6 Langkah Mudah Mendidik Kemandirian Anak Sejak Dini


Jakarta.SNet- Alkisah ada seekor kupu-kupu yang hendak keluar dari kepompongnya. Dia berusaha dan terus berusaha.

Tiba-tiba datanglah seorang anak dan melihat kepompong tersebut. Karena merasa iba, anak tersebut mengambil sebuah gunting dan membantu kepompong tersebut.

Apa yang terjadi selanjutnya? Yups, kupu-kupu tersebut dapat keluar dari kepompongnya tapi sayapnya rapuh. Semakin lama kupu-kupu tersebut melemah hingga akhirnya mati.

Itulah ilustrasi singkat tentang kemandirian seorang anak dari Ibu Dra. Charlotte K. Priatna, M.PdM.Min., seorang praktisi pendidikan.

Anak diibaratkan seekor kupu-kupu yang sedang berusaha untuk keluar dari kepompongnya.  Sedangkan orangtua diibaratkan sebagai anak yang membantu kupu-kupu tersebut.

Selain faktor kasihan kadangkala orangtua kurang sabar melihat proses anaknya dalam mencoba sendiri hal baru, seperti memakai sepatu, memakai baju, dan lain-lain. Padahal bisa jadi hal tersebut dapat berdampak tidak baik bagi anaknya di masa depan.

Hal yang terbaik bagi orangtua adalah melatih anak agar mandiri sejak dini dengan cara sebagai berikut:

Pertama, orang tua harus bersikap sabar dalam menghadapi anak yang sedang berproses menuju kemandirian.  Kemandirian seorang anak tidak didapatkan secara instan. Namun, kemandirian didapat dari proses yang membutuhkan latihan dalam waktu yang seringkali tidak sebentar. Itulah sebabnya orangtua harus memiliki rasa sabar dalam melatih anaknya menuju kemandirian.

Kedua, menyediakan waktu yang cukup bagi anak dalam berusaha untuk melakukan pekerjaannya sendiri. Jika akan berangkat sekolah pukul 08:00 maka sebaiknya orangtua meminta anak memakai sepatu pukul 07:30. Jika keadaan sangat mendesak atau terburu-buru maka informasikan kepada anak bahwa orangtua membantu memakai satu sepatu karena sedang terburu-buru tapi besok anak tersebut bisa mencoba memakai sendiri.

Berbagai tipe anak yang dihadapi orangtua, salah satunya anak yang daya juangnya belum terbangun. Apabila menghadapi anak yang demikian, maka orangtua dapat menginformasikan di awal bahwa ibu atau ayah akan membantumu sekarang tapi besok harus mencoba sendiri.

Ketiga, perlu rasa tega orangtua dalam melihat anaknya melakukan pekerjaannya sendiri.

Teganya orangtua tidak serta merta hilangnya rasa sayang kepada anak. Justru sebaliknya rasa sayang tersebut diungkapkan dengan cara mendidik anak untuk melakukan pekerjaannya sendiri demi membangun pribadi anak yang mandiri.

Keempat, bantu anak dengan secara minimal. Jika anak benar-benar tidak bisa melakukan pekerjaannya sendiri, maka orangtua dapat memberikan informasi bahwa ayah atau ibu akan membantu memakaikan baju dan anak dapat mencoba memakai celananya sendiri.

Kelima, memberi teladan dengan menjadi orangtua yang mendiri kepada anak-anaknya.  Orangtua dapat mengajarkan kemandirian mulai dari awal bangun tidur, merapikan tempat tidur, mengambil makan dan minum sendiri, dan lain-lain.

Akan tetapi jika memang orangtua sangat butuh bantuan, maka meminta tolong kepada anak dengan mengucapkan kata ”tolong” dan ”terima kasih” sudah dibantu oleh anak.

Keenam, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada anak yang mempu menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Dengan ucapan terima kasih dibarengi ciuman dan pelukan kepada anak atau hal lain yang sesuai dengan kemampuan orangtua.

Kemandirian sangat penting dibangun sejak usia dini, karena dengan kemandirian mendidik seseorang untuk menjadi pribadi yang mempunyai daya juang tinggi dalam menjalani hidupnya, menjadikan pribadi yang tidak mudah mengeluh jika kesusahan serta mendidik pribadi yang tidak selalu bergantung dengan orang lain.

Oleh : Anriana Dewi - Pendidik di PAUD Rimba Baca, Cilandak, Jakarta Selatan

# SNet - Red / Kemendikbud

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius