Perang Warga Terhadap Covid-19 Menguatkan "Bukittinggi Badayo"

Oleh: Hj Yemmelia, SE,.M.Si

Hampir 4 bulan lamanya saya dengan beberapa pensiunan abdi negara Bukittinggi, mantan pejabat, tokoh agama dan adat, perantau dan tokoh nasional yang berasal dan pernah mengabdi di Bukittinggi, berputar otak melahirkan gagasan-gagasan yang hendak ditawarkan kepada masyarakat Bukittinggi.

Ditengah pergolakan ide dan gagasan, kami sampai pada satu titik bernama Bukittinggi Badayo.

Sebuah tawaran gagasan menghadirkan pemerintahan yang partisipatif, transparan dan adil. Pemerintahan yang melibatkan stakeholder warga (kalangan ulama, adat, seniman, olahragawan, dan lainnya) dalam menimbang kebijakan untuk bersama. Tidak ekslusif dan tertutup, yang paling penting jujur dalam membelanjakan keuangan negara yang bersumber dari uang rakyat.

Ditengah terus mempertimbangkan tentang Bukittinggi Badayo, keyakinan kami dikuatkan oleh cara warga Bukittinggi menghadapi pandemi Corona. Bahu-mambahu, tolong-menolong, banyak warga baik di kampung maupun di rantau bergotong royong secara spontan ikut ambil peran memutus mata rantai Covid-19. Bahkan kelompok teman ngopi pun ikut turun tangan.

Banyak bantuan berdatangan dari warga untuk petugas dan relawan terdepan. Sehingga Bukittinggi tergolong cepat dalam antisipasi meluasnya penyebaran Covid-19. Kami melihat, hati warga begitu cinta kota dan sesama, modal besar menghadirkan pemerintahan yang partisipatif dalam spirit Bukittinggi Badayo.

"Dengan mam-badayokan kekuatan warga, insyaallah Bukittinggi akan punyo dayo labiah untuk maju dan mensejahterakan warganya." Aamiin.

Bismillah, Bukittinggi Badayo Basamo Yemmelia. Semoga Allah SWT meridhai.

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius