SUMBARNET.COM - Beberapa wartawan di Padang menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, pada Sabtu (17/4) di rumah makan ikan bakar jalan samudra.


"Agenda buka puasa ini yakni mendirikan koperasi yang diberi nama KOIN Pers Sejahtera, sekaligus membentuk struktur kepengurusan," kata Ad Firma selaku koordinator.


Hadir dalam pendirian koperasi tersebut puluhan wartawan yang sepakat menunjuk Dafit Laksus sebagai ketua dan Firman Wanipin menjadi pengawas.


Tampak juga Kabid Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Arlis Wandi bersama penyuluh Karlina yang mendukung sepunuhnya atas pendirian koperasi wartawan ini.


Ketua terpilih Dafit Laksus menyebut, " koperasi ini berlandaskan kepada asas persamaan dan persaudaraan antar sesama jurnalis/pers untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan," sebutnya.


"Tujuan didirikannya KOIN Pers Sejahtera ini adalah membantu program pemerintah, membuka lapangan pekerjaan dan embangun dan meningkatkan perekonomian insane pers yang mapan dan mandiri," ujar Dafit Laksus.


Adapun syarat anggota harus mengisi blangko kesediaan menjadi anggota, membayar simpanan pokok 1 juta rupiah, membayar simpanan wajib 50ribu rupiah tiap bulan dan patuh terhadap ketentuan yang sudah ditetapkan.


Berikut Struktur KOIN Pers Sejahtera


a. Pengawas:

1. Wanipin

2. Dedi Prima

3. Antanius


b. Pengurus:

Ketua: Dafit Laksus

Wakil Ketua: Ad Firma


Sekretaris: Deni

Wakil Sekretaris: Danil


Bendahara: Yeni Laura


Anggota:

1. Nice Ardila

2. Efando

3. Dori Eka Putra

4. Nasrul

5. Aditia

6. Osmond

7. Chairul

8. Adrizal

9. Erifal Candra

10. Dodi 

11. Zainal Koto. (rel)



SUMBARNET.COM - Afrizal Ketua Komisi III Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan Safari Ramadhan 1442 H/2021 M ke mesjid Qawiyyah Parak Jigarang Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji.jumat malam(17/4)


Meski sempat tidak melakukannya kegiatan ini pada Ramadan sebelumnya akibat pandemi Covid-19, namun di Ramadan tahun ini Tim Safari Ramadhan DPRD Provinsi yang diketuai oleh Afrizal melakukan kunjungan kepada sebanyak 10 masjid dan 4 mesjid berada di Kecamatan Kuranji salah satunya di mesjid Qawiyyah Parak Jigarang.


Dalam kesempatan ini Afrizal selaku Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat berharap kepada pengurus dan masyarakat untuk memakmurkan mesjid dan mushalla setiap malam.Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh nabi besar Muhammad SAW dimana semakin ramai mesjid semakin banyak rahmat Allah diturunkan ke muka bumi.


Afrizal juga berharap kepada masyarakat yang meramaikan mesjid dan mushalla tetap menjaga protokol kesehatan, artinya memakai masker,jaga jarak dan selalu mencuci tangan.


"Kita harapkan prokes ini bisa terlaksana disetiap ada acara keramaian di setiap mesjid dan mushalla yang melaksanakan salat tarawih dan witir"ungkap ketua komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat


Afrizal juga berharap dengan puasa tahun sekarang yang sudah diberkenankan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan sholat tarawih di mesjid.Tentunya memperhatikan keamanan lingkungan,karena sebagian besar masyarakat pada malam harinya sudah ke mesjid tentu rumahnya yang perlu kita perhatikan,"Yang pertama kompor tolong diperhatikan yang ke dua kunci pintu dan yang lainnya," kata ketua LPM Provinsi Sumatera Barat


Terakhir Afrizal menyerahkan bantuan kepada pengurus mesjid sebanyak 20 juta.Tentunya kita berharap kepada pengurus mesjid agar bantuan ini bisa digunakan dan dilipat gandakan untuk pembangunan mesjid.Sehingga kegiatan keagamaan ini bisa berjalan dengan maksimal.


Hari selaku pengurus Mesjid Qawiyyah mengucapkan terimakasih kepada bapak Afrizal yang sudah mengadakan kegiatan Safari Ramadhan ke tempat kami.


Hari juga berharap kepada bapak Afrizal selaku anggota DPRD Provinsi agar selalu memperhatikan warga yang ada di parak Jigarang.


Selanjutnya Hari juga menyampaikan tujuan dari bantuan yang diserahkan ini yaitu untuk kelanjutan perkembangan mesjid seperti perbaikan pintu dan lantai mesjid.


Terakhir hari juga berpesan kepada masyarakat parak Jigarang agar cerdas dalam memilih perwakilan rakyat untuk duduk di DPRD"jangan sampai kita dibodohi dengan bantuan sesaat dan janji-janji yang tidak jelas, pilihlah perwakilan rakyat yang betul-betul sudah berbuat di tengah-tengah masyarakat sepeti bapak Afrizal ini yang selalu memperhatikan warga yang ada di parak jigarang ini,"ucap sekretaris mesjid Qawiyah.(dori)



SUMBARNET.COM - Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo melalui, Kasat Resnarkoba, AKP Hidup Mulia menyampaikan, dari keempat tersangka itu, satu diantaranya merupakan tahanan berinisial RY panggilan Rizky (21) warga Kampung Luar, Nagari Salido-IV Jurai.


Kemudian tiga tersangka lainnya dengan inisial AG panggilan Apri (17) warga Kampung Batu Bala, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih-Sutera, AAI panggilan Aziz (17) warga Kampung Luar Salido dan RS panggilan Riski (17) Kampung Laban, Nagari Salido.


"Dari keempat tersangka, Rizky merupakan tahanan di Polres. Ia memesan barang (sabu) kepada tersangka lainnya yang dibawa oleh Apri," ungkap AKP Hidup Mulia pada Sabtu 17 April 2021.


Menurut Hidup Mulia, penangkapan keempat tersangka ini tidak terlepas dari kewaspadaan petugas penjagaan sel Polres Pessel dalam mencegah peredaran barang haram dengan mengecek setiap bawaan pengunjung dari luar dan dalam sel.


Saat melakukan pengecekan terhadap barang bawaan, petugas mencurigai barang yang dibawa tersangka inisial AG. Ketika dicek langsung Kanit Idik II Satnarkoba , ternyata benar dari bawaan tersangka terdapat dua paket sabu.


"Paket yang diduga narkotika Gol I Jenis Sabu disimpan di dalam pasta gigi merek Pepsodent dengan warna kemasan merah putih," terangnya.


Lanjutnya, kecurigaan petugas terhadap barang bawaan pengunjung ke salah satu tersangka di dalam sel Polres sudah dicurigai dari awal. Saat petugas mengecek ternyata benar, Satnarkoba Polres Pessel langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan empat tersangka.


"Sekarang setelah pengembangan, sudah 4 orang kami amankan terkait barang haram tersebut. Dari empat tersangka, panggilan Aziz dan Riski dilakukan penangkapan di rumah nya dan barang bukti-pun diamankan untuk dilakukan pengembangan," tutupnya. (gio)



SUMBARNET.COM - Afrizal Ketua Komisi III Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat mengadakan kunjungan Safari Ramadhan 1442 H/2021 M ke mesjid Qawiyyah Parak Jigarang Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji, pada Jumat (17/4).


Meski sempat tidak melakukannya kegiatan ini  pada Ramadan sebelumnya akibat pandemi Covid-19, namun di Ramadan tahun ini Tim Safari Ramadhan DPRD Provinsi yang diketuai oleh Afrizal  melakukan kunjungan kepada sebanyak 10 masjid dan 4 mesjid berada di Kecamatan Kuranji salah satunya di mesjid Qawiyyah Parak Jigarang.


Dalam kesempatan ini Afrizal selaku Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat  berharap kepada pengurus dan masyarakat untuk memakmurkan mesjid dan mushalla setiap malam.Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh nabi besar Muhammad SAW dimana semakin ramai mesjid semakin banyak rahmat Allah diturunkan ke muka bumi.


Afrizal juga berharap kepada masyarakat yang meramaikan mesjid dan mushalla tetap menjaga protokol kesehatan, artinya memakai masker,jaga jarak dan selalu mencuci tangan.


"Kita harapkan prokes ini bisa terlaksana disetiap ada acara keramaian di setiap mesjid dan mushalla yang melaksanakan salat tarawih dan witir," ungkap ketua komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat


Afrizal juga berharap dengan puasa tahun sekarang yang sudah diberkenankan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan sholat tarawih di mesjid.Tentunya memperhatikan  keamanan lingkungan,karena sebagian besar masyarakat pada malam harinya sudah ke mesjid tentu rumahnya yang perlu kita perhatikan,"Yang pertama kompor tolong diperhatikan yang ke dua kunci pintu dan yang lainnya," kata ketua LPM Provinsi Sumatera Barat


Terakhir Afrizal menyerahkan bantuan kepada pengurus mesjid  sebanyak 20 juta.Tentunya kita berharap kepada pengurus mesjid agar bantuan ini bisa digunakan dan dilipat gandakan untuk pembangunan mesjid.Sehingga kegiatan keagamaan ini bisa berjalan dengan maksimal.


Hari selaku pengurus Mesjid Qawiyyah mengucapkan terimakasih kepada bapak Afrizal yang sudah mengadakan kegiatan Safari Ramadhan ke tempat kami.


Hari juga berharap kepada bapak Afrizal selaku anggota DPRD Provinsi agar selalu memperhatikan warga yang ada di parak Jigarang.


Selanjutnya Hari juga menyampaikan tujuan dari bantuan yang diserahkan ini  yaitu untuk kelanjutan perkembangan mesjid seperti perbaikan pintu  dan lantai mesjid.


Terakhir hari juga berpesan kepada masyarakat parak Jigarang agar cerdas dalam memilih perwakilan rakyat untuk duduk di DPRD"jangan sampai kita dibodohi dengan bantuan sesaat dan janji-janji yang tidak jelas, pilihlah perwakilan rakyat yang betul-betul sudah berbuat di tengah-tengah masyarakat sepeti bapak Afrizal ini yang selalu memperhatikan warga yang ada di parak jigarang ini,"ucap sekretaris mesjid Qawiyah. (dori)



SUMBARNET.COM - Pelaku pemukulan terhadap perawat RS Siloam Palembang, Christina Ramauli (27), ditangkap Polrestabes Palembang. Pelaku berinisial JT ini tampak tertunduk lesu saat digiring ke ruang penyidik.


Pantuan dilapangan terlihat pelaku tiba di Polrestabes Palembang, Jumat (16/4/2021) malam, digiring polisi. Pelaku menggunakan topi putih dan baju warna biru gelap.


"Pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam masih kita periksa. Dia kita tangkap di tempat persembunyiaanya di Ogan Komring Ilir (OKI)," kata Ps Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi ketika ditemui.


Sementara itu pelaku hanya bungkam dengan menundukkan kepala saat ditanyai wartawan. Pelaku masih dalam pemeriksaan polisi Polrestabes Palembang.


Polisi sebelumnya menangkap pria berinisial JT yang menganiaya perawat RS Siloam Palembang. JT ditangkap di kawasan Ogan Komering Ilir.


"Iya tersangka penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya sudah kita tangkap di OKI," kata Ps Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi.


Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando meminta penganiaya perawatnya diusut dan ditindak tegas oleh polisi. Dia menyerahkan proses hukum terhadap pelaku kepada polisi.


"Siloam Hospitals telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan yang menimpa perawat kami, serta menindak pelaku kekerasan kepada perawat kami dengan tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar Bona dalam konferensi pers.


Source: detik.com



SUMBARNET.COM - Komika yang sekaligus seorang perawat, Deef Kobun, tak terima rekan kerjanya di RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya Jason Tjakrawinata.


Ia pun menegaskan bahwa perkara ini harus diproses secara hukum.


Selain itu, Deef tak terima kendati sekalipun nantinya pelaku menyampaikan permohonan maaf dengan dibubuhi materai Rp6.000.


“Mohon maaf pak. Harga diri kami perawat tidak bisa dibeli dengan materei Rp6.000,” tegasnya dalam video yang diunggah @mediaperawat, Jumat (16/4/2021) malam.


Sebagai seorang perawat, Deef Kobun sangat menyesalkan peritiwa penganiayaan tersebut.


Ia pun mengaku kaget saat pertama kali melihat video rekan sejawatnya itu dianiaya oleh seorang pria berbadan kekar.


“Saya pikir Chris John salah masuk ring tinju,” ucap perawat di sebuah rumah sakit di Bandung Barat tersebut.


Dengan postur tubuh kekar itu, menurutnya jelas sangat tak sepadan dengan perawat perempuan berbadan kecil.


“Ini sudah sama kayak Hulk lawan Upin-Ipin itu,” sindirnya.


Deef Kobun kemudian menyampaikan cerita kocak penuh sindiran tapi tetap dikemas dengan kocak.


Dalam cerita itu, Deef Kobun membandingkan sikap pelaku penganiayaan dengan Linmas di kampung halamannya.


“Linmas di kampung saya ketemu maling masing ditanya identitas. Bukan langsung dipukul,” tuturnya.


“Habis ditanya baru dipukul. Linmasnya yang dipukul,” sambungnya.


Smackdown dengan Tabung Oksigen


Akan tetapi yang dilakukan Jason Tjakrawinata malah langsung main pukul. Padahal menurutnya, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan cara kekerasan.


Kalau memang emosi yang sudah ditahan, seharusnya bisa disalurkan kepada benda mati.


“Kasih bengkok tiang infus kah, smackdown sama tabung oksigen. Robohkan tembok, rombak atap, bongkar pondasi,” ujarnya lagi.


Ia pun menegaskan bahwa perkara ini harus diproses secara hukum dan tidak cukup dengan hanya permohonan maaf di atas materai Rp6.000. sambungnya.


“Mohon maaf pak. Harga diri kami perawat tidak bisa dibeli dengan materei Rp6.000,” tegasnya lagi.


“Bapak pulang dengan status sehat, kami trauma seumur hidup,” sambungnya.


Lalu ia menyarankan kepada pasien yang arogan agar tidak usah lagi berobat ke rumah sakit. Lebih baik pergi ke dukun.


“Disana tidak dipasang infus. (Obatnya) disuruh minum sendiri, lebih mandiri, tuh. Gratis,” tuturnya.


“Kalaupun disuruh pasang (suntik infus) tusuknya bukan di tangan, tapi di jidat nempel itu,” sindirnya lagi.


Source: pojoksatu



SUMBARNET.COM - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengutuk keras penganiayaan oleh anggota keluarga pasien kepada perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Christina Ramauli Simatupang (28), pada Kamis (15/4).


Korban diketahui mendapat penganiayaan oleh keluarga pasien, yakni diduga dijambak, ditonjok, dan ditendang oleh pelaku. PPNI mendesak Kepolisian agar pelaku dihukum seberat-beratnya.


Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah menegaskan, sebagai ketua umum dan atas nama seluruh perawat, pihaknya mengetuk keras tindakan pelaku. Hal itu disampaikan melalui pernyataannya yang dikeluarkan di Jakarta, Jumat (16/4/2021).


DPP PPNI telah memerintahkan DPW PPNI Kota Palembang, DPK PPNI RS Siloam Sriwijaya, Bidang Hukum dan Pemberdayaan Politik DPP PPNI, serta Badan Bantuan Hukum PPNI, untuk mengambil langkah hukum terhadap pelaku kekerasan.


“Tindakan kekerasan terhadap perawat yang sedang menjalankan tugas profesinya merupakan ancaman terhadap keamanan di tempat kerja, dan sistem pelayanan kesehatan. Kekerasan ini juga sangat dikecam komunitas perawat seluruh dunia,” ujarnya.


PPNI berjanji akan mengawal proses hukumnya, serta memberikan pendampingan terhadap korban penganiayaan ini, agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.


Kepada pelaku, PPNI meminta agar dihukum seberat-beratnya. PPNI juga mendorong RS Siloam Sriwijaya melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap perawatnya.


“PPNI juga mendesak Kepolisian untuk segera memproses laporan yang telah dilakukan perawat Christina sesuai ketentuan yang berlaku,” itulah pernyataan PPNI.


Menurut PPNI, peristiwa semacam ini sudah beberapa kali terjadi. Untuk mencegah kejadian serupa, PPNI menyerukan kepada pemerintah dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan agar menjamin lingkungan kerja yang kondusif bagi perawat dalam menjalankan tugas profesinya.


Langkah ini dilakukan agar perawat tidak mendapatkan kekerasan fisik maupun psikologis dari pihak manapun, mengingat tugas perawat sangat erat dengan keselamatan manusia.


Source: Indeks



SUMBARNET.COM - Polsek Padang Selatan mengadakan Jumat sedekah bulan suci Ramadan melalui program menyalurkan sembako kepada warga Padang selatan, Jumat, 16/4/21.


"Kita sengaja melakukan kegiatan rutin setiap Jumat kepada penerima sembako merupakan warga ada di kecamatan Padang selatan," ujar Kapolsek Padang Selatan AKP Purwanto, S.H, M.H didampingi Kanit Binmas  Iptu Amri serta Personil Polsek Padang Selatan.


Menurut Purwanto, adapun warga K ekael Pasa Gadang diberikan bantuan Ema Ibrahim  59 tahun Minang pekerjaan ibu rumah tangga, warga Pemancungan nomor 34 Rt.002 Rw.005 Pasa Gadang Padang Selatan,  Yurmaini, 44 tahun Minang, pekerjaan mengurus rumah tangga, alamat Pemancungan Rt.003 Rw.005 Pasa Gadang Padang Selatan. 


Serta di kelurahan belakang pondok yang menerima Barjak Lazuardi. 54 Thn. Minang. Buruh Harian Lepas. Jl. Imam Bonjol No. 53 Rt.002 Rw.001 Kel. Belakang Pondok Kec. Padang Selatan.


Dan ada juga Air Manis Gadijah. 56 pekerjaan mengurus rumah tangga Air Manis Rt.002 Rw.001 Air Manis Padang Selatan.


"Kita menyalurkan sembako berupa Beras, gula, minyak serta Indomie," ujar Purwanto.


Lanjut Purwanto, adanya kegiatan Jumat sedekah Polsek Padang Selatan, warga mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada Jajaran Polsek Padang Selatan telah merasa peduli dan berbagi kepada masyarakat kurang mampu. (AdF/AM)

 


SUMBARNET.COM - Ayam Kate atau ayam katai dalam bahasa Inggrisnya acap disebut sebagai Ayam Bantam sebab asal mula ayam ini berasal dari Banten. Dan tak jarang jenis ayam ini sering dijadikan sebagai salah satu ayam hias yang banyak dibudidayakan oleh para kolektor. Meskipun ayam ini tidak cocok jika dijadikan sebagai ayam petelur maupun ayam pedaging, namun jenis ayam ini cukup cocok jika digunakan sebagai ayam hias.


Berawal dari hobi memelihara ayam Kate Simbar, Junaidi Datuk Mangkudum, owner Asa Farm yang beralamat di perumahan Nuansa griya Blok C No.10 kampung Jua Lubuk Bagalung, menghasilkan pendapatan menggiurkan. Ia mengaku satu bulannya bisa mendapatkan penghasilan Jutaan dari ayam hias yang satu ini.


"Pendapatan dari beternak ayam kate ini mencapai Jutaan dari penjualan ayam anakan, remaja, dan indukan," ujarnya kepada Harian Umum Rakyat Sumbar Namun, menurutnya, harga tersebut dapat berubah, tergantung kualitas ayam Kate Simbar yang dijual.


Saat ini, dari pendapatannya tersebut, sebagian hasilnya ditabung. Sedangkan sebagian lainnya ia belikan pakan dan ayam kate Simbar untuk dijadikan indukan.


Junaidi yang akrab di panggil Datuak menceritakan, awalnya ia kesulitan memelihara ayam Kate Simbar karena telur yang tidak menetas dan beberapa induk yang mati. Seiring waktu, sejak ia beternak dari tahun 2019, ia sudah tahu bagaimana cara beternak ayam Kate Sumbar yang merupakan jenis ayam kate yang berbulu lebat  sampai ke kakinya. 


Kecintaannya pada ayam kate Simbar merupakan ketidaksengajaan saat menjelajah dunia maya. Ia mencari ayam hias melalui alat pencari otomatis, yakni Google. Kemudian, menemukan situs web ayam Kate Simbar yang membuatnya jatuh cinta hingga saat ini. "Ayam kate simbar  itu sangat unik,ekornya yang menjulang keatas dan kakinya ditumbuhi bulu yang lebat  inilah yang membuat saya menyenanginya," jelasnya.


Selain itu, menurutnya, karena ayam tersebut, ia bisa memiliki banyak teman dari berbagai kota sehingga ia memiliki banyak relasi dari berbagai latar belakang yang berbeda dan sekaligus di percaya sebagai Ketua Komunitas Pesona Ayam Hias Minangkabau.


Ayam Kate Simbar memiliki postur  tubuh yang berbeda dari jenis ayam lainnya. Jenis ayam ini memiliki tubuh yang mungil dan unik. Ayam ini merupakan jenis ayam yang jinak dan manja dengan pemiliknya


Peminat ayam kate ini cukup banyak. Terutama jenis kate simbar yang sangat laku di pasaran. Jangan salah, harga ayam kate tak berbanding lurus dengan ukurannya yang mungil. Lebih tinggi dari ayam normal. Tapi itu bukan persoalan serius dibanding nikmatnya memandangi corak warna yang indah, postur tubuh dan gerakan si kate yang kalem dan menghibur.


Bisnis peternakan ayam memang terbilang menggiurkan saat ini. Terutama untuk ayam hias atau peliharaan yang kini memiliki prospek bagus. Hobi atau kegemaran masyarakat untuk memilihara ayam hias memang kian meningkat.


Banyak orang yang rela merogoh koceng tinggi untuk sekedar hobi. Begitupun untuk peluang usaha budidaya ayam kate yang kini tengah bersinar. 


Usaha budidaya ayam kate memang bisa dibilang menguntungkan. Budidaya ayam kate memiliki peluang yang masih terbuka lebar dan bisa dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan.


 Beternak ayam kate memang menjadi pilihan yang tepat dengan alasan dijual dengan harga tinggi sebagai ayam hias, dapat dikonsumsi sendiri atau pun dijual, juga biaya perawatannya pun jauh lebih murah. Beternak ayam hias terutama ayam kate memang keuntungan lebih cepat didapatkan. 


Tampilan ayam kate yang cantik dan cenderung lucu dan menggemaskan membuatnya laku keras di pasaran. Tampilan ayam kate sekilas tak jauh berbeda dengan ayam kampung namun ukuran tubuhnya lebih kecil.


 Prospek bisnis budidaya ayam kate belakangan ini memang tengah bersinar. Harga jual ayam kate bernilai tinggi membuat bisnis ini kian menjanjikan. Mungkin Anda berminat menjalankan bisnis budidaya ayam kate! Untuk memulai bisnis budidaya ayam kate dibutuhkan beberapa persiapan. Anda harus tahu dan mendalami karakteristik dari ayam kate sendiri. Selanjutnya budidaya ayama kate juga membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. (rel)

 



SUMBARNET.COM - Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo. S.IK.MM melalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP. Hidup Mulia, SH menyampaikan ada lima kasus diungkap Satres Narkoba Polres Pessel, selama pelaksanaan operasi antik 2021. 


"Pelaksanaan Operasi antik digelar diwilayah Hukum Polres Pessel sejak tanggal 30 Maret s/d April 2021," tegas Kasat Resnarkoba Polres Pessel, pada Jum'at (16/4).


Disebutkan AKP. Hidup Mulia, SH, dalam operasi antik Satresnarkoba Polres Pessel berhasil mengungkap 5 kasus penyalahgunaan narkoba, 3 target operasi ( TO), dan 2 non TO,  termasuk beberapa barang bukti narkoba, beserta alat. 


Dan untuk pengembangan lebih lanjut 5 tersangka serta barang bukti telah Kita amankan di Mapolres Pessel guna pengembangan lebih lanjut. 


"Kita tetap laksanakan giat rutin, dalam penegakan hukum narkoba di wilayah hukum Polres Pessel," ujarnya.


Hidup Mulia juga berharap kerjasama dari semua pihak yang dalam rangka hal tersebut, Satres Narkoba Polres Pessel berkomitmen dalam pemberantasan narkoba di wilayah Hukum Polres Pessel, salah satunya melaksanakan giat oleh team sapu jagat resnarkoba.


Selain penindakan tegas, sosialiasi dan penyuluhan hukum ke sekolah, kecamatan, bersama jajaran Polsek - Polsek akan terus dilakukan, yang bertujuan untuk meminimalisir penyalagunaan narkoba di seluruh kalangan masyarakat. Tekuk nya. (gl)

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius