Yuk Keluar Dari Kemelut Ekonomi


Cikarang.SNet- Hari ini, mungkin sebagian dari kita sedang mengeluh karena menghadapi kemelut kehidupan. Banyak diantara kita merasa hidup makin sulit, ekonomi makin susah. Maka bertebaranlah isu kemelut ekonomi, disusul hujatan kepada pemerintahan Jokowi. Padahal sebagai manusia, hampir dapat dipastikan, kita tidak akan pernah lepas dari kesulitan hidup. Hanya kualitas dan kuantitas kesulitan itu yang berbeda antar manusia.

Jadi, siapapun Presiden Indonesia ke depan tetap bagi rakyat yang mengeluh, menggerutu dan menghujat pemerintah itu akan menghadapi masalah yang sama. Pasalnya, KESULITAN HIDUP bukanlah sesuatu yang harus dikeluhkan, atau menyalahkan kondisi dan situasi yang kita hadapi, apalagi sampai mencari-cari KESALAHAN ORANG lain atau pemerintah karena dianggap menjadi penyebab KEMELUT yang kita hadapi. Namun yang perlu kita lakukan adalah, “Bagaimana semestinya kita menyikapi dan menangani kesulitan hidup?”

Penyebab utama krisis ekonomi adalah karena sebagian besar kita, terutama elite politik, mengidap mental indolance, yaitu kondisi mentalitas bangsa yang berfikir dan bersikap atas sesuatu masalah dengan cara meniru pada kebiasaan-kebiasaan sebagaimana yang dilihat, dan akhirnya membentuk pola pikir. Sehingga, akhirnya kehidupan kita, terutama bidang ekonomi dikendalikan oleh Kapitalisme yang mengcengkram kebijakan politik, menghisap kekayaan alam dan memperbudak rakyat Indonesia.

Padahal, kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh mentalitasnya, cara berpikirnya. Karena itu Rakyat Indonesia pada dasarnya sangat bisa dan mampu untuk keluar dari KEMELUT EKONOMI yang dihadapi, bahkan berjaya kembali, sebagaimana berjayanya berbagai Kerajaan dan Kesultanan di Nusantara di masa lampau. Pasalnya  dalam sejarahnya Indonesia memang memiliki TRAH sebagai bangsa CERDAS dan pernah JAYA.

Banyak kisah menggetarkan yang lahir dari bangsa ini. Simak saja Kerajaan Majapahit. Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, kekuasaan Majapahit melebar ke negeri jiran seperti Tumapel (sekarang Brunei Darussalam), juga para Raja dan Sultan dari Kesultanan Aceh, Pagaruyung Minangkabau, Demak, Jepara, Goa, Mataram. Itu dari sejarah Nusantara, sedangkan dari masa sebelum kemerdekaan, Syaikh Achmad Khatib Al-Minangkabawy, HOS Cokroaminoto, KH Hasyim Asy’ari dan H. Ahmad Dahlan. Demikian juga di era kemerdekaan kita melihat mentalitas dan kecerdasan itu dari sosok Soekarno, Hatta, Muh. Yamin, H. Agus Salim dan Sjahrir.

Maka, untuk KELUAR dari KRISIS dan menghidupkan kembali kejayaan bangsa ini sebenarnya mudah saja. Syaratnya, kita harus mengelola segala yang kita miliki dengan baik, entah itu sumber daya alam atau sumber daya manusia. Namun, mula pertama kita harus mengubah mentalitas, cara berpikir kita. Untuk bisa memajukan bangsa ini, kita harus mengubah cara pandang agar menjadi bangsa pintar. Awalnya, Kita harus KENAL DIRI kita sendiri.

Sehubungan dengan pentingnya Mengenal POTENSI DIRI ini, maka Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman, Cikarang, Jawa Barat, MENGUNDANG para pemirsa untuk MENGHADIRI Pengkajian TASAWUF TRANSFORMATIF. Bagi yang Berminat untuk Mempelajari, Membangkitkan dan MEMBERDAYAKAN kekuatan yang masih tersembunyi (HIDDEN POWER) di dalam DIRI Manusia, silakan hadir pada :

Hari     : Setiap Jum'at, malam Sabtu
Waktu  : 19.45 - 21.45 WIB
Tempat : Masjid Baiturrahman, Jl. Cagak Sukamantri No 88, Cikarang, Jawa Barat.

Demikianlah Undangan ini kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk Kemajuan Umat, Bangsa dan Negara.

Wassalam,

Ustadz Syamsir Shaleh

Contact Person  :

Suhu Rosi Wibawa - 089505793048
Nita Yuliana - 085210132089
Suhu Indra Wijaya - 0895603862974
Mbah Jamal Al-Hikmah – 087884909077

# SNet - AZ / Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius