Tasawuf Transformatif Penawar Kegelisahan Umat di Zaman Now


Jakarta.SNet- Kemajuan serta perkembangan sains dan teknologi telah merambah aspek kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, budaya dan politik, mengharuskan individu untuk beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat. Jika manusia tidak mampu mengantisipasi cepatnya kemajuan tersebut, maka akan menimbulkan ketidak seimbangan antara aspek JASMANIAH dan aspek ROHANIAH. Mereka selalu berfikir rasional materialisme, MENAFIKAN adanya SPIRIT yang ada pada dirinya.

Akibatnya, sebagian besar masyarakat di Zaman Now ini, mengalami apa yang dinamakan hampa akan makna. Nilai hampa makna inilah yang membuat masyarakat perkotaan yang notabene mewakili manusia modern cenderung untuk mencari apa saja yang dapat dijadikan sebagai WAY OF LIFE. Kasus-kasus seperti ini mengakibatkan munculnya orang-orang yang merasa kecewa, putus asa dan stres.

Dalam upaya mengatasi berbagai  kekecewaan dan keputusasaan yang terkait dengan jiwa serta hati nurani, maka Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman, Cikarang, Jawa Barat berupaya memberi PENAWAR dengan mengembangkan TASAWUF TRANSFORMATIF. Tasawuf sangat dibutuhkan dan bermanfaat dalam rangka memelihara hati dari gangguan-gangguan tersebut, terutama di era modern ini.

THARIQAT atau “jalan rohani” yang biasanya dikenal dengan tasawuf atau sufisme adalah merupakan dimensi kedalaman dan kerahasiaan dalam Islam. Sebagaimana syariat berakar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ia menjadi jiwa dan risalah Islam, seperti hati yang ada pada tubuh tersembunyi jauh dari pandangan luar.

Intisari ajaran TASAWUF TRANSFORMATIF bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Allah, sehingga seseorang merasa dengan kesadarannya itu berada di hadirat-Nya. Selanjutnya tasawuf transformatif melatih manusia agar memiliki ketajaman batin dan kehalusan budi pekerti.

Seiring dengan itu, Tasawuf Transformatif berupaya menjelaskan relasi ilmu tasawuf dengan psikologi terutama transpersonal psychology tetapi juga pendekatan transformatif sufisme dalam perkembangan, keseimbangan dan keselarasan jiwa. Oleh karena karakter transformatifnya maka sufisme menjadi jawaban utama atau mungkin menjadi solusi bagi banyak problematika manusia modern.

Sebutlah misalnya pengalaman hidup berupa kehampaan dan rasa kesia-siaan yang mendera manusia modern akibat penghargaan yang berlebihan pada materialisme, konflik batin yang menjadi laten pada diri manusia modern akibat kesombongan intelektual untuk menundukkan alam, sementara ALAM DIRI SENDIRI enggan ditundukkan.

# SNet - AZ / Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius