PBB Bisa Jadi Kuda Hitam Dalam Pemilu 2019


Cikarang.SNet- Besar Kemungkinan Partai Bulan Bintang (PBB) merapat ke Kubu Jokowi. Sekalipun hal itu baru akan diputuskan pada Rakernas PBB bulan Januari 2019 nanti, namun perubahan angin politik semakin kuat dan peta politik pun akan BERUBAH DRASTIS. Besar kemungkinan PBB bisa jadi KUDA HITAM dalam Pemilu 2019. Pasalnya, Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra (YIM) adalah Pakar Hukum Tata Negara, sekaligus Politisi handal dan juga sangat mumpuni. Sehingga, manuver politiknya tentu sudah diperhitungkan dengan matang atas pergolakan politik di Tanah Air.

Demikian terungkap dalam Diskusi Politik Bertajuk “Gerakan Politik Islam Indonesia Dalam Persfektif  Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra Jelang Pemilu 2019” yang diselenggarakan Majelis Dakwah Al-Hikmah di Pendopo Al-Himah, Cikarang, Jawa Barat. “Manuver Politik YIM berpotensi membuka kebuntuan Partai Bulan Bintang dalam menghadapi Pemilu serentak 2019. Pilihan politik ini punya potensi MENGURAI kebuntuan dan membuka PELUANG perluasan basis pemilih PBB,” kata Direktur Spiritual Politics Consultant Institute, KGPH Eko Gunarto Putro, MM.

Karena itu, menurut Kangjeng Eko Gunarto Putro, Partai Bulan Bintang (PBB) bakal melenggang cantik diantara dua kubu besar yang bertarung dalam  pemilu serentak 2019. Bahkan besar kemungkinan target Suara PBB 9 Persen di Pemilu 2019 akan terlampaui. “Yusril, sangat realistis tak mau muluk-muluk. Dia menginginkan setidak-tidaknya ada fraksi PBB di kursi legislatif. Selebihnya, dia kembalikan kepada mekanisme penyelenggaraan pemilu,” kata Kangjeng Eko.

Dalam kaitan itu, Calon Legislatif PBB untuk DPR RI, Muhammad Ridwan mengatakan ada beberapa alasan yang mendasari peluang besar partainya dalam Pemilu 2019. Antara lain dari segi popularitas, Yusril yang kini menjadi Kuasa Hukum Capres-Cawapres, Jokowi-Ma’ruf merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang dengan tegas menyatakan PBB PARTAI ISLAM. Tidak seperti partai lain yang masih malu-malu mengakuinya.

“Yusril belakangan ini pun terus melejit atas sikapnya membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibubarkan pemerintah dan Yusril berhasil  mengajak Eks HTI untuk membenahi pandangan politik mereka agar sejalan dengan Pancasila dan UUD 45,” kata Caleg PBB itu.

Selain itu, Muhammad Ridwan mengingatkan bahwa  Yusril juga telah berusaha menjembatani rekonsiliasi antara pemerintah dengan sejumlah ulama yang tersangkut masalah hukum sejak Pilkada DKI 2017 lalu. Dikatakannya, sikap beliau itu cukup menarik simpati masyarakat, terutama dari kalangan umat muslim. “Umat Islam yang ada di kubu Prabowo yang masih ragu dengan arah perjuangan partai-partai pendukung Prabowo tentu akan merapat ke PBB. Demikian juga Kaum Muslim pendukung Jokowi tentu akan lebih tertarik menyalurkan suara mereka ke Partai Islam PBB,” pungkas Caleg PBB untuk DPR RI dari Dapil 7 Jawa Barat itu.

# SNet - AZ/Jenius

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius