SUMBARNET.COM - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tertutup dengan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag. Tunjangan guru non PNS di lingkungan kementerian agama (Kemenag) menjadi perhatian khusus Lisda Hendrajoni, anggota DPR RI komisi VIII dari fraksi Nasdem.

“Kita berharap kementerian agama memperhatikan kesejahteraan guru, khususnya tunjangan guru PNS. Karena ini menyangkut perkembangan dan kemajuan pendidikan kita,”ucap Lisda Hendrajoni, Kamis (27/2/2020).

Lisda menuturkan bahwa tunjangan guru itu harus menjadi perhatian di jajaran Kemenag dalam menyusun anggaran di lembaga mereka dalam target dan pelaksanaan program anggaran tahun 2020 ini.

“Kita dorong agar Kemenag menaikan tunjangan guru-guru kita ini karena maju mundurnya dunia pendidikan di tangan mereka,”tambah ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Sumatera Barat ini.

Selain tunjangan guru-guru, peningkatan sarana dan pra sarana untuk madrasah swasta dan pondok pesantren juga menjadi perhatian anggota DPR yang berasal dari Sumbar itu.

Hal itu agar dunia pendidikan Indonesia lebih berkualitas dan para siswa serta santri dapat belajar dengan nyaman.

“Kami juga mengusulkan untuk ada peningkatan bantuan sarana untuk madrasah dan pondok pesantren dalam target dan sasaran program anggaran tahun 2020 ini,”urainya.

Lisda menambahkan, kedepan agar Dirjen pendidikan Islam mampu meningkatkan tata kelola sekolah dan madrasah yang masih kurang. Serta bisa melakukan pembinaan dan kompetensi dalam bidang keprofesian.

“Kita berharap kualitas sekolah-sekolah dan universitas dibawah lingkungan Kemenag dapat meningkat. Melahirkan lulusan-lulusan yang punya daya saing dan punya kompetensi dalam menyambut persaingan global,” demikian paparan Lisda Hendrajoni.

(Source: Wartakota.com)

SUMBARNET.COM - Atas nama Pemerintah Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik digelarnya acara tradisi "Urak Balabek" Alek Nagari Pauh IX Kuranji dalam rangka prosesi melewakan (mengukuhkan) gala (gelar) guru / tuo silek (silat) khususnya di daerah Kuranji.

Kegiatan pagelaran adat yang dihelat selama Kamis-Sabtu (27-29/2/2020) itu, diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang yang didukung Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta tuo-tuo silek di Pauh IX dan pihak terkait lainnya.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang tersebut dalam sambutannya sewaktu membuka secara resmi Kegiatan yang dihelat di halaman Kantor KAN Pauh IX Kuranji, Kamis malam (27/2/2020).

Seperti diketahui, kegiatan Urak Balabek ini merupakan tradisi anak nagari Pauh IX yang terdiri dari sembilan tapian. Guna memeriahkan acara itu, pada paginya ratusan pandeka (pendekar) silat Pauh IX, Kecamatan Kuranji telah dibawa keliling kampung dengan arak-arakan menaiki kendaraan bendi mengambil start di halaman kantor KAN Pauh V dan melewati sejumlah rute hingga finish di halaman Kantor KAN Pauh IX.

"Alhamdulillah, kegiatan Urak Balabek ini menjadi berkah bagi Kota Padang, dimana melihatkan para ninik mamak yang selalu saling bersama menjaga pelestarian nilai-nilai adat yang merupakan kebanggaan orang Minangkabau," ungkapnya.

Menurut Hendri, Pemerintah Kota Padang saat ini memang sangat membutuhkan sumbangsih nyata seperti hal ini. Dimana tertuang besar sekali harapan kepada seluruh generasi muda untuk jangan sampai ragu danmalu menerima transfer dari ilmu-ilmu yang diberikan ninik mamak atau orang tua adat.

"Karena ini semua adalah harapan mereka para ninik mamak kita juga, bagaimana ilmu-ilmu atau tradisi yang ada senantiasa diwarisi turun temurun kepada generasi ke generasi selanjutnya. Ingat, jangan sampai nilai-nilai adat dan budaya kita hilang meskipun zaman terus berkembang," wawako mengingatkan.

Lebih lanjut menurut Hendri lagi, dengan kegiatan Urak Balabek ini ia juga meyakini akan mengurangi tingkat kenakalan remaja atau hal-hal negatif lainnya. Hal itu dikarenakan, mereka sudah disibukkan dengan hal-hal yang telah diajarkan seperti adat dan tradisi-tradisi yang ada di tengah kehidupan sehari-hari.

"Untuk itu, sekali lagi atas nama Pemerintah Kota Padang kita sangat berterima kasih dan berharap agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan. Insya Allah tahun depan semoga akan menggelarnya lebih meriah lagi termasuk juga melibatkan kaum millenial dan pihak terkait nantinya," harap Wawako Hendri Septa bersemangat.

Sementara itu Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX Irwan Basir Datuk Rajo Alam, mengatakan menganggap penting acara Urak Balabek tersebut yang menandakan nagari Pauh IX itu memiliki isi, aktivitas, kearifan lokal dan output yang dihasilkan melalui silek sebagai ikonnya nagari Pauh IX dan juga Pauh X.

"Melihat kondisi dan situasi terkini, muatan lokal yang dimiliki itu harus terus ditumbuhkembangkan melalui aktivitas positif. Baik itu melalui acara sesembahan adat, randai dan silek sehingga aktivitas masyarakat atau para ninik mamak itu bisa diisi dengan kegiatan yang bisa dilanjutkan kepada generasi berikutnya. Maka itu kami di tapian Nagari Pauh IX dan KAN Pauh IX akan memberikan peluang yang sangat besar dan perhatian khususnya terhadap berbagai permasalahan yang ada di nagari ini," tuturnya.

Pada kegiatan yang dihadiri ratusan tuo silek di Pauh IX Kuranji itu, juga dihadiri Ketua IPSI Kota Padang Zulhardi Z Latif beserta pengurus. Ketua Badan Musyawarah Nagari (BMPN) Pauh IX Muhammad Fikar Datuk Rajo Magek, Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Selain itu juga hadir sejumlah anggota DPRD Kota Padang daerah pemilihan (dapil) Kuranji dan Pauh antara lain Mastilizal Aye, Yandri Hanafi, Musni Zen, dan Zalmadi. Selanjutnya Kepala Disparbud Kota Padang Arfian serta pimpinan OPD terkait lainnya.


#AdF | David/Rengga/Taf/Humas Padang

SUMBARNET.COM - Sepertinya baru kali ini PKS berdinamika menentukan kader terbaik maju sebagai Cagub Sumbar di Pilkada 2020.

Belum 24 jam Mahyeldi fit and propertest di PPP bersama pasangannya Audy. Rabu malam giliran Riza Falepi bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Hebatnya lagi Riza bertemu Muhaimin diantar langsung oleh tokoh sentral PKS yang Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Berdinamika PKS banyak pihak berpersepsi terkait apa dan mengapa PKS di Sumbar berebut kursi Cagub 2020.

Pengamat Politik Sumbar Yosmeri, menanggapi biasa ada dua atau lebih kader terbaik berebut calon kepala daerah dari partainya.

“Justru menariknya ketika Pak Riza Falepi diantar Pak Irwan Prayitno melakukan lobi-lobi politik, faktor Irwan Prayitno tentu beri keuntungan kepada Riza Falepi,”ujar Yosmeri saat bincang menuju Pilkada Gubernur Sumbar 2020, Jumat 28/2 di Padang.

Atau mungkin Irwan Prayitno yang kelasnya 'begawan' politik di Sumbar, dalam geografis politik di Sumbar Mahyeldi sebagai Walikota di Padang adalah pasword bagi PKS menghadapi Pemilu 2024.

“Hitungan Pak Irwan Prayitno jauh kedepan, jika Mahyeldi maju dan memenangi Pilkada tentu Padang sebagai pintu gerbang politik Sumbar lepas dari tongkrongan kader PKS karena yang naik jadi Wako, wakil walikota sekarang Hendri Septa yang note bene kader PAN,”ujar Yosmeri.

Bisa saja kata Yosmeri, menjagokan Riza Falepi, Irwan Prayitno ingin Mahyeldi menyelesaikan amanah rakyat sebagai Walikota Padang.

“Konsekuensi pemimpin mengemban amanah, Mahyeldi meraih suara terbesar masyarakat pada Pilkada Padang 2018 lalu, di sisi ini pak Irwan Prayitno tepat,”ujar Yosmeri.

Apalagi semua orang tahu kalau saat debat Pilkada Kota Padang lalu Mahyeldi berjanji tidak berhenti di tengah jalan.

“Ini bisa juga jadi pertimbangan kenapa Pak Irwan Prayitno mendukung Riza. Karena Pak Irwan inginkan Pak Mahyeldi menyelesaikan janjinya saat debat Pilkada dulu untuk memimpin Padang sampai selesai,”ujar Yosmeri.

Sementara pengamat politik FISIP Unand Padang Ilham Aldelano Azre justru menilai rebutan calon di PKS adalah aneh.

“Saya justru menilai aneh dan ada apa, dua calon berebut kapal PKS untuk Pilkada Sumbar, ini menunjukan dugaan faksi di PKS memang ada. Karena selama ini untuk Calon Kepala Daerah PKS punya standar baku dan selalu dimunculkan satu kader,”ujar Azre.

Tapi adanya Mahyeldi dan Riza tentu PKS ingin membuktikan bahwa stok kader jadi kepala daerah melimpah, PKS tidak minim kader.

“Tapi harus diingat kemampuan Pak Irwan Prayitno soal lobi dan soal memenangkan jangan dipandang sebelah mata,”ujar Azre.

Soalnya Irwan Prayitno di pentas pemilihan sejak 2010 selalu dipayungi hoki.

Dari data media, setelah memenangkan Pilkada Sumbar 2010 lalu, Irwan Prayitno selalu bisa angkat pamor PKS di mata pemilih Sumbar.

Seperti memenangkan suara Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014, lalu punya andil menangkan kader di berbagai Pilkada di Sumbar.

Terkahir yang top itu mengantarkan Nevi Zuairina terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar 2 bukan termasuk Dapil kampung halaman Nevi Irwan Prayitno. (Nov)

SUMBARNET.COM - Omnibus Law yang saat ini sedang dicuatkan Pemerintah Republik Indonesia, nampaknya masih memancing perdebatan panjang.

Karena pelaksana kerja akan menderita, hal ini bakal dialami Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia ( APBMI ) .

Menurut Ketua APBMI Sumatera Barat, HM Tauhid, SIP, apa yang dulakukan pemerintah jelas akan membuat para pengusaha dan pekerja dibidang bongkar muat makin terjepit.

Tauhid juga   merasa kecewa atas regulasi ini, karena jelas-jelas tidak menunjukkan keberpihakan pada warga negara yang berusaha dibidang ini.

"Mengapa APBMI sebagai Asosiasi Resmi bidang PBM tidak dilibatkan dalam penyusunan draft RUU tersebut, apalagi ini berkaitan langsung dengan kerja kami" ungkap Tauhid didampingi pengurus lainnya, Jum'at (28/2/2020).

Ditambahkan Tauhid, mereka juga meminta agar bisa ditinjau kembali aturan yang ada di Omnibus Law

"Kami tegaskan pemerintah harus meninjau kembali, khususnya pasal 91 berkenaan dengan Syarat harus Badan Usaha BUP yang boleh menjalankan Usaha di Pelabuhan, sedangkan untuk menjadi BUP syaratnya tidak mampu dipenuhi oleh perusahaan swasta yang sudah dulu ada dan beroperasi," Tambahnya.

Tauhid dan pengurus APBMI Sumbar juga menilai, lahirnya Omnibus Law ini akan mematikan para pengusaha PBM di Pelabuhan, karena syarat tersebut seperti akal-akalan pihak tertentu dalam membunuh bidang usaha ini.

"Ini  sama juga membunuh kami, padahal dalam Pidato Presiden Jokowi pada Rapimnas Kadin di Bali, ditegaskan bahwa BUMN dan Pemerintah akan mendahulukan Perusahaan Swasta untuk bekerja seluas-luasnya," Tegas Tauhid lagi.

 Dalam Pantauan berbagai pihak, memang lahirnya Omnibus Law telah menjadi perdebatan serius dikalangan para pelaku usaha serta pemangku kekuasaan, sehingga berdampak buruk pada sektor ekonomi dan para pengusahanya.

Dengan  berdampak bagi perusahaan secara otomatis akan berdampak buruk pula pada ribuan buruhnya yang sudah mencari nafkah  bertahun-tahun lamanya, untuk menghidupi keluargannya.

Dalam pertemuan dengan insan pers, semua pengurus APBMI tetap akan mepanjutkan perjuangan mereka untuk membatalkan RUU ini.

"Kami APBMI Sumbar tetap akan berjuang bersama-sama teman-teman yang lain se-Indonesia, untuk membatalakan RUU ini menjadi UU, karena akan berdampak buruk pada ribuan jiwa yang mencari nafkah pada bidang usaha ini," tegasnya mengakhiri.(nov)

SUMBARNET.COM - Urak Balabek merupakan tradisi malewakan guru silek atau biasa disebut tuo silek, hal ini digelar oleh Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji pada Kamis (27/2) bertempat di Medan Nan Bapaneh Kantor KAN Kuranji.

Pagelaran itu dihadiri oleh M Fikar Datuk Rajo Magek Ketua Badan Musyawarah Pembangunan Nagari Kuranji beserta rombongan, tampak juga Irwan Basir Datuk Rajo Alam, Evi Yandri Rajo Budiman dan tokoh adat dan Nagari Pauh IX beserta Hendra Septa Wakil Walikota Padang.

Sebelum pagelaran dimulai, pada siangnya para guru silek tersebut diarak mulai dari kantor KAN Pauh V menuju kantor KAN Pauh IX dengan menggunakan bendi.

"Urak Balabek ini merupakan tradisi adat yang sudah ada sejak turun temurun, merupakan bagian dari pelestarian Nilai - nilai adat dan budaya si Ampek Baleh," kata M Fikar.

Dengan adanya tapian makanya harus ada sasaran. Sasaran inilah sebagai wadah latihan beladiri silek dan diisi kegaiatan anak nagari ke arah posisitf.

M. Fikar Datuk Rajo Magek menyebut, "urak balabek tempatnya mereka di dahulukan selangkah, ditinggikan sarantiang dan dalam pengakuan guru tuo silek yang profesional dalam hal pengakuan dirinya terhadap sasaran tapian-tapian yang ada. Maka dari itu, kami sangat mendukung dan mengapresiasi acara urak balabek ini," sebutnya.

M Fikar berharap, "dengan diadakannya kegiatan urak balabek ini, seluruh generasi muda nagari bisa belajar banyak dan menjauhkan dari hal - hal negatif. Tentunya dengan dukungan oleh semua pihak, baik masyarakat nagari maupun pemerintahan Kota Padang sendiri, harapnya.(AdF)

SUMBARNET.COM - Tahun ini sebanyak 11 kabupaten dan 2 kota di Sumatera Barat akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada 23 September 2020. Dari 2 kota itu, salah satunya adalah Kota Pariaman, yang memiliki daftar pemilih sebanyak 61.594, dengan rincian 30.260 pemilih laki-laki dan pemilih perempuan sebanyak 31.334.

Untuk itu, stabilitas keamanan menjelang pilkada itu menjadi prioritas utama dari program yang diusung oleh Polres Pariaman. Hal ini disampaikan Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, S.iK., M.Hum.

“Tahun ini khususnya Kota Pariaman ikut melaksanakan pilkada serentak, jajaran Polres Pariaman harus siap dengan kondisi apapun terutama keamanan,” ungkapnya,

Andry Kurniawan mengatakan, untuk mewujudkan berlangsungnya pilkada damai, Polri tidak bisa melaksanakan tugasnya sendiri. “Butuh kebersamaan untuk menciptakan kondisi damai saat pilkada berlangsung.

Oleh karena itu, peran serta dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan pilkada damai,” katanya.

Kapolres juga mengajak seluruh jajaran kepolisian khususnya di wilayah hukum Polres Pariaman untuk tidak segan dalam menjalin komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat.

“Marilah kita ciptakan suasana kekeluargaan diantara kita, pilihan boleh berbeda tapi semangat kebersamaan untuk membangun Kota Pariaman menjadi service city itu lebih utama,” pungkasnya.

#AdF | Danil/Humas Polres Pariman


SUMBARNET.COM - Tokoh muda Nagari Pauh IX Risman Chaniago memberikan apresiasi terhadap kegiatan Urak Balabek yang digelar di areal Kantor KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang, 27-29 Februari 2020.

"Sebagai anak Nagari Kuranji, saya ikut bangga dan mengapresiasi kegiatan Urak Balabek ini," ungkap Risman ketika berbincang-bincang dengan wartawan di Kuliner Fkan Pauh IX Kuranji, Kamis (27/2/2020) siang.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini secara tidak langsung akan mendatangķan multi efek bagi masyarakat. Misalnya, masyarakat yang awalnya tidak tahu apa itu Urak Balabek menjadi tahu.

Kemudian dampak ekonominya, pedagang makanan ikut kecipratan rezeki dan banyak yang lainnya. Termasuk para kusir bendi juga ikut mendapatkan berkah karena bendi mereka disewa panitia untuk acara arak-arakan.

"Kalau perlu setiap minggu kita buat acara di Kantor KAN Pauh IX ini," ucapnya seraya memberikan dukungan moril.

Diakuinya, dari dulu orang Kuranji itu terkenal kreatif dan kompak. Makanya, tak heran apa pun acara yang dibuat di Kantor KAN Pauh IX selalu ramai dikunjungi masyarakat.

"Nah, semangat kebersamaan ini merupakan modal bagi kita dalam membangun Nagari kita ini. Oleh sebab itu, mari sama-sama kita jaga dan kita pertahankan," ajak orang kepercayaan Ketua DPRD Kota Padang itu mengakhiri.

#AdF | noa/taf

SUMBARNET.COM - Laga Persahabatan bertajuk independent mulai dilakukan Fakrizal-Genius Fotball Club (FGFC).

Untuk Friendly Game Independent perdana ini FGFC melawat ke Lapangan Bola Koto Hilallang bertemu Simpang Canduang (Simcan) FC Agam, Sabtu 29/8. Hebatnya Irjen Pol Fakhrizal direncanakan langsung memimpin skuad melawan tim tuan rumah.

“Kita ingin membangun silaturahim dengan kesebelasan anak nagari di Simpang Canduang, laga persahabatan mengangkat tema happy dan sportif,”ujar Irjen Pol Fakhrizal yang disebut maju sebagai Cagub Perseorangan pada Pilkada Sumbar 2020.

Sementara Manajer FGFC Ade Suharmansyah mengatakan laga persahabatan bertajuk independent dilakukan karena Irjen Pol Fakhrizal itu penggila bola kali dan dulu saat muda di Padang pernah memperkuat PSP.

“Jadi di tengah upaya untuk maju Cagub, berlaga dengan kesebelasan nagari di Sumbar, Pak Fakhrizal siap meluang waktu untuk ikut bersama tim berlaga,”ujar Ade.

Bahkan menurut Ade skuad FGFC sudah terbentuk sejak Desember lalu, kini sudah melakukan pemantapan.

“Skuad FGFC siap melakoni laga perdana Friendly Game Independent, Sabtu sore di Lapangan Koto Hilalang Canduang Agam,”ujar Ade yang juga sudah melakukan pertemuan dengan kesebelasan Simcan FC.

“Ya Kamis kita sudah advand ke sana, uih semangat tim luar biasa, mereka sangat antusias menyambut Fakhrizal dan skuadnya dan siap membekuk FGFC,”ujar Ade.

Caun, Kapten FGFC mengatakan seperti arahan Fakhrizal, laga firendly independent untuk menambah kawan dan sahabat.

“Untuk strategi tidak disiapkan khusus, yang pasti pesan Pak Jenderal bermain baik dan semangat serta menjaga nilai nilai spotifitas,”ujar Caun yang pastikan timnya tak gentar menghadapi semangat dan antusias tim Simcan FC. (rilis: fgfc/bov)

SUMBARNET.COM - Pagelaran anak nagari Pauh IX Kuranji, Urak Balabek dalam arak para pandeka yang merupakan rangkaian acara yang digelar IPSI Kota Padang dilepas secara resmi oleh Ketua KAN Pauh V.

Urak Balabek dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Arfian, mendapatkan apresiasi oleh Duo Datuak Nagari Pauh IX, M. Fikar Dt. Rajo Magek, S. Ag, MM, M. Pd dan Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM yang diadakan di singasana Medan nan bapaneh Kantor KAN Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/020/2020).

Ratusan pandeka (Pendekar) silat Pauh IX, Kecamatan Kuranji diarak menumpang bendi. Prosesi ini merupakan rangkaian tradisi Urak Balabek, yaitu malewakan (pengukuhan) guru silek (silat) daerah ini.

Pada kesempatan itu, Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM didampingi M. Fikar Dt. Rajo Magek, S. Ag, MM, M.Pd mengatakan, acara Urak Balabek merupakan bagian dari pelestarian Nilai - nilai adat dan budaya si Ampek Baleh, yaitu Pauh V dan Pauh IX, paparnya.

Ia menjelaskan, acara ini merupakan acara sosial penerapan dalam masyarakat sebagai pranata hukum adat yang ada tapian yang ada dinagari. " Nah, dengan adanya tapian maka adanya sasaran. Maka, sasaran inilah sebagai wadah latihan anak nagari, anak kemanakan untuk belajar beladiri silek dan diisi kegaiatan anak nagari ke arah posisitf," tuturnya.

M. Fikar Datuk Rajo Magek menambahkan, urak balabek tempatnya mereka di dahulukan selangkah, ditingikan sarantiang dan dalam pengakuan guru tuo silek yang profesional dalam hal pengakuan dirinya terhadap sasaran tapian-tapian yang ada. Maka dari itu, kami sangat mendukung dan mengapresiasi acara urak balabek ini, dan didukung penuh oleh DPRD Padang dan Sumbar juga Pemerintah Kota Padang, ujarnya.

"Tentunya ini sebagai bukti bahwa, dinagari tersebut ada berpenghuni dan mambangkik batang tarandam," ujarnya.

Dengan adanya kegiatan urak balabek ini, seluruh generasi muda nagari bisa belajar banyak dan menjauhkan dari Hal - hal negatif. Tentunya dengan dukungan oleh semua pihak, baik masyarakat nagari maupun pemerintahan Kota Padang sendiri, harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian juga mengatakan, acara Urak Balabek merupakan bagian dari pelestarian nilai-nilai adat dan budaya si Ampek Baleh, yaitu Pauh V dan Pauh IX.

“Kegiatan Urak Balabek ini merupakan tradisi anak nagari Pauh IX, yang terdiri dari sembilan tapian. Kesempatan ini juga dalam rangka melestarikan Nilai - nilai tradisi dan budaya,” katanya.

Ketua IPSI Kota Padang Zulhardi Zakaria Latif mengatakan, arak-arakan bendi-bendi mengambil start di halaman kantor KAN Pauh V.

Selanjutnya, arak-arakan akan melewati jembatan Lambuang Bukik terus ke Simpang Kuranji, berbelok ke Belimbing melewati Gunung Sarik, balai baru terus ke Bypass menuju kantor KAN Pauh IX.

“Nanti di kantor KAN Pauh IX akan disambut oleh Ketua MPA KAN Pauh IX dan ninik mamak se Pauh IX,” pangkasnya.(rel)

SUMBARNET.COM - Merasa diberatkan dengan regulasi pemerintah, yang dituangkan dalam PERMENHUB 118,  puluhan driver online dengan nama komite aksi nasional driver online (KOMANDO), melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Sumbar, Kamis (27/2/2020).

Aksi yang dipimpin Seoriadi terlebih dahulu berkumpul dihalam GOR H. Agus Salim Padang, selanjutnya menuju kantor dinas perhubungan provinsi Sumatera Barat, dan terakhir melakukan orasi serta audensi di gedung DPRD Sumbar.

Keberatan para driver tersebut karena Permenhub 118 disinyalir akan dimanfaatkan pihak tertentu, meng-atasnama-kan koperasi, dengan mengutip iyuran bulanan, penarikan uang jasa ASK dan penarikan uang dalam pengerusan KEP pada dinas perhubungan.

Atas dasar pertimbangan tersebut, para driver tersebut mempergunakan hak demokrasinya, dalam menyampaikan pendapat guna memperjuangkan hak-hak sipil mereka.

Para driver online tersebut, tidak menunggu waktu lama langsung diterima wakil ketua DPRD Sumba Suwirpen Suib didamping salah seorang kabid dari Dinas Perhubungan provinsi Sumatera Barat.

Dalam diskusi, wakil ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib mengatakan, apa yang disampaikan sudah tepat karena lembaga ini merupakan perpanjangan tangan masyarakat.

"Apa yang dilakukan driver online merupakan hal wajar juga sudah tepat, karena DPRD merupakan perpanjangan tangan rakyat, dalam menampung dan menyampaikan aspirasi," ulas Suwirpen.

Ditambahkannya, semua tuntutan yang disampaikan para driver onlin akan dilanjutkan pada pemerintah pusat, karena keputusan tersebut merupakan hak mentri yang merupakan pemerintah pusat.

Suwirpen juga mengapresiasi para driver online, karena dalam aksi unjuk rasa memanga benar-benar tertib, serta jauh dari anarkisme, sehingga semua dapat berjalan baik.

'Saya berterimakasih pada driver online yang sudah datang menyanpaikan aspirasi dengan tertib, sehingga semua bisa berjalan baik dan saling menerima dalam dialok yang diadakan tadi," tambah Suwirpen.

Setelah melakukan orasi dan diskusi sekitar 1 jam lebih dengan pimpinan DPRD Sumbar, KOMANDO yang diisi para driver online tersebut meninggalkan DPRD kembali menuju GOR H. Agus Salim Padang, untuk selanjutnya menjalankan kegitan rutin masing-masing.(nov)
Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius