Metode Dakwah Al - Hikmah Menggerakan Transformasi Sosial


Jakarta.SNet- Manusia menjadi JUMUD, TERTINGGAL, KESEPIAN dan TERPINGGIRKAN karena mereka lebih suka Membuat Benteng daripada JEMBATAN HIDUP. Khasanah BUDAYA NUSANTARA yang begitu mendalam dan FILOSOFIS seringkali diabaikan oleh umat Islam dalam Merumuskan FORMULA Dakwah yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan di Zaman Now ini. Sayangnya sebagian dari mereka lebih memilih Budaya asing sebagai rujukan, sehingga mereka TERCABUT dari akar BUDAYANYA sendiri.

Dakwah hakikatnya adalah upaya-upaya TRANSFORMASI untuk meningkatkan kualitas akhlak dan hidup manusia, baik secara individual maupun kelompok, ke arah yang lebih positif, konstruktif, dan produktif. Dakwah untuk melakukan transformasi diri dan masyarakat ini jelas terinspirasi dari Alquran (ar-Ra’d,11). Sedangkan Transformasi (perubahan) sosial adalah bahan dalam hubungan interaksi antar individu, komunitas atau organisasi, ia ia dapat menyangkut pola nilai dan norma atau struktur sosial. Sedangkan dakwah sering diartikan sebagai semua usaha merealisir ajaran islam dalam semua segi kehidupan agama.

Jadi PERUBAHAN SOSIAL menjadi sasaran utama dalam BERDAKWAH, seiring PERUBAHAN DIRI dari hamba-Nya ('Abdullah) BERTRANSFORMASI menjadi KHALIFAH-NYA di muka bumi ini. Proses itu digerakan dengan mekanisme interaksi dan komunikasi sosial dengan imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Asalkan strategi dakwah sesuai dengan nalar, fitrah, bakat, azas-azas atau tabiat-tabiat universal kemanusiaan dan budaya, tentu Dakwah akan memicu TRANSFORMASI SOSIAL. Sehingga, pada akhirnya akan MENGEJAWANTAH menjadi MASYARAKAT MADANI (Civil Society).

Kegundahan para Ulama, Cendekiawan, Pendakwah dan Ustadz melihat realita lapangan yang ada pada seputar tahun 1993, menggerakkan untuk mengembangkan METODE DAKWAH PROBLEM SOLVING, yang kemudian dikenal sebagai METODE DAKWAH AL-HIKMAH. Kemudian Metode Dakwah Al-Hikmah disosialisasikan melalui MAJELIS DAKWAH AL-HIKMAH.

Metode Dakwah Al-Hikmah merujuk pada Firman Allah dalam Al-Qur’an : "Ajaklah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. ” (QS An_Nahl: 125). Metode ini kemudian DISENYAWAKAN dengan Nilai-nilai LUHUR Budaya dan Kearifan Lokal warisan nenek moyang Nusantara. Sehingga terbentuklah suatu FORMULA DAKWAH sangat sangat EFEKTIF dan APLIKATIF dalam upaya meningkatkan Kulitas Hidup dan Kehidupan Masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, seiring perkembangan zaman, Dakwah Islam mengalami persoalan yang kompleks terkait dengan masalah kehidupan. Pada dasarnya Agama Islam mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi Umat Islam itu sendiri. Hal itu tergantung dari para da’i sejauh mana wawasan dalam melihat REALITA yang ada. Sehingga perlu adanya muballigh yang mampu memiliki peta dakwah terhadap obyek dakwah terkait dengan PROBLEMATIKA, BUDAYA, dan KARAKTER yang berbeda-beda. Sedemikian kompleks permasalahan yang dihadapi Umat, maka perlu PENDAKWAH yang mampu menjalani multi peran dalam masyarakat sesuai sosio-historis dalam implementasinya.

Sehubungan dengan hal itulah, Majelis Dakwah Al-Hikmah berupaya menyajikan Metode Dakwah Al-Hikmah tidak seperti kebanyakan penyajian materi dakwah yang kurang menyentuh perkara KEKINIAN. Dengan harapan Metode Dakwah Al-Hikmah ini bisa dijadikan bahan refensi dalam menyikapi perkembangan peristiwa SOSIAL KEMANUSIAAN yang terjadi, dan menjadikannya jembatan penghubung dengan pemikiran para Guru Mursyid dan Syaikh Thariqat di masa lalu dengan apa yang sedang dihadapi umat Islam Indonesia di masa kini. Sehingga Dakwah tidak sekadar membahas HALAL, HARAM, PAHALA, DOSA, SURGA dan NERAKA saja. Namun Dakwah Al-Hikmah berupaya memberi SOLUSI atas berbagai PROBLEMA KEHIDUPAN yang dihadapi masyarakat.

Para Pendakwah dibina agar mampu tampil prima sebagai pribadi-pribadi yang MENCERAHKAN di dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk memujudkan hal tersebut, para Pendakwah tidak hanya sebagai MUBALIGH (penyampaian) atau PENCERAMAH, Namun lebih dari itu perlu memahami perannya sebagai komunikator, konselor, PROBLEM SOLVER, manajer, dan entrepreneur. Dengan demikian proses Dakwah Islamiyah mampu menjadi proses PERUBAHAN SOSIAL melalui KOMUNIKASI yang INTENSIF. Sehingga tercipta masyarakat yang kuat dalam aspek aqidah, akhlak, ibadah dan MU’AMALAH. Wallahua’lam.

# SNet - AZ / Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius