Sekjen Kementerian PUPR Dipanggil KPK Tekait Kasus Proyek Jalan di Kaltim


SUMBARNET.COM - KPK memanggil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Anita Firmanti Eko Susetyowati terkait kasus dugaan suap pekerjaan proyek jalan di Kalimantan Timur. Anita dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Refly Ruddy Tangkere.

"Dipanggil sebagai untuk tersangka RTU (Refly Ruddy Tangkere)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Refly jerat tersangka KPK saat menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan. Refly tertangkap saat KPK melakukan OTT pada 15 Oktober 2019.

Dalam perkara ini, Refly bersama Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan Andi Tejo Sukmono ditetapkan sebagai tersangka suap. Refly diduga KPK menerima total Rp 2,1 miliar dalam beberapa kali penerimaan.

"Sebanyak 8 kali dengan besaran masing-masing pemberian uang sekitar Rp 200-300 juta dengan jumlah total sekitar Rp 2,1 miliar terkait dengan pembagian proyek-proyek," kata Ketua KPK yang saat itu diemban Agus Rahardjo dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Suap itu diberikan oleh Hartoyo sebagai Direktur PT Harlis Tata Tahta sebagai pelaksana proyek. Suap diduga berkaitan dengan proyek yang dikerjakan, yaitu Pekerjaan Preservasi, Rekonstruksi Sp.3 Lempake-Sp.3 Sambera-Santan-Bontang-Dalam Kota Bontang-Sangatta dengan anggaran tahun jamak 2018-2019. Nilai kontraknya sebesar Rp 155,5 miliar.

Sementara Refly menerima Rp 2,1 miliar, Andi diduga menerima setoran uang dari Hartyono dalam bentuk transfer setiap bulan melalui rekening atas nama orang lain. Rekening tersebut diduga sengaja dibuat untuk digunakan menerima uang dari Hartoyo.

(Source: detik.com)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius