Memadukan Kekuatan Budaya Nusantara Dalam Kehidupan Bernafas Islam


Jakarta.SNet- Terlepas dari Pro-Kontra apa hukumnya merayakan Malam Tahun Baru 2019, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman memanfaatkan momen tersebut untuk mengadakan MALAM MUHASABAH. Acara tersebut dimulai dari Maghrib Sampai tengah malam, diawali dengan khataman Qur’an, Thausiyah Awal Tahun, Muhasabah, Zikir, di tutup dengan Do’a.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Muhasabah Malam Tahun Baru Masjid Baiturrahman, Ustadz Idris Maulana Zamri SE, Ak, CA kepada Wartawan di Pendopo Alhikmah, Cikarang, Jawa Barat. “Melalui renungan malam Tahun Baru DKM Baiturrahman ingin mengajak seluruh Ikhwan dan Akhwat Majelis Dakwah Alhikmah untuk mengadakan INTROSPEKSI diri sendiri dan BERUSAHA dengan segenap kekuatan untuk menjadi sosok MANUSIA BARU dari pada sekedar mendambakan harapan kosong yang tak kunjung kita dapati dalam Tahun yang Baru nanti,” tambahnya.

Menurut, Ustadz Idris Maulana Zamri SE, Ak, CA, MUHASABAH berarti mengingat, menghitung dosa serta mengevaluasi diri. Setiap manusia tentu tak luput dari dosa, namun sedikit sekali orang yang mampu untuk menjadikan kelalaiannya sebagai pelajaran. Ditegaskannya, Muhasabah adalah PENTING dan Perlu sebagai wasilaj untuk menemukan kelemahan diri dan memperbaikinya. Jadi, Muhasabah itu berguna untuk Meningkatkan Kualitas Diri.

“Insya Allah, Dengan muhasabah kita bisa mengidentifikasi kelemahan diri serta selanjutnya menumbuhkan kesadaran diri dan rasa penyesalan. Selanjutnya diharapkan dapat tergerak untuk melakukan upaya perbaikan, mulai dari memohon ampunan kepada Allah serta melakukan amal shalih dan membuat target-target pencapaian di hari berikutnya,” ujarnya.

Seiring dengan hal diatas, Idris Maulana menjelaskan bahwa Acara Muhasabah Malam Tahun Baru itu juga akan dijadikan MOMENTUM Memadukan Kekuatan Budaya Nusantara dengan Kehidupan Modern di Zaman Now BERNAFAS Islam. Pasalnya makin hari makin banyak orang Indonesia yang tercabut dari AKAR BUDAYA NUSANTARA. “Karena itu dalam Sesi Thausiyah juga akan diisi CERAMAH BUDAYA oleh Pakar Budaya Nusantara, KGPH Eko Gunarto Putro, MM,” katanya.

Selanjutnya Idris menjelaskan bahwa dalam acara tersebut juga akan dihidangkan Aneka Penganan Tradisi Nusantara yang dibawa oleh para Ikhwan,  selesai Do’a bersama di tengah malam juga akan disajikan NASI LIWET yang dimasak secara Khas Nusantara oleh Ibu-ibu majelis taklim Baiturrahman dibawah Kordinasi Koki perusahaan Makanan Nusantara siap saji DAPUR UMY, yaitu Ustadzah Umy Yusmaniar.

Menariknya kata Idris, NASI LIWET itu akan dinikmati secara berjamaah dan dihidangkan di atas sehelai daun pisang. Dikatakannya, saat ini Tradisi makan Berjamaah di SEHELAI DAUN ataupun SATU NAMPAN bersama, sudah jarang dilakukan masyarakat kita. Padahal, dengan makan berjamaah itu, banyak HIKMAH yang diperoleh, misalnya menambah keakraban, sekaligus mendekatkan HATI dan menguatkan Jiwa Gotong Royong.

“Kami berharap acara ini dapat menginspirasi masyarakat luas dalam menyajikan hidangan tradisional yang menggugah selera, serta menguatkan kembali tekad jamaah Majelis Dakwah Alhikmah untuk melestarikan dan Mengembangkan Adat dan Budaya Nusantara  Bernafas Islam,” pungkas Idris Maulana. (az).

# SNet - AZ
Foto Ilustrasi Tribunnews

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius