FN Luki Bersama CSR Semen Padang Adakan Bimtek Hukum Adat Salingka Nagari


SUMBARNET.COM - Dosen sekolah tinggi ilmu sosial dan ilmu politik ( STISIP ) Padang Zaitul Ikhlas Saad, mengatakan, banyak nilai yang secara filosofis terangkum dalam "Kato Pusako" Adat Minangkabau yang menyangkut hampir seluruh aktivitas kehidupan orang Minang di Sumatera Barat. "Nilai-nilai itu secara spesifik berkaitan dengan makna dan hakikat hidup, yang meliputi hidup berbudi, hidup berkerukunan, hidup bermalu dan hidup berpendirian," katanya.

Hal tersebut dikatakan Zaitul Ikhlas Saad dalam kegiatan Bimtek Masyarakat Hukum dan Adat Salingka Nagari pada 28 September 2019 bertempat di Aula Pendidikan dan Latihan Diklat Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka mensukseskan Program Basinergi Mambangun Nagari, Forum Nagari Kecamatan Lubuk Kilangan dan CSR PT Semen Padang yang bertemakan Melalui Bimbingan Teknis Kita Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Hukum Adat Serta Hak hak Tradisional.

Zaitul Ikhlas Saad menjelaskan, "terkait dengan kehidupan ada dua hal yang tidak berkenan disebut bagi orang Minang. Pertama kalau disebut sebagai orang yang tidak beragama dan kedua bila disebut sebagai orang yang tidak beradat.  Dalam konteks tidak beradat, adalah orang yang tidak berbudi, karena budi adalah filosofi dasar adat Minangkabau."

Sedemikian kuatnya nilai budi bagi orang Minang, sehingga kehidupannya dihadapi dengan penuh kemandirian dalam rangka memelihara harga diri.

"Nilai yang terkait dengan budi ini dalam pandangan Agama Islam di antaranya disebut dengan akhlaq. Justru untuk kepentingan akhlaq inilah Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT menjadi Rasul untuk segenap manusia (Q.Saba/34:28: al-Qalam/68:4). Khusus untuk Rasululah ada penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Allah yang terdapat dalam, Al Quran surat al-Qalam/68:4’Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung," ujar Zaitul Ikhlas Saad.

Ketua pelaksana kegiatan Selasmardial menambahkan, kegiatan ini akan di jadikan agenda forum nagari kecamatan bertujuan utk membedah terkait peraturan adat istiadat di nagari minang kabau. "Kita harus bangkit dan menghidupkan kembali nilai budi ditengah-tengah arus globalisasi yang sedang menderu dan mendera kehidupan," ujarnya.

#AdF | ADL

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius