KPK Panggil 25 Anggota DPRD Muara Enim


SUMBARNET.COM - Pada sidang kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim non-aktif Ahmad Yani, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menjemput pemanggilan 25 anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

25 anggota DPRD tersebut akan menjadi saksi untuk terdakwa Elfin MZ Muchtar, hal ini disampaikan JPU KPK, Roy Riadi pada Selasa (14/1) di Palembang.

"Insyaallah nanti dihadirkan nama-nama yang kemarin ada di dakwaan, tapi kami lihat dulu bisa dibuka semua atau hanya sebagian," ujar Roy Riadi usai sidang dengan terdakwa Elfin di Pengadilan Tipikor Palembang.

Ke-25 anggota DPRD akan dimintakan kesaksiannya terkait BAP dan keterangan terdakwa Elfin selaku pengatur proyek maupun Robi Okta Fahlevi sebagai penyuap, di mana 25 anggota diminta turut menerima biaya dari komitmen biaya yang diberikan Robi.

Selain itu pemanggilan juga akan dilakukan untuk Bupati Muara Enim non-aktif berstatus terdakwa, Ahmad Yani, Wakil Bupati, Juarsah dan Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi.

Ketiga orang ini disebut Robi dan Elfin dalam persidangan sebagai 'pos' biaya komitmen yang diperantarai Elfin.

"Baik, Robi dan Elfin sama saja, uang itu diberikan ke Bupati, Wakil Bupati dan Kadis PUPR, jika untuk Ketua DPRD itu Robi yang memberikannya langsung," tambah Roy.

Sementara tiga terdakwa yaitu Ahmad Yani, Robi, dan Elfin. Sidang pengadilan Tipikor Palembang dengan agenda berbeda, Selasa.

Pada sidang Terdakwa Robi yang dipimpin Majelis Hakim Tipikor Bongbongan Silaban, Robi dituntut oleh JPU KPK dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 tahun, ia akan meminta pledoi pada Selasa (21/1).

Selama proses persidangan, Robi mengakui telah memberikan uang Rp12,5 Miliar ke Elfin MZ Muchtar yang kemudian dikirim kepada Bupati Muara Enim non-aktif, Ahmad Yani membutuhkan biaya komitmen sebesar 10 persen dari total nilai proyek sebesar Rp132 Miliar.

Robi juga memberikan sejumlah uang kepada Wakil Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Muara Enim dan Pokja Lelang yang total besaranya 5 persen dari nilai proyek.

Biaya komitmen dengan total 15 persen agar terdakwa mendapatkan 16 paket proyek jalan terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim Tahun 2019 di Dinas PUPR Muara Enim.

Sementara pada sidang dengan terdakwa Ahmad Yani yang dipimpin Majelis Hakim Tipikor Erma Suharti mengagendakan pembacaan jawaban JPU atas eksepsi Ahmad Yani pekan lalu, JPU KPK menolak eksepsi tersebut dan hakim akan mengagendakan putusan sela pada Selasa (21/1).

Sementara pada sidang dengan terdakwa Elfin MZ Muchtar yang dipimpin Majelis Hakim Tipikor Erma Suharti, mengagendakan keterangan lima orang saksi, yaitu Robi Okta Fahelvi (terdakwa), Jenifer Capriati (Staf Keuangan Indonesia Pasir Beton), Neti Fersia (CS Bank Mandiri), Santiya Inarmah (Keuangan Indo Pasir Beton) dan Yori Wahyudi (karyawan Bank Mandiri).(**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius