Revolusi Mental Spiritual Diperlukan Untuk Keluar Dari Cengkeraman Kapitalisme


Jakarta.SNet- Membicarakan PERUBAHAN NASIB bangsa Indonesia sebenarnya tidak bisa dilepaskan dengan pola PIKIR dan BUDAYA SPIRITUALISME. Sebab, pada dasarnya antara perubahan nasib dan spiritualisme dalam suatu kehidupan harus berjalan seiring. Pasalnya, penduduk bumi Ibu Pertiwi adalah masyarakat yang BERBUDAYA Nusantara yang sarat dengan  Nilai-nilai KEBATINAN. Demikian pula agama yang dianut rakyat di Tanah Air adalah Mayoritas Islam yang juga tidak terlepas dari ajaran spiritual yang melambangkan kesalahenan pribadi seorang muslim.

Dalam hal ini, Allah SWT menjelaskan dalam surat Asy-Syams ayat 7-10 sebagai berikut: “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (perilaku) kejahatan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (Qs. asy-Syams/91: 7-10).6

Namun sayangnya, menurut Dosen Ilmu Filsafat, Tauhid dan Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Hamdani, Bangsa Indonesia saat ini dinilai memiliki KRISIS SPIRITUAL yang semakin akut dan menjadi. Krisis spiritual ini dinilai bukan hanya terjadi pada sebagian kalangan lapisan masyarakat saja. Tapi bahkan hampir melingkupi seluruh elemen bangsa. “Banyak umat Islam Indonesia yang semakin tidak mengenal Allah, sehingga mereka MENYEMBAH Allah tapi MENGHAMBA ke makhluk dan HARTA benda," ujarnya.

Menurut Hamdani, krisis spiritual bangsa ini dapat dilihat dari semakin krisisnya pengetahuan tentang Allah. Esensi Ilahy hanya dipandang ketika beribadah. Sehingga esensi Allah semakin samar, abstrak bahkan semakin tidak jelas di setiap kehidupan. Kemudian, krisis spiritual lain adalah krisi kesadaran tentang Allah. Menurut dia, krisis kesadaran tentang Allah SWT ini ditandai dengan tidak hadirnya Allah dalam setiap gerak dan laku. "Mereka seakan-akan bisa hidup sendiri, bisa berpikir sendiri tanpa tergantung kepada Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Ahli Filsafat dan Budayawan Islam, Prof. Dr. Abdul Hadi WM,
KRISIS KEBUDAYAAN pun telah lama melanda kehidupan bangsa kita. Tanda-tandanya tampak terutama dalam merosotnya nilai dan pemujaan berlebihan di kalangan luas masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material. Oleh karena itu, seperti krisis-krisis lainnya, sepatutnya ia dijadikan pekerjaan rumah oleh kita untuk dibahas dan dipecahkan bersama-sama.

Betapa banyaknya terjadi kemorosotan nilai-nilai budaya dalam masyarakat , baik itu moral, pengetahuan dan sebagainya. Dan itu disebabkan beberapa hal, seperti hedonisme, KEHAMPAAN SPIRITUAL dan hasrat melampaui batas terhadap kebebasan. Maka, hal ini harus segera dibenahi, agar jangan sampai terjadi Tanah air, bangsa, nilai-nilai budaya lokal, keadaban, tradisi, sejarah, narasi-narasi leluhur, dan identitas diri tinggal akhirnya jadi kerak yang menumpuk di ceruk benak.

Karena itu, agar Umat Islam Nusantara bisa keluar dari KETERPURUKAN dan KETERTINGGALAN, perlu segera melakukan REVOLUSI SPIRITUAL. Revolusi spiritual berarti mengembalikan lagi nilai-nilai luhur budaya spiritual asli dari bangsa ini. Jika hal tersebut bisa diterapkan akan menciptakan bangsa yang berkepribadian dan berkarakter. Bukan sebaliknya, hanya memindahkan paham-paham asing secara utuh yang pada gilirannya akan mengakibatkan bangsa ini menjadi Tenggelam dalam CENGKERAMAN MATERISME KAPITALISME.

Revolusi SPIRITUAL diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa. Nilai-nilai luhur ini diharapkan dapat menjadi karakter yang menjadi landasan untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan, toleransi, tenggang rasa, gotong royong, etos kerja dan menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis. Jadi, Revolus Spiritual adalah revolusi semangat dan nilai-nilai, yang akan mendorong perombakan penuh pendekatan  terhadap kebudayaan, lingkungan, pekerjaan, politik dan EKONOMI.

Islam sangat memberi perhatian terhadap tradisi spiritualitas dan moralitas. Dalam kenyataannya  Islam memiliki tradisi spiritualitas yang kaya dan amat berharga yang sudah berjalan selama rentang waktu lebih dari 14 abad. Sayangnya, banyak diantara maimymuslim tidak begitu memahami dan mengetahui misi yang semulia itu.  Padahal, dalam perspektif sejarah, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang telah melalui proses SPIRITUALITAS itu.

Beliau dipersepsikan sebagai anak muda yang jujur, pencari spiritual yang kritis, dan terkadang ia berkontemplasi ke bukit-bukit di sekitar Makah untuk beribadah. Di sebuah bukit, tempat dimana ia mengasingkan diri itulah, selanjutnya  ia memperoleh PENGALAMAN SPIRITUAL yang tinggi. Akhirnya melalui pengalaman tersebut Muhammad SAW berjumpa dengan Malaikat Jibril a.s yang menyampaikan “WAHYU” dari Allah, yang secara harfiah berisi pesan yang menentang nilai-nilai masyarakat jahiliyah abad ke tujuh.

Ajaran yang terkandung dalam wahyu tersebut, di satu sisi membuat beberapa orang tertarik,  di sisi lain membuat orang-orang takut, utamnya adalah kelompok Quraisy. Ketakutan seperti ini bukan semata-mata karena ajaran tauhidnya, tetapi karena ajaran sosial yang dibawa Muhammad saw. sebagai ajaran yang concern terhadap penegaan keadilan ekonomi dan persamaan sosial. Itulah yang akan selalu mengancam kemapanan monopoli perdagangan para kafilah Quraisy yang merupakan kunci untuk memperkaya diri mereka. Dengan demikian tradisi spiritualitas dalam Islam adalah spiritualitas yang sarat dengan pesan-pesan sosialnya.

Belum lagi tradisi spiritualitas lain yang lebih penting dalam Islam. Tradisi spiritual dimaksud adalah SHALAT 5 waktu sehari semalam. Tradisi ini dianggap  sebagai jantung spiritualitas Islam. Dianggap demikian karena shalat diawali dengan penataan niat yang dalam untuk berkomunikasi dengan Allah dan diakhiri dengan ucapan SALAM perdamaian terhadap sesama manusia. Inilah yang kemudian di dalam Islam disebut sebagai ibadah mahdlah, ibadah yang dilakukan manusia untuk berinteraksi dengan Rabb-nya  dan diakhiri dengan sikap KRITIS terhadap kualitas MORAL dan SPIRITUALITAS dalam suatu TINDAKAN SOSIAL.

# SNet - AZ

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius