Silahkan Manfaatkan Bantuan Modal Yang Diberi Oleh Pemerintah


Jakarta.SNet- April tahun lalu, usai acara penyerahan sertifikat tanah di Cirebon, Presiden Jokowi singgah di sebuah rumah makan. Peristiwa itu menarik perhatian karena sejumlah warga diajak makan bersama. Yang diajak makan bersama itu ada sopir, ibu-ibu penjual penganan molen, dan penjaja keliling kolak. Yang hampir luput dari perhatian, Jokowi menaruh perhatian besar pada KUR (Kredit Usaha Rakyat).

"Sebetulnya masyarakat ini, contoh ibu-ibu tadi, dengan modal Rp 200 ribu bisa menghasilkan Rp 50 ribu per hari. (Untuk) Inilah saya kira, program seperti KUR harus kita urus. Ada hal kecil yang bisa kita lakukan, tetapi memberikan dukungan ekonomi di bawah yang sangat besar," tegas Jokowi waktu itu.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti yang ditemuinya di Cirebon itu, selalu mendapatkan tempat di  hati Jokowi. Ia paham betul bahwa sektor bisnis ini menjadi fondasi perekonomian bangsa. Karena itu, diciptakan berbagai kemudahan bagi mereka.

Dalam hal permodalan bagi UMKM, Jokowi menetapkan kebijakan baru lewat paket ekonomi jilid IV yang diumumkan pada 15 Oktober 2018 lalu. Jika sebelumnya bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunganya 22% per tahun, kini menjadi 12% untuk periode yang sama.

Jokowi meyakini, akses KUR yang lebih mudah dan ringan akan memperkuat daya saing industri skala kecil dan menengah dalam menghadapi produk-produk impor. Tentunya sektor UKM seperti industri kuliner, tekstil, dan kerajinan bisa terbantu dengan adanya kebijakan ini, terutama sektor lain yang membutuhkan kredit di atas Rp 25 juta.

Bagi yang bergelut dalam bisnis UMKM, tidak ada salahnya coba mengajukan pinjaman lewat program ini. Ada pun fasilitas kredit yang disediakan mulai dari Rp 5 juta hingga 500 juta yang disalurkan lewat bank-bank yang ditunjuk pemerintah, seperti Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri.

Syaratnya apa saja? Yang pasti, orang yang sudah melakukan usaha produktif dan layak secara aktif selama minimal 6 bulan. Selain itu, orang tersebut tidak menerima kredit dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit. Jangan lupa, lengkapi pula dokumen permohonan dengan bukti identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha.

Ultra Mikro
Selain KUR, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga meluncurkan program pembiayaan ultra mikro (UMi) yang ditujukan bagi pelaku usaha yang tidak terjangkau program KUR. Jadi, misalnya merasa tidak perlu modal yang terlalu besar dan belum tersentuh akses perbankan (tidak bankable) orang bisa memanfaatkan program ini.
Berbeda degan KUR, pembiayaan tanpa agunan ini disalurkan melalui lembaga keuangan bukan bank (LKBB), seperti PT Pegadaian, PT Bahana Artha Ventura, PT Permodalan Nasional Madani (PMN), dan juga koperasi-koperasi yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Ada pun plafon yang disediakan Rp 1 juta-Rp 10 juta dengan jangka waktu pembiayaan paling lama 48 bulan dan suku bunga kredit yang diberlakukan sekitar 2-4% per tahun.

Bak gayung bersambut, banyak pelaku UMKM yang telah memanfaatkan fasilitas ini. Tak heran, berdasarkan data Kementeriaan Koordinator Bidang Perekomian, realisasi penyaluran KUR selalu naik setiap tahunnya. Misalnya saja, dari tahun 2015 ke 2016, terjadi kenaikan dari Rp 22,75 triliun menjadi Rp 94,4 triliun.

Bahkan, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) realisasi KUR sampai Desember 2017 mencapai Rp 95,56 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 4.408.925 orang. Di tahun 2018, target penyaluran KUR dinaikkan jadi Rp 120 triliun.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari manfaatkan fasilitas dari pemerintah ini, supaya bisnis yang Anda jalankan bisa berhijrah ke arah yang lebih maju.

# SNet - Red/Jokowi App

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius