Pemberdayaan Masyarakat Berbasiskan Keteladanan


Jakarta.SNet- Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan sumber daya manusia / masyarakat itu sendiri dalam bentuk penggalian POTENSI DIRI, kreatifitas, kompetensi dan daya CIPTA serta tindakan yang lebih baik dari waktu sebelumnya. Jadi, Penggiat Pemberdayaan Masyarakat adalah pendidik masyarakat, sekaligus pemimpin sejati, pembimbing, pengarah yang bijaksana, dan pencetak para tokoh.

Dengan demikian, keteladanan seorang Aktivis Pemberdayaan Masyarakat adalah contoh yang baik dari seorang pendidik, baik yang berhubungan dengan sikap, perilaku, tutur kata, patuh pada aturan  maupun yang terkait  dengan kedisiplinan yang patut dijadikan contoh bagi masyarakat sebagai peserta didik.

Keteladanan adalah “making something as an example” (menjadikan sesuatu sebagai teladan). Dengan demikian keteladanan dalam tulisan ini adalah segala sesuatu yang terkait dengan perkataan, perbuatan, sikap, dan perilaku seseorang yang dapat ditiru atau diteladani oleh pihak lain.

Menurut Ki Hajar Dewantara, ada tiga Tipe Kepemimpinan :

1. Ing Ngarso Sung Tulodo, artinya memberikan tauladan di depan,
2. Ing Madya Mangun Karso memiliki arti ditengah membangun semangat dan
3. Tut Wuri Handayani itu sendiri berarti memberikan dorongan dari belakang

Jadi ada Pemimpin di DEPAN, Ada Pemimpin di TENGAH dan Pemimpin di BELAKANG.

Dari 3 Tipe Kepemimpinan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara tersebut terlihat dengan jelas bahwa beliau memberikan sebuah metode pengajaran dan PENDIDIKAN yang komunikatif dan humanis terhadap subjek pendidikan itu sendiri.

Metode yang KOMUNIKATIF dan HUMANIS itu bisa kita lihat dari kata – kata yang memberikan motivasi secara total kepada subjek didik. Perspektif itu bisa kita lihat dari kata “didepan memberikan tauladan dan ditengah membangun semangat”.

Dengan berpedoman kepada falsafah Ki Hajar Dewantara tersebut, maka sepatutnya sosok Aktivis Kemanusiaan dan Penggiat Pemberdayaan Masyarakat terlebih dahulu memberikan TAULADAN kepada masyarakat yang dibinanya, yang nantinya tauladan itu pun akan di nilai – umat, akan mencontoh moral dan etika dari sosok pengajar yang dianggap sebagai pemberi panutan – oleh masyarakat yang dididiknya dan berpengaruh kepada tercapainya tujuan dari pendidikan dan pemberdayaan  itu sendiri.

# SNet - AZ / Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius