Ini Alasannya Jokowi Beri Sepeda Raisa Dihari Musik Nasional


Jakarta.SNet- Wajah Raisa tampak sumringah. Dengan senyum khasnya yang terus mengembang, penyanyi cantik itu mencoba menaiki sepedanya di halaman Istana Negara, Jakarta.

Ungkapan kebahagiaan Raisa itu diposting melalui akun Instagramnya, @raisa6690.

"Guys..Aku baru aja selesai ketemu Bapak Presiden Joko Widodo untuk Hari Musik Nasional. Dan guess what? Aku dapat sepeda hadiah dari Presiden Jokowi," kata Raisa, Kamis (9/3/2017).

Tak lama setelah dilantik, Presiden Jokowi memang senang membagikan sepeda dalam pertemuan dengan pelbagai lapisan masyarakat. Jokowi biasanya lebih dulu melempar sejumlah pertanyaan atau kuis kepada peserta yang hadir sebelum memberi hadiah sepeda.

"Sudah sana ambil sepedanya," begitu kata Jokowi saat peserta dapat menjawab pertanyaannya secara benar.

Mungkin banyak yang penasaran, mengapa Jokowi memilih sepeda, dan bukan barang lainnya, untuk diberikan kepada hadirin?

“Saya senang bersepeda sedari dulu,” kata Jokowi beralasan

Selain itu, Jokowi memilih sepeda sebagai hadiah juga lantaran kegiatan bersepeda itu menggambarkan kemandirian dan semangat bekerja keras.

“Kemajuan, kelajuan, juga kecepatan (dalam bersepeda) dihasilkan dari usaha sendiri, gerak tubuh sendiri, tanpa mesin atau dorongan tenaga orang lain. Seberapa cepat kita ingin sampai ke tujuan, tergantung seberapa keras kita mengayuh," kata Jokowi dalam rilis Biro Pers Kepresidenan.

Menurut Jokowi, bersepeda juga merupakan wujud dari kebersamaan, yang di dalamnya terdapat koordinasi dan pembagian fungsi dari berbagai anggota tubuh.

"Dengan mengayuh sepeda, seluruh anggota badan bergerak dalam harmoni. Dua tungkai kaki mengayuh pedal seirama, mata memandang awas ke depan, tangan menggenggam kemudi seraya jari waspada menarik tuas rem," jelasnya.

Bersepeda itu, menurut Jokowi, juga bergerak maju dalam keseimbangan. "Jika jalan menanjak, badan sedikit membungkuk. Jika berbelok ke kanan atau ke kiri, tubuh ikut menyelaraskan. Satu yang tetap, titik berat pesepeda selalu ada di tengah-tengah," ujar Jokowi.

Bersepeda juga sangat bersahaja dan bisa dinikmati oleh semua orang, semua usia, lintas suku dan peradaban.

"Pendeknya, bersepeda adalah bekerja keras dan mandiri, melaju dalam harmoni dan keseimbangan. Dan karena itulah, saya senang berbagi sepeda di setiap acara dan kunjungan," kata Jokowi.

Beragam kalangan sudah pernah mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi. Mulai dari anak sekolah, santri pondok pesantren, polisi, tentara, artis, hingga warga negara Indonesia di Australia. Syaratnya hanya satu, yakni berhasil secara benar menjawab kuis yang diberikan oleh Jokowi.

Beberapa waktu lalu, seorang tenaga kerja di Hong Kong juga mendapat hadiah sepeda dari orang nomor satu di Indonesia tersebut. Wanita bernama Romlah ini mendapat sepeda setelah menjawab beberapa pertanyaan Jokowi.

Uniknya, Jokowi kemudian bertanya akan dikemanakan sepeda itu. Romlah pun meminta agar hadiah tersebut dikirimkan pada anaknya di Jombang.

Dari APBN

Kepala Sekretariat Presiden Darmansyah Djumala menceritakan, ide awal pembagian sepeda muncul secara spontan di kalangan istana. Namun, dia tak menyebut sosok pengusulnya.

"Sebenarnya awal-awal cuma spontan bahwa beliau (Jokowi –red) ketika ke daerah suka mengadakan dialog dengan rakyat. Kalau kita lihat dialognya menanamkan nilai-nilai kebangsaan," ujar Darmansyah saat dihubungi merdeka.com (10/3/2017).

Akhirnya tercetuslah ide membagi-bagikan sepeda guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan terhadap rakyat.

"Pertanyaan-pertanyaan beliau spektrumnya sangat luas, tapi spektrumnya kebangsaan Indonesia. Makanya (sepeda) dipakai," tuturnya.

Darmansyah menegaskan, inti dari pembagian sepeda tersebut yakni menanamkan kesadaran berbhinneka tunggal ika. "Untuk menanamkan kebangsaan, kesadaran kebhinekaan," ungkapnya.

Darmansyah menceritakan alasan pemilihan sepeda sebagai hadiah karena sepeda adalah alat transportasi yang merakyat.

"Sepeda alat transportasi yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat. Murah, terjangkau, bisa bermanfaat," tuturnya.

"Bisa untuk olahraga, bisa untuk transportasi dan bisa mengurangi emisi karbon," tambahnya.

Darmansyah menjelaskan, sepeda yang dibagikan Jokowi berasal dari anggaran bantuan sosial untuk Presiden.

"Memang ada anggarannya untuk itu. Dari APBN," kata Darmansyah seperti dikutip Kompas.com (10/3/2017).

Biasanya, lanjut Darmansyah, pihak Istana menyiapkan 5-7 sepeda setiap kali Jokowi akan menghadiri acara yang diikuti masyarakat. Namun, jumlahnya bisa bertambah tergantung berapa banyak masyarakat yang hadir.

"Kalau jumlah yang hadir sampai 3.000 orang, kita siapkan sekitar 10-12 sepeda," ucap Darmansyah.

Hadiah sepeda Jokowi itu, menurut Darmansyah, dipesan dari toko sepeda yang ada di daerah yang dikunjungi Kepala Negara. Ada dua jenis sepeda yang dipesan, yakni untuk laki-laki dan untuk perempuan. Sepeda untuk perempuan berukuran sedikit lebih kecil.

Tak ada toko khusus atau merek khusus. Sepeda Jokowi yang dibagikan bisa bermerek apa saja dan dipesan dari toko mana saja.  "Karena di tiap kabupaten dan pulau kan mereknya berbeda," ucap Darmansyah.

Darmansyah mengaku tak tahu persis berapa harga tiap satu sepedanya. "Harga sepedanya sih tak seberapa, tapi tulisan hadiah dari Presiden Jokowi itu (yang berharga)," tambah dia sambil tertawa.

Benar juga. Bagi artis sekelas Raisa atau Choky Sitohang, harga sepeda pemberian Presiden tentulah cukup murah dilihat dari pendapatan mereka sebagai artis. Namun keterangan “Hadiah dari Presiden Jokowi” yang tertulis di badan sepeda itulah yang tak ternilai harganya.

# SNet - Red/Jokowi App

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius