Inilah Sederet Pengalaman Kiai Ma'ruf


Jakarta.SNet- Tampilannya sederhana. Kemana mana mengenakan sarung dan peci. Kiai Ma’ruf Amin memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai Rais ‘Am dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai ketua umum.

Seorang Kiai, yang bukan Kiai sembarangan karena memimpin dua lembaga Islam yang otoritatif di Indonesia. Seorang Kiai tentu akrab dengan urusan agama. Tentang fatwa-fatwa, dalil-dalil, pesantren, dan urusan keagamaan lain. Namun Kiai Ma’ruf Amin tidak sekedar ahli urusan agama semacam itu.

Ia memiliki latar belakang politisi sekaligus ekonom. Akademisi sekaligus pecinta sepak bola. Tentang pengalaman perekonomian, telah mengantarkannya mendapat gelar Doktor Honoris Causa pada bidang Hukum Ekonomi Syariah dari Program Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta pada 2012.

Kiai Ma’ruf Amin menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank Muamalat, dan Bank Mega Syariah.

Ia juga menjabat sebagai Anggota ex-Officio Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah (KPJKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2014. Selain itu, ia tercatat menjadi Dewan Pengawas Syariah di empat lembaga keuangan non bank, di antaranya: Mega Insurance, Bringin Life, dan BNI Life Insurance.

Itulah sederat pengalaman yang dipercayakan kepada Kia Ma’ruf Amin. Maka tak mengherankan ketika dalam jumpa pers pertamanya setelah ditunjuk menjadi cawapres, ia berbicara mengenai kedaulatan pangan dan ekonomi berbasis umat.
Dengan suaranya yang lembut tapi jelas, Kiai Ma’ruf Amin bahkan mengritik pola pekonomian yang melahirkan konglomerasi.

Pengusaha seperti Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menilai Kiai Ma’ruf Amin sebagai sosok yang bisa mendorong perkembangan ekonomi syariah Indonesia lebih maju lagi.

"Ya tentunya kalau menggandeng Pak Mar'uf Amin, kita melihat dari dunia usaha, perekonomian kita, satu hal yang masih perlu didorong adalah, salah satunya perekonomian syariah," katanya.

Rosan menegaskan, sejatinya Kiai Ma’ruf Amin memiliki karier maupun track record yang cukup mumpuni di sektor ekonomi syariah. Sehingga ia melihat hal itu merupakan suatu potensi besar untuk mengejar ketertinggalan ekonomi syariah Indonesia dari negara lain, seperti Malaysia, Inggris, dan lainnya.

# SNet - Red/Jokowi App

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius