, ada seseorang yang tidak dikenal yang mengaku dan Pihak Koperasi Kemuning menagih hutang.


Kemudian terjadi cek cok di dalam rumah korban. Selanjutnya seseorang yang mengaku dari pihak Koperasi tersabut kaluar rumah dan memanggil temannya. Ketika korban ikut keluar rumah, tiba-tiba temannya sekitar enam orang mengeroyok korban.


Salah salu pelaku yaltu ARPG menabrak korban dengan menggunakan kendaraan bermotor Vixion hingga korban jatuh tersungkur. Selelah itu pelaku lainnya mongeroyok korban sehingga korban mengalami luka-luka. “Adapun luka tersebut di bagian wajah, badan serta ada luka di bagian tangan dan kaki,” ungkap AKP Ketut.


Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas mengamankan empat orang pelaku dalam kasus ini. Keempat pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penggeroyokan, ancaman hukuman 7 tahun penjara. (AdF/nm/kun)

 


SUMBARNET.COM - Rhony (29) bukan nama sebenarnya warga Wonokusumo Jaya Gg. 3 Surabaya terpaksa harus bersilaturohmi bersama keluarga dalam sekat jeruji besi. Bagaimana tidak, pria ini tertangkap polisi lantaran kedapatan memiliki sabu saat kejaring operasi di Jalan Karangrejo Gg.IV Surabaya.


Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Prans dilansir dari beritajatim.com mengatakan, ungkap kasus ini berawal dari anggota Reskrim laksanakan patroli. Patroli antisipasi kejahatan di wilayah hukum Polsek Wonokromo ini petugas mendapati Rhony dengan gelagat mencurigakan.


“Karena mencurigakan, dia didatangi dan dilakukan penggeledah oleh anggota. Benar pelaku memiliki danatau menyimpan sabu dalam bungkus plastik,” jelas Arie, Sabtu (15/5/2021).


Dalam penggeledahan Rhony, petugas menemukan sepaket plastik klip kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Saat dilakukan penimbangan bungkusan tersebut memiliki berat kurang lebih 0,26 gram. Bahkan saat diintrogasi, pelaku mengakui jika barang haram itu milik dia dan akan digunakan sendiri.


Atas dasar hal itu, kemudian Rhony diamankan untuk di bawa ke Polsek Wonokromo Surabaya guna proses penyidikan lebih lanjut. “Masih dalam pemeriksaan dan perlengkapan berkas,” lanjutnya.


Oleh petugas pelaku disangka dengan Pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. (AdF/man/kun)



SUMBARNET.COM - Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K.,M.H mengintruksikan kepada jajarannya agar selalu mengintensifkan posko penyekatan pada jalur yang menjadi akses masuk ke Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Hal ini penting, mengingat aktivitas kendaraan terus berlangsung meski sudah H+2 lebaran, atau tepatnya Sabtu 15 Mei 2021.


Kian diintensifkannya pemeriksaan di posko penyekatan bertujuan agar 'migrasi' Covid-19 dapat diantisipasi pasca lebaran Idul Fitri, terutama bagi warga yang masuk ke Kota Pekanbaru. Hal serupa juga diantisipasi bagi mereka yang ke luar. Salah satu yang menjadi atensi adalah jalur lintas barat yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar.


Terpantau pada Sabtu sore, petugas memeriksa setiap kendaraan yang hendak melewati posko penyekatan, tepatnya di persimpangan Garuda Sakti Jalan HR Soebrantas. Kepolisian juga mengecek satu persatu kendaraan dan penumpangnya, apakah sudah sesuai dengan syarat ketentuan yang diberlakukan.


"Kita terus maksimalkan fungsi posko penyekatan. Petugas kita memeriksa kendaraan, baik itu yang hendak masuk atau yang meninggalkan kota (Pemeriksaan kedua arah, red)," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K.,M.H.


Ia menuturkan, pemeriksaan di posko penyekatan tidak boleh kendur, meski sudah H+2 lebaran. Justru, antisipasi mesti optimal karena mobilitas masyarakat meningkat. Ia pun mengimbau warga agar bersabar, bila terjadi antrian kendaraan pada posko penyekatan.


"kita mohon maaf bila terjadi antrian, karena petugas melakukan pemeriksaan," harap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K.,M.H


Bukan tanpa sebab, jalur lintas barat Kota Pekanbaru merupakan akses yang setiap tahun selalu dipadati kendaraan, terutama pemudik. Wilayah ini pun jadi atensi Kapolresta Pekanbaru dalam penjabaran aturan peniadaan mudik tahun ini oleh pemerintah. "Pemeriksaan juga kita maksimalkan pada jam-jam krusial (jam yang banyak kendaraan melintas, red)," yakin Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K.,M.H


Selain pengetatan di posko penyekatan, jajaran Polresta Pekanbaru juga kian intens berpatroli di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya kerumunan, dengan sasaran tempat keramaian, kafe, tempat nongkrong dan sejenisnya. "Itu masih berjalan terus termasuk penyekatan pada jalan yang ramai dilewati warga," singkatnya.


Kombes Pol H. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K.,M.H pun mengimbau masyarakat kota Pekanbaru untuk mengurangi mobilitas di luar rumah, jika tidak ada keperluan yang mendesak. "Lebih baik di rumah saja, karena angka penyebaran Covid-19 di Pekanbaru relatif masih tinggi," pungkasnya. (AdF/Humas Polresta Pekanbaru)



SUMBARNET.COM - Tiga Pilar Jakarta Barat akan bersinergi dalam mengantisipasi warganya yang baru saja melakukan aktifitas mudik ke kampung halaman ketika perayaan hari raya idul fitri 1 syawal 1442 H.


Pihaknya akan melakukan 3 T yaitu dengan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada warga yang terpapar COVID-19 (treatment) langkah ini dilakukan dengan cara door to door mendatangi warganya yang telah melakukan arus mudik ke kampung halamannya baik melalui para bhabinkamtibmas maupun babinsa dan pihak Rt setempat.


Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan pihaknya akan bersinergi bersama 3 pilar Jakarta Barat untuk menghimbau warganya yang melaksanakan mudik kekampung halaman


"Diharapkan bagi warga yang akan kembali ke Jakarta agar melengkapi dirinya dengan membawa hasil test swab sebagai bukti dirinya bebas Covid-19," ujar Kombes pol Ady Wibowo saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/5)


Ady menjelaskan kami juga akan melakukan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment serta menyediakan fasilitas untuk warga nya yang telah melakukan mudik kekampung halaman untuk melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu melalui posko kampung tangguh Jaya yang berada di wilayah masing-masing.


Kami berharap agar warga Jakarta Barat segera melaporkan kepada pihak Rt setempat ataupun Bhabinkamtibmas dan babinsa dengan membawa hasil bukti swab test bebas dari Covid-19, sehingga pihaknya bisa memprofeling warganya aman dari Covid 19, bagi warganya yang belum memiliki kelengkapan bukti hasil swab kami juga akan menyediakan fasilitas swab kepada warga


"Kami akan bekerja sama baik dengan pihak puskesmas maupun urkes Polres metro jakarta barat untuk menyediakan swab antigen gratis kepada warga," tuturnya.


Melalui peran Bhabinkamtibmas dan babinsa sebagai leading sector wilayah masing-masing dapat menyentuh ke segala lini di masyarakat sehingga anggota kami dilapangan dapat melakukan pendataan dan penginputan melalui aplikasi Covjakbar sehingga kita mampu melihat perkembangan dan memetakan warganya yang terpapar Covid-19 pasca arus mudik ke kampung halaman pasca perayaan idul fitri tahun ini


Ady berharap dengan peran aktif masyarakat yang melaporkan baik melalui rt setempat maupun Bhabinkamtibmas dan babinsa bisa secara dini kami dalam mengambil langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran virus Covid-19. (AdF/hms)

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius