Bersama Jokowi - KH. Ma'ruf Amin Mengembangkan Potensi UMKM


Jakarta.SNet- Sumber daya manusia, sistem manajemen usaha dan pemasaran hingga kini menjadi kelemahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia. Para pelaku UMKM biasanya menjalankan hampir semua urusan usahanya sendirian atau dengan kekuatan yang serba terbatas sehingga jangan kaget jika seorang pengusaha kecil harus belanja bahan baku, mengerjakan produksi dan memasarkan sendiri produk-produknya.

Demikian terungkap dalam Diskusi Bertajuk “Bersama Jokowi Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah” di Tiku Cafe, Behil, Jakarta Pusat. Hadir dalam Diskusi tersebut Ketua Persemakmuran Pewaris Nusantara KGPH Eko Gunarto Putro, SE, Kordinator Nasional Poros Benhil, Aznil, SE, Direktur Nusantara Development Incorporated, Erdian Widodo Drarad, ST, Ketua Dewan Syura Majelis Dakwah Al-Hikmah, Kyai Ageng Khalifatullah Malikaz Zaman.

KGPH Eko Gunarto mengatakan, usaha membantu UMKM agar mampu naik kelas perlu dilakukan secara terpadu, yaitu dengan  cara peningkatan Kompetensi dan memberikan akses permodalan, manajemen keuangan, dan pemasaran. ”Sumber daya manusia dan pemasaran sampai sekarang jadi kelemahan UMKM di seluruh Indonesia. Harapan kami, dengan usaha diskusi ini, kita bisa menemukan suatu Formula untuk mendorong UMKM agar mampu berkembang pesat. Karena UMKM salah satu sektor ekonomi yang tahan terhadap krisis,” paparnya.

Dalam Kaitan itu, Kordinator Nasional Poros Benhil, Aznil mengingatkan, agar diskusi ini juga sebagai upaya mendekatkan para Aktivis Gerkan, khususnya Relawan Jokowi lebih akrab dengan isu-isu ekonomi dan pengembangan UMKM. Menurutnya, para Aktivis saat ini ketinggalan jauh dalam pemberdayaan ekonomi. Perlu kerja sama dengan lembaga keuangan untuk mengembangkan ekonomi.

“Untuk itu, Kita perlu menggandeng Bank BUMN sebagai mitra. Poros Benhil juga berharap bisa bersinergi dengan berbagai Ormas dan LSM yang peduli kepada Pengembangan UMKM. Banyak yang harus dilakukan kita ke depan. Karena itu, marilah kita jadikan Upaya Pemenangan Jokowi - KH. Ma’ruf Amin sebagai momentum kebangkitan Ekonomi Kerakyatan. Apalagi KH. Ma’ruf Amin adalah Pakar Ekonomi Syariah,” ungkapnya.

Menurut Aznil, upaya pemerintah Jokowi dalam meningkatkan peran UMKM sudah cukup baik, namun masih banyak kekurangan, terutama dalam pelaksanaan pembinaan di tingkat Kota dan Kabupaten. Kerjasama antar Dinas terkait, seperti perindustrian, koperasi dan UMKM, perdagangan dan kesehatan. Juga menyangkut perizinan dan pelatihan.

“Selain masalah pengelolaan organisasi, tantangan UMKM lainnua adalah manajemen dan sumber daya manusia yang masih ketinggalan. Mayarakat belum well-educated management soal ekonomi,” paparnya.

Sementara itu, soal keterserapan pinjaman masyarakat, saat ini, Direktur Nusantara Development Incorporated, Erdian Widodo yang membina berbagai UMKM di Jawa Tengah dan Jawa Barat mengatakan belum mencapai terget. Data dari Bank Jateng dan Bank Jabar belum sesuai target pinjaman terkait pengembangan UMKM. “Karena itu, kita harapkan Bank Jateng dan Bank Jabar dapat menambah plafon untuk pinjaman UMKM. Bagaimanapun pemerintah harus bisa menyiapkan skema yang paling murah untuk dana pinjaman UMKM,” pungkasnya.

Direktur NDI, Erdian mengungkapkan, sangat tepat jika Ormas, LSM dan Lembaga Dakwah bergandengan tangan dalam pemberdayaan UMKM. Salah satu alasan kuat adalah potensi SDM masing-masing pihak bisa disinergikan. ”Anggota Majelis Dakwah Al-Hikman di Jateng, salah satunya Jepara dan Jabar, di Cikarang usianya produktif. Jadi penyaluran kredituntuk sahabat-sahabat Majelis Dakwah Al-Hikmah itu sangat tepat,” pungkasnya.

# SNet - AZ / Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius