Debt Collector Bisa Di Pidana Pasal Penarikan Paksa Kendaraan

ZA, Hs (BAPAN SUMBAR)

“Debt Colector resmi harus dilengkapi tiga surat yaitu:
1. Indetitas dirinya.
2. Surat kuasa dari perusahaan (Perusahaan Leasing).
3. Surat sertifikat jaminan Fidusia.

Jadi pihak debitor selaku penerima kredit kendaraan jika berhadapan dengan Debt Colector untuk menarik kenderaan anda, tak perlu takut, harus berani mempertanyakan tiga poin yang tersebut diatas, Jika Debt Cilektor tidak dapat memperlihatkannya, maka debitor berhak penuh untuk bertahan dan menolak unit kendaraanya untuk ditarik paksa”

SUMBARNET.COM- Debt Colector harus ekstra hati- hati dalam menjalankan tugas penarikan kendaraan roda dua maupun empat yang ditugaskan oleh Perusahaan Leasing, harus dilengkapi tiga legalitas surat resmi yaitu Indetitas diri anda,- Surat kuasa dari Perusahaan Leasing dengan dilampiri surat Sertifikat Jaminan Fidusia. Jika salah satu poin surat itu tidak ada, maka Debt Colektor harus berhati- hati dalam menjalankan misi penarikan kendaraan secara paksa, maupun secara rayuan yang mengakibatkan debitor merasa dirugikan, maka debitor bisa mengambil langkah kejalur hukum dan Debt Colector dapat dipidana dengan pasal perampasan.

Debt Colector memang kerap melakukan pemaksaan dengan cara kasar dan ngawur menarik paksa kendaraan dari tangan debitor (Warga yang melakukan kredit) yang menunggak kredit (Angsuran), tapi mereka tidak menyadari bahwa pekerjaan mereka melanggar hukum, kecuali mereka sudah melengkapi tiga poin surat seperti yang disebutkan diatas. Itupun harus diselesaikan dikantor finance (Perusahaan Leasing) setempat untuk mendapatkan beberapa opsi (Pilihan), baik merupakan restrukturisasi pembayaran atau sebaliknya oper kredit. Bukan asal main rampas dijalan yang indentik dengan perampokan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1169/KMK.01/1991 Tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha, menyebut bahwa setiap transaksi sewa guna usaha wajib diikat dalam suatu perjanjian. Pada leasing, lazimnya juga diikuti dengan perjanjian jaminan fidusia. Perjanjian fidusia adalah perjanjian hutang piutang kreditor kepada debitor yang melibatkan penjaminan. Jaminan tersebut kedudukannya masih dalam penguasaan pemilik jaminan.

Jadi pihak debitor (Warga pelaku kredit) jika mau merasa aman maka anda harus melakukan transaksi harus di aktanotariskan untuk didaftarkan dikantor pendaftaran Fidusia, dan secara hukum tidak memiliki hak untuk di eksekutor pihak debt Colector karena pihak debitor dengan perusahaan Leasing sudah terikat sebagai hutang piutang (Perdata). Sehingga Perusahaan Leasing tidak berhak melakukan eksekusi atau penarikan kenderaan secara paksa dan cara yang dalam penguasaan debitor seenak udelnya saja.

Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia. Eksekusi yang dilakukan harus melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Pihak leasing tidak berwenang melakukan eksekusi penarikan tersebut diluar jalur hukum . Eksekusi haruslah dilakukan oleh badan penilai harga yang resmi atau Badan Pelelangan Umum. Jika terjadi penarikan motor oleh pihak leasing tanpa menunjukkan sertifikat jaminan fidusia, itu merupakan perbuatan melanggar atau melawan hukum.

Kementerian Keuangan telah menerbitkankan peraturan yang melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan (Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK.010/2012). Jika pihak leasing melalui tangan- tangan debt collector melakukan eksekusi pengambilan kendaraan secara paksa termasuk STNK dan kunci kendaraan. Hal ini sudah bisa dilaporkan kepihak Kepolisian untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Leasing ke Pengadilan Negeri yang terkait

Tindakan pemaksaan mengambil kendaraan dapat dikategorikan perampasan hak sebagaimana yang sudah diatur dalam pasal 368 KUHP.  Dan juga termasuk pelanggaran terhadap hak debitor sebagai konsumen (Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen).(*)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius