Dalam 5 Hari Gubernur Akan Upayakan Akses Jalan Padang - Bukit Tinggi Rampung


Padang(Sumbar).SNet- Gubenur Sumatra Barat (Sumbar) akan mengupayakan dalam 5 hari akses jalan Padang-Bukittinggi yang putus akibat jembatan utama di Korong Pasa Usang Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman bisa dilalui.

“Untuk menghubungkan ruas tersebut nantinya melalui Balai Jalan Nasional Wilayah III akan mulai membangun jembatan darurat (belly) dan ditargetkan akan rampung lima hari kedepan,” ujar Irwan Prayitno di Padang, Selasa (11/12/2018).

Pihaknya mengatakan semua material untuk pembangunan jembatan sudah disiapakan dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB sampai untuk bisa dipakai.

Irwan mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi, dan sebaliknya, untuk memanfaatkan jalur-jalur alternatif seperti Sicincin-Malalak, Pariaman-Kelok 44, atau lewat Solok.

“Semoga putusnya jalur utama Padang-Bukittinggi tidak akan menghambat laju ekonomi Sumatra Barat,” harapnya.

Pihaknya juga meminta pengendara ekstra hati-hati saat melalui jalur Sicincin-Malalak saat dilanda hujan. Karena jalur tersebut dikenal rawan longsor karena topografinya yang berbukit dan jalan raya dibangun dilereng perbukitan.

“Usahakan jangan melewati Malalak pada malam hari. Sebab lampu jalan sudah beberapa kali dipasang namun selalu hilang,” kata Irwan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Iptu Yuliandi, mengatakan pengendara dari arah Kota Bukittinggi menuju Kota Padang bisa menempuh jalur via Solok. Jalur ini dianggap paling aman meski waktu tempuhnya lebih panjang. Sedangkan untuk pengendara dari Kota Padang menuju Bukittinggi, polisi telah menyiagakan anggotanya di tiga titik pengalihan arus lalu lintas.

Disebutkannya, untuk titik pertama pengalihan arus berada di simpang tiga Sicincin. Pengendara yang menuju Bukittinggi via Padang Panjang diminta belok ke kiri melalui Malalak, Agam.

“Sebenarnya untuk jalur Malalak ini, kami tidak menyarankan untuk dilalui saat hujan deras melanda. Alasannya, jalur Malalak yang berbukit dan jalurnya berada di lereng tebing dianggap rawan longsor,” ungkapnya.

Lalu untuk titik pengalihan kedua, berada di simpang lintas Lubuk Alung. Pengendara dari arah Kota Padang menuju Bukittinggi diminta belok kiri ke arah Kota Pariaman menuju Agam. Jalur ini lebih ‘memutar’ namun dianggap lebih aman dilalui.

Sedangkan titik pengalihan ketiga berada di simpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Khusus di lokasi ini, truk-truk dan kendaran berat lainnya yang menuju Bukittinggi diminta berbelok menuju Sitinjau Lauik untuk selanjutkan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi via Solok.

Yuliandai memastikan polisi akan bekerja maksimal agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur Padang-Bukittinggi dan sebaliknya, khususnya di jalur alternatif.

“Arus lalin (lalu lintas) sudah lancar, tidak ada kemacetan setelah pengalihan arus. Tapi tetap untuk jalur utama di jembatan putus tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahmat menghimbau Kalaksa Kabupaten/kota di daerah agar selalu waspada dan melakukan langkah-langkah evakuasi terhadap daerah-daerah rawan bencana. Untuk  mengantisipasi agar korban jiwa tidak berjatuhan. Disamping itu segera melaporkan jika terjadi bencana ke BPBD provinsi.

# SNet - Red/Kabar Sumbar

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius