Stop Politisasi Agama, Mari Kita Rawat Bhineka Tunggal Ika


Jakarta.SNet- Mungkin belum banyak yang MENYADARI bahwa Indonesia sedang memasuki era kebangkitan PEMIKIRAN Keagamaan. Hal itu ditandai dengan maraknya PERDEBATAN dalam hal PEMAHAMAN Agama. Namun sayangnya juga diikuti saling MEMBID'AHKAN, saling menyatakan sesat bagi mereka yang tidak sepaham atau berbeda pandangan politik. Bahkan tidak ayal saling mengkafirkan.

Disatu sisi kita perlu APRESIASI ada upaya dari Ulama dan Cendekiawan Muslim untuk membangkitkan kembali Tradisi BERPIKIR kritis di tengah-tengah umat yang sedang JUMUD. Namun di sisi lainnya, kita RISAU menghadapi perbedaan pendapat yang semakin TAJAM akibat DIPOLITISASI oleh pihak-pihak tertentu yang ingin merebut kekuasaan. Padahal, Agama harus kita jadikan pedoman dalam merajut kebersamaan, bukan sebaliknya. Agama harus menjadi dasar sikap semua pejabat negara, bukan hanya dijadikan alat meraih suara kemudian dicampakkannya.

Oleh karena itu, kita harus mencegah agar perbedaan pemahaman agama, dan pandangan politik itu, jangan sampai menjadi potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Walaupun perbedaan pemahaman agama bukan satu-satunya faktor utama, dalam eskalasinya pemikiran keagamaan memainkan peranan penting. Sehingga Indonesia mulai memasuki periode krisis yang bisa berlangsung berkepanjangan, jika tak segera diatasi.

Pasalnya, perbedaan paham ini sudah mulai masuk pada wilayah solidaritas primordial yang merupakan titik lemah dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesetiaan umat terhadap agamanya secara negatif cenderung melahirkan ideologi eksklusif yang dapat melahirkan konflik intern dan antarumat beragama. Sebagaimana yang terjadi di Indonesia perbedaan pemahaman dan praktik keagamaan menjadi persoalan yang sulit untuk dipersatukan sehingga menimbulkan gejolak politik yang tidak kunjung usai.

Bahaya lain yang tidak bisa dianggap enteng adalah kemungkinan terkoyaknya keutuhan republik. Benar bahwa republik ini lahir dengan dilandasi semangat keagamaan yang kuat. Tapi, yang harus disadari, republik ini juga lahir karena kuatnya semangat KEBERSAMAAN dari berbagai UNSUR yang ada di nusantara, yakni unsur agama, suku, ras, dan ragam budaya. Penonjolan salah satu aspek saja dari beragam unsur ini akan menumbuhkan kecemburuan dan SENTIMEN yang NEGATIF. Jika sentiment negative ini terus dibiarkan bisa mengarah pada PERPECAHAN.

Persoalan yang mendasar dalam hal ini adalah masalah perbedaan pemahaman terhadap hubungan  agama dan negara, Satu sisi memandang bahwa agama meupakan bagian dari negara, sedang satu sisi memandang bahwa antara agama dan negara adalah berbeda tetapi keduanya tidak bisa dipisahkan. Melihat fenomena ini maka, marilah kita membaca dan menganalisis ideologi gerakan politik Islam di Indonesia sejak Orde Lama, Orde Baru, dan pasca reformasi sampai hari ini. Sudahkah Gerakan Politik Islam Indonesia berperan dalam Merawat Bhinneka Tungga Ika dan menjadi sumber INSPIRASI dalam pembangunan serta PENGGERAK pemberdayaan masyarakat MARJINAL.

# SNet - Red / AZ - Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius