Dominasi Birokrasi Menggerus Kepemimpinan Lokal Dan Pemangku Adat


Jakarta.SNet- Kecenderungan negeri kita menjadi negara birokrat (beamstate) selama 32 tahun pemerintahan ORDE BARU, nampaknya belum banyak BERUBAH di era REFORMASI sampai hari ini. Akibatnya, kepemimpinan non-formal dan lokal pun serta para Pemangku Adat semakin TERGERUS dalam segala sector kehidupan – dan dengan demikian berarti runtuhnya CIVIL SOCIETY yang hendak dibangun – telah berakibat bukan saja mandegnya perkembangan kebudayaan, tetapi lunturnya semangat kebangsaan dan NASIONALISME.

Demikian disampaikan Ketua Umum Persemakmuran Pewaris Nusantara, KGPH Eko Gunarto Putro, MM kepada wartawan selesai menghadiri Rapat Kordinasi Pembangunan Kawasan Wisata Religi dan Budaya Kerajaan Nusantara di Meeting Room PT. Citra Samudera Raya, Pejaten Office Park, Jakarta Selatan.

“Arah pembangunan selama ini ditujukan untuk membentuk masyarakat yang konsumtif, materiliastis dan hedonistis, dan cenderung menyuburkan pragmatisme. Ini semua merupakan sumber dari apa yang kita sebut krisis kebudayaan dan krisis kebangsaan,” kata Kangjeng Eko.

Menurut Kangjeng Eko, hantaman dahsyat globalisasi lebih memperburuk keadaan ini, apalagi globalisasi dianggap sebagai suatu keniscayaan yang tidak boleh disikapi secara kritis sebagaimana sistem ekonomi pasar bebas (neoliberalisme). Padahal GLOBALISASI merupakan proyek NEOKOLONIALISME yang bertujuan meraih kembali DOMINASI Barat dan Erop atas tanah bekas jajahan mereka.

“Mereka pun melakukan ILFILTRASI melalui Ilmu Pengetahuan (Science), Perang Urat Syaraf, Ekonomi, Politik dan Budaya. Rasa kepemilikan manusia atas negerinya, yaitu nasionalisme, dihancurkan, begitu pula ikatan alamiah manusia dengan tanah air, agama dan kebudayaan,” tegas Kangjeng Eko.

Kangjeng Eko mengingatkan bahwa pada  beberapa tahun terakhir, kemajemukan (Pluralitas), Rasa Nasionalisme dan Budaya di Negeri kita mulai terusik dengan adanya beberapa factor antara lain ;

1. Krisis Kebudayaan. Nampak kurang diminatinya Budaya Nusantara oleh Generasi Muda karena dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan zaman (dianggap kuno). Mereka lebih bangga dengan kebudayaan asing yang dianggap lebih modern. Hal ini lebih parah lagi ketika masyarakat dan Pemerintah tidak melakukan upaya mempertahankan dan melestarikan budaya Nusantara dengan berbagai alasan. Jika kondisi ini dibiarkan secara terus menerus, maka pada titik tertentu, generasi penerus kita tidak akan mengenali lagi budayanya sendiri;
2. Adanya Gerakan Anti Pluralitas. Disisi lain adanya gerakan yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang menginginkan kesamaan akidah dan menyatakan anti Pluralitas. Pola mereka adalah menganggap bahwa budaya merupakan perilaku yang bertentangan dengan agama sehingga perlu di singkirkan. Sasaran mereka adalah Indonesia menjadi Negara Agama dan tidak ada lagi bermacam-macam budaya seperti halnya saat ini;
3. Adanya Gerakan Ganti Sistem Pemerintahan. Masih terkait dengan point 2, Kelompok ini berusaha mengganti Sistem Pemerintahan yang ada (yaitu Pancasila) dengan sistem baru yang menurut mereka akan dapat membawa Indonesia menjadi negara yang Adil, padahal system yang mereka bawa dan akan diberlakukan disini sudah di tolak di Negara mereka berasal dan di negara-negara lain seperti Mesir, Irak, Pakistan dan lain lainnya.

Kangjeng Eko menegaskan bahwa dalam Mukadimah UUD 45 juga dikemukakan bahwa secara konstitusional negara Indonesia didirikan untuk mewujudkan dan mengembangkan bangsa yang religius, humanis, bersatu dalam kemajemukan etnis, agama dan ragam ekspresi budayanya; juga demokratis dan berkeadilan sosial.

“Konsekwensinya, agar hal itu dapat dicapai, kita diharuskan melanjutkan proses membentuk kehidupan sosial budaya yang maju dan kreatif, sebab tanpa itu kita tidak dapat membangun masyarakat yang sejahtera, cerdas, berkemampuan mempertahankan bangsa dan tanah air; atau mempunyai SDM yang tangguh serta BERPERADABAN yang kosmopolitan dan pluralistik tanpa harus tercabut dari AKAR Budaya Nusantara,” pungkasnya.

# SNet - AZ

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius