Wahyu, S.Pd : Walaupun Berbeda Namun Tetap Satu Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika


Padang(Sumbar).SNet- Kemerdekaan sejatinya bentuk dari ekspresi yang fundamental, bukan sekedar bercita - cita. Lewat kemerdekaan, sesungguhkan Republik ini berjanji kepada setiap anak bangsa tentang perlindungan, kesejahteraan pencerdasan hingga dapat berperan aktif dalam dunia global.

Berbeda dengan cita - cita, sebuah janji adalah kesediaan, kesanggupan untuk berbuat, untuk memenuhi dan untuk mencapai. Republik ini bukan cuma bercita - cita tapi berjanji untuk mensejahterakan dan mencerdaskan. Janji itu bukan cuma tanggung jawab konstitusional negara dan pemerintah tapi juga menjadi tanggung jawab moral setiap anak bangsa.

Janji untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan yang berkarakter inilah menjadi konsentrasi Wahyu, S.Pd anak muda dari Partai Solidaritas Indonesia untuk daerah pemilihan (Dapil) V yakni Kecamatan Padang Utara, Nanggalo dan Padang Barat ini berjuang demi kemajuan dan kepentingan dunia pendidikan melalui lembaga legislatif pada kontestasi demokrasi tahun 2019 mendatang.

"Tidak ada cara lain bagi kita untuk mencerdaskan generasi bangsa dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Sudah saatnya generasi muda ini terlibat dalam pengembangan dan peningkatan dunia pendidikan sesuai dengan narasi pembukaan UUD 1945," terang Wahyu.

Wahyu menegaskan keterpanggilan nya masuk ke  panggung politik semata - mata karena memandang miris dunia pendidikan yang masih belum berpihak kepada kaum yang termajinalkan.

Wahyu menyebut, "dapat saja kita rasakan bagaimana orang - orang yang belum beruntung dalam hidupnya menganggap pendidikan sesuatu yang mahal dan tidak terjangkau. Sementara kaum berada pun tidak memberi ruang sedikitpun bagi mereka. Inilah salah satu penyebab ketimpangan dalam dunia pendidikan," sebut mantat atlit karate Provinsi Sumatera Barat ini.

Wahyu menegaskan keterpanggilan nya masuk ke  panggung politik semata - mata karena memandang miris dunia pendidikan yang masih belum berpihak kepada kaum yang termajinalkan.

Wahyu menyebut, "dapat saja kita rasakan bagaimana orang - orang yang belum beruntung dalam hidupnya menganggap pendidikan sesuatu yang mahal dan tidak terjangkau. Sementara kaum berada pun tidak memberi ruang sedikitpun bagi mereka. Inilah salah satu penyebab ketimpangan dalam dunia pendidikan," sebut mantat atlit karate Provinsi Sumatera Barat ini.

# SNet - Red / Rel

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius