Al Qur'an Mendorong Kita Menuju Sukses, Bahagia dan Sejahtera


Jakarta.SNet- Ketertinggalan Umat Islam Indonesia dalam BISNIS adalah akibat KEGAGALAN mereka dalam MEMADUKAN kemampuan Bisnis dengan tuntunan Al-Qur’an dan Nilai-nilai Kearifan Lokal yang ada dalam beragam Budaya. Sementara itu, di Barat para eksekutif dari berbagai industri yang berbondong-bondong ke Harvard Business School untuk membahas bagaimana SPIRITUALITAS mereka membantu mereka menjadi pemimpin yang kuat. Karena itu, Mereka pun berupaya MENGEKSPLORASI nilai-nilai, etika dan spiritualitas dalam bisnis.

Al-Qur’an, Spiritualitas, Budaya dan Bisnis, nampaknya belum berjalan bersama bagi sebagian besar orang Indonesia di Zaman Now ini. Padahal dalam kehidupan profesional Anda akan sangat bermanfaat jika Anda  melakukannya. Karena itu, dalam konteks studi dan pengembangan nilai-nilai Al-Quran dalam dunia Bisnis, jangan sampai penafsiran kita tidak sejalan dengan budaya yang berkembang di masyarakat.

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan BUDAYA dari berbagai suku di seluruh wilayahnya. Bahkan dalam dunia bisnis, terdapat kebiasaan-kebiasaan tidak tertulis yang dilakukan secara turun menurun dan pada akhirnya menjadi “BISNIS CULTURE” tersendiri. Memahami budaya bisnis yang ada akan memudahkan seseorang bersosialisasi dalam bisnis, sekaligus sebagai bahan referensi bagi pebisnis ketika membangun relasi.

Dalam kaitan itulah, para Pebisnis Muslim harus Mampu Mencari TITIK TEMU Nilai-nilai Al-Qur’an, Budaya dan Keterampilan Bisnis Anda. Al-Qur’an dan BUDAYA NUSANTARA dapat saling isi dan terintegrasi, karena kesamaan unsur esensial. Nusantara sebagai entitas budaya memiliki kekayaan yang beragam berkait dengan pandangan dan laku SPIRITUAL. Sungguhpun demikian keberagaman ini mengalir pada muara yang sama yaitu esensi PENCARIAN dan PENGHAYATAN atas Tuhan.

Secara sosiologis, konsep agama asli Nusantara adalah REALITAS SPIRITUALITAS yang ditemukan di tengah-tengah masyarakat, hidup dan berkembang di dalamnya secara individual maupun komunal. Keyakinan dan SPIRITULITAS tersebut diyakini secara turun-temurun oleh masyarakat Nusantara jauh sebelum agama-agama yang datang kemudian. Kedatangan agama-agama besar lainnya dari India, Eropa dan Timur Tengah tentu saja semakin menyemarakan kebinekaan RELIGIUSITAS dan SPIRITUALITAS Nusantara.

Al-Qur'an sesungguhnya terdiri bukan hanya dari segi lahiriah / tekstual saja, melainkan ia juga memiliki sisi bathin (SPIRITUAL) yang justri menjadi INTI dari ajaran Islam itu sendiri. Sisi bathiniah al-Qur'an ini dapat kita kenali tatkala kita sambung (silatun) dengan Dzat Yang Maha Bahthin (AL-BATHINU), yakni Allah. Dengan kata lain, Al-Qur’an sebagai Sumber Utama ajaran Agama Islam tentu saja mengandung Aspek Spiritual atau Kebatinan.

Agama memang tak pernah bisa dilepaskan dari kerohanian (spiritualitas). Agama tanpa spiritualitas bukanlah agama, hanya simbol-simbol tanpa makna. Dan, karena itu, ia tidak melahirkan dampak apa-apa. Karena itulah Umat Islam TERTINGGAL dalam Bisnis. Maka, Umat Islam jangan hanya menghabiskan waktu untuk memperdebatkan simbol Agama, sehingga lupa menggali ESENSINYA. Ada orang yang hanya berhenti kepada simbol-simbol agama semata. Padahal agama tidak hanya itu. Yang lebih SUBSTANTIF adalah dari segi Spritual Agama itu sendiri. Simbol itu penting, tapi jangan hanya berhenti pada simbol. Karena Belum Tentu Cerminkan Kualitas Beragama.

Jadi, berusahalah tetap SELARAS secara SPIRITUAL dengan Al-Qur’an , Budaya dan Bisnis Anda. Karena hal itu adalah kunci pertumbuhan perusahaan Anda ke arah yang benar. Ini juga merupakan kunci untuk mempertahankan kehidupan integritas yang bahagia dan TERCUKUPI lahir batin. Kadang-kadang kita begitu teralihkan oleh kebutuhan dan perincian bisnis kita sehingga kita lupa memberi ruang bagi KEAJAIBAN AL-QUR’AN itu sendiri.

# SNet - AZ

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius