Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren


Jakarta.SNet- Presiden Jokowi paham betul bahwa PEMBERDAYAAN masyarakat harus dilakukan secara holistik dan menyeluruh, maka dibutuhkan KOMITMEN dan LEMBAGA. Karena itulah, Jokowi mendorong  pesantren agar dapat menjadi satu lembaga yang strategis dalam pemberdayaan masyarakat.

Selama masa pemerintahannya, Jokowi sudah berulang kali berkunjung ke berbagai Pesantren di Seluruh Penjuru Tanah Air. Tujuannya, seiring Silaturahmi adalah mendorong peran pesantren dalam meningkatkan program pemberdayaan masyarakat. Kunjungan Jokowi ke berbagai Lembaga pendidikan yang juga adalah BENTENG PANCASILA itu, tidak lain untuk menjawab berbagai problematika umat di Zaman Now ini.

Saat ini identitas pesantren sebagai miniatur masyarakat secara tidak langsung diharapkan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam hal pemberdayaan dan menjawab problematika umat. Berbagai ide KREATIF pemerintah Jokowi telah diluncurkan dalam upaya meningkatkan Kualitas Pesantren, Santri dan masyarakat disekitarnya. Sejak 2015 diluncurkan program rumah susun sederhana sewa (rusunawa) pesantren. Pemerintah telah mengucurkan anggaran tidak kurang dari Rp 600 miliar guna membangun rusunawa santri, di sejumlah ponpes.

Seiring dengan itu juga dikembangkan Bank Wakaf Mikro yang telah berkembang menjadi sebanyak 20 unit. Secara keseluruhan, ke-20 Bank Wakaf Mikro (BWM) tersebut saat ini melayani 4.152 nasabah dengan total pinjaman lunak senilai Rp.4,18 miliar. Berbagai program kreatif itu diharapkan menjadi idealisme bersama, sehingga peran pesantren dan orang-orang didalamnya ikut serta menetralisir problem-problem di masyarakat terutama ekonomi.

Oleh karena itu, dipilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang, tentu tidak terlepas dari upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat dalam proses pemberdayaan berbasis pesantren. Pasalnya, program pemberdayaan masyarakat membutuhkan adanya LEMBAGA yang menaungi. Pentingnya Pesantren enterpreneur yang digagas Jokowi diharapkan dapat berdampak dan memberi kontribusi kepada masyarakat sehingga lembaga pesantren dapat menumbuhkan kepercayaan dan kesadaran masyarakat.

Sementara itu KH Ma’ruf Amin dalam berbagai kesempatan menyampaiakan bahwa peran pesantren telah dimulai sejak sebelum revolusi dan kini kontribusinya sebagai pemberi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya dimulai pada waktu revolusi tapi jauh sebelum itu kontribusi pesantren sudah sangat besar terhadap penyebaran kebudayaan Islam di nusantara ini.

Sebagaimana kita ketahui, KH Ma'ruf Amin Pakar Ekonomi Syariah, maka dapatlah kita sebut Pilpres 2019 adalah MOMENTUM KEBANGKITAN Ekonomi Rakyat Berbasiskan Pesantren. Kontribusi Pesantren Pusat Pendidikan Umat, jelas itu harus dipertajam dan diperkuat yaitu menjadikan pesantren tidak hanya sebagai tempat pendidikan santri, tapi memberikan sarana demi kemaslahatan umat yang lebih besar. Semoga saja dalam Pemerintahan Jokowi - KH Ma’rif Amin nanti ada Kementerian Wakaf dan Pesantren.

# SNet - AZ / Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius