Harga Bahan Pokok Sarapan Utama Informasi Jokowi


Lamongan.SNet- Jika Anda berlangganan koran setiap hari, berita apa yang pertama Anda lahap di pagi nan baru? Halaman Politik? Ekonomi? Olahraga? Atau Kabar Internasional? Apapun pilihannya, di situlah menegaskan prioritas perhatian kita ditentukan.

Serupa dengan itu, Jokowi mendapat setumpuk informasi setiap pagi. Ia memiliki tim komunikasi yang secara khusus memberikan laporan perkembangan informasi dari semua perspektif.

Segepok catatan berita itu disampaikan melalui ajudan pribadinya, baik saat Jokowi bersiap berangkat bekerja dari Istana Bogor menuju Istana Merdeka Jakarta, maupun saat berada dalam penerbangan atau di kota-kota lain kala melakukan kunjungan kerja.

Yang menarik, Jokowi punya pilihan unik tentang berita yang menjadi prioritasnya. Jokowi mengatakan bahwa dirinya selalu memantau perkembangan harga bahan pokok dan pangan setiap hari. Setiap pagi, pria 57 tahun ini selalu memiliki data terkini soal harga-harga pangan dan komoditas di Tanah Air.

"Saya itu hampir setiap hari, setiap pagi, bacanya adalah angka-angka. Sarapan pagi saya adalah angka-angka. Harga beras, harga cabai, harga daging, harga sayur semuanya pagi pasti masuk ke meja saya. Yang saya baca pertama juga itu," kata Jokowi dalam kunjungan kerja di Lamongan, November 2018.

Dari data-data itu, Jokowi dapat langsung mengambil tindakan apabila terdapat kemungkinan terjadinya lonjakan harga bahan pokok yang tidak terkendali. Ia juga tak segan untuk langsung menghubungi jajaran terkait untuk dapat mengambil tindakan.

"Kalau harga naik sedikit, Rp100 perak saja, pasti detik itu juga saya akan telepon Kepala Bulog. Akan saya telepon Menteri Perdagangan, saya telepon juga Menteri Pertanian. Hati-hati, harus ada operasi pasar untuk mengendalikan ini," ucapnya.

Karena itu, kalau dalam beberapa kali acara kunjungan kerja ke daerah Jokowi menyediakan waktu khusus untuk mengecek harga ke pasar, tentu itu bukan langkah latah. Perhatiannya pada rakyat, khususnya pada perkembangan harga bahan pokok, bukan datang tiba-tiba

Jadi, bukan hal kaget saat menemukan Jokowi ada di Pasar Suryakancana Bogor, Pasar Karangayu Semarang, Pasar Kranggan Yogyakarta, Pasar Anyar Tangerang, Pasar Sidoharjo Lamongan, atau Pasar Cihaurgeulis Bandung. Pada beberapa kesempatan kunjungan kerja, daftar mampir ke pasar ini awalnya tak ada dalam rangkaian jadwal resmi.

“Biasa, kalau ke pasar itu yang paling penting ngecek harga-harga. Waktu saya ke Pasar Bogor cabai masih di atas Rp 30 ribu, ini tadi saya beli sudah Rp 17 ribu,” kata Jokowi di Pasar Sidoharjo Lamongan.

Di tengah suasana pasar yang cenderung ramai, Jokowi menanyakan langsung harga sejumlah bahan pokok kepada pedagang seperti harga kacang, beras, hingga cabai. Tak hanya bertanya, Jokowi dan Iriana pun membeli beberapa bahan pangan di antaranya cabai, kacang tanah, beras, krupuk, sawo, juga babat.

Sambil menyusuri area pasar, Jokowi juga tampak sibuk meladeni permintaan jabat tangan dan permintaan swafoto dari warga yang kebetulan juga berada di pasar.

Jokowi menegaskan, pemerintah selalu berupaya untuk menjaga keseimbangan harga komoditas pada posisi yang seimbang. Dengan itu, petani dan konsumen sama-sama mendapatkan hak mereka.

"Kalau rendah itu petani yang kasihan, kalau terlalu tinggi masyarakat yang kasihan. Inilah keseimbangan yang harus kita jaga supaya supply dan demand itu pada posisi yang baik, yang stabil, sehingga harganya tidak terlalu melonjak naik tapi juga tidak jatuh turun," ungkapnya.

Jokowi adalah tipikal pemimpin yang ingin selalu dekat dengan rakyat. Kadang ia ada di mal terbesar di sebuah kota, tapi ia pun kerap hadir di pasar tradisional –yang menyimbolkan fluktasi harga bahan pokok dan gembira serta gelisah rakyat di dalamnya- juga rajin dikunjunginya sejak lama. Bukan demi keriuhan kontestasi pemilu saja.


# SNet - Red/Jokowi App

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius