Media Massa Cetak Tetap Bertahan di Era Digital, Surat Kabar Jenius Go Public Lagi


Jakarta.SNet- Alhamdulillah Surat Kabar JENIUS mampu mempertahankan pembacanya di tengah-tengah pergeseran minat baca dari cetak ke digital. Koran masih menjadi pilihan utama pembaca dan pandapatan iklan Surat Kabar JENIUS relatif meningkat dari tahun ke tahun. Para pembaca masih memilih koran adalah karena nilai beritanya yang dapat dipercaya. Elemen trust terhadap konten tentu berpengaruh terhadap iklan yang ada di dalamnya.

Demikian disampaikan Presiden Komisaris PT. Surat Kabat Jenius, KGPH menjawab pertanyaan wartawan, seputar rencana Go Public Perusahaan penerbit Surat Kabar JENIUS dan pengelola portal berita JENIUSNET Online itu.”Sehingga keberadaan koran sebagai media beriklan sangat penting untuk produk yang mengutamakan unsur trust misalnya produk perbankan dan asuransi,” ujar Kangjeng Eko.

Menurut Kangjeng Eko, meski industri surat kabar cetak di banyak Negara mulai mendekati lampu merah, para insan surat kabar di Indonesia masih bisa bernapas lega.
Soalnya paling tidak – jika mengacu data yang ada, industri surat kabar di Indonesia dengan format tradisional (mengandalkan cetak) paling tidak masih dapat bertahan hingga lebih dari tahun 2040.

“Pasalnya, meskipun penggunaan media digital sudah mulai berkembang di antara masyarakat, akan tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang mengandalkan surat kabar tercetak sebagai sumber informasi. Hal itu tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat Indonesia yang masih tergolong masyarakat negara berkembang,” kata Kangjeng Eko.

Hanya saja, kata Chairman PT. Surat Kabar Jenius itu, para pebisnis media cetak harus pandai berinovasi, seperti mengintegrasikan media cetak dengan media online atau televisi. Persaingan bisnis media massa memang ketat. Pelaku bisnis media massa yang dulunya hanya menguasai satu bentuk media sekarang mulai merambah ke beberapa bentuk media agar penetrasinya ke pasar lebih luas.

Karena itu, Kangjeng Eko menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melaunching Porta Berita JENIUSNET. Peluncuran JENIUSNET, selain dalam upaya perluasan pasar, juga dalam menangkal efek negatif  penetrasi media-media online dan media sosial yang makin mewabah. “Di Indonesia ada 45 juta pengguna internet yang menjadi pangsa pasar bagi pengiklan. Belum lagi media baru, seperti blog dan vlogging (video blogging), yang jumlahnya mencapai 5,27 juta pada akhir tahun 2011,” kata Kangjeng Eko.

Kangjeng Eko menjelaskan, Surat Kabar Jenius punya peluang besar untuk mengembangkan usahanya terpadu dengan Media Online. Jika dilihat dari profil pembaca, media cetak di Indonesia cenderung dikonsumsi oleh konsumen dari rentang usia 20-49 tahun (74 persen), memilki pekerjaan sebagai karyawan (32 persen) dan mayoritas pembacanya berasal dari kelas atas (54 persen). Ini menunjukkan bahwa pembaca media cetak masih produktif dan dari kalangan yang mapan.

“Pembaca media cetak juga merupakan pembuat keputusan dalam rumah tangga untuk membeli sebuah produk (36 persen). Membaca buku adalah salah satu hobi dari konsumen media cetak. Selain membaca, mereka juga lebih cenderung menyukai traveling. Sebanyak tiga dari empat pembaca media cetak mengakui tidak keberatan saat melihat iklan karena iklan adalah salah satu cara untuk mengetahui produk baru,” Kangjeng Eko menjelaskan.

Sehubungan dengan rencana pengembangan usaha tersebut, kata Kangjeng Eko, pihaknya sedang meningkatkan kinerja Eksekutif dan Redaksi dalam upaya meningkatkan Kualitas Surat Kabar Jenius. Seiring dengan itu, PT. Surat Kabar Jenius berencana akan menjual 30 persen sahamnya sebanyak 150 ribu lembar saham dengan harga nominal Rp 50 ribu per lembar saham dan rencana harga penjualan Rp 100 ribu. “Melalui initial public offering (IPO), PT Surat Kabar Jenius, berharap dapat menghimpun dana sebesar Rp 15 miliar untuk keperluan pengembangan usaha di bidang media massa,” pungkas Kangjeng Eko.

# SNet - AZ/Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius