Warga Bangkalan Menghisap dan Mengedarkan Sabu Karna Dianggapnya Halal


SUMBARNET.COM - Polisi menangkap AM (46) warga Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, karena terbukti menjadi pengedar dan pengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Baca juga:


Anehnya, AM mengambil tindakannya itu tidak melawan hukum. Pada polisi ia meminta sabu yang ia konsumsi halal karena sepengetahuannya larangan konsumsi sabu tidak ada di dalam kitab suci Alquran.

"Tersangka ini berpandangan kalau nyabu ini tak diharamkan dan meningkatkan semangat membaca Alquran, kita semua tahu sabu dihabiskan oleh negara dan juga segala sesuatu yang memabukkan dan memberikan efek buruk yang bisa digunakan," terang Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra, Rabu (22 / 1/2020).

Lebih lanjut Rama menambahkan, sebelum berhasil ditangkap, AM berhasil melarikan diri selama 2 bulan. Hari Senin (20/1/2020), dia pulang ke Kwanyar untuk pulang pemakaman salah satu tokoh di Bangkalan. Polisi yang sudah mengincar AM kemudian memindahkannya usai prosesi pemakaman itu usai.

“Tersangka sebelumnya kabur, dan berhasil kami amankan di Kwanyar usai prosesi pemakaman itu,” imbuhnya.

Lebih miris lagi, AM sehari-hari dikenal sebagai ustadz. Dia juga meminta pada santrinya jika sabu ini halal dan menyediakan sabu untuk santrinya yang ingin membeli.

"Saat dilakukan penangkapan, lalu kita geledah, ternyata, juga masih ada seperangkat alat hisab dan sisa sabu yang ia gunakan," lanjutnya.

Tak sampai di situ, AM juga tetap bersikukuh atas pandangan sesatnya tersebut. Meskipun saat dilakukan konferensi pers di depan, ia tetap mengakui sabu tersebut sah.

"Saya tahu sabu memang digunakan oleh negara, namun saya tidak menemukan di dalil Alquran," singkatnya.

Akibat perbuatannya AM dijerat dengan pasal 114 subsider pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ia diancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

(Source: beritajatim.com)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius