Soal Penggunaan Rekening Pribadi, KPK Berkoordinasi dengan BPK


SUMBARNET.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait temuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masuk ke rekening pribadi. Dalam temuan BPK, terdapat aliran dana pengelolaan kas dari APBN melalui rekening pribadi di lima kementerian/lembaga.

"Dari laporan tersebut, itu kami melakukan koordinasi dengan pihak terutama BPK terkait laporan hasil pemeriksaan keuangan pemerintah apakah itu pemerintah pusat atau lembaga, sejauh ada laporan BPK ke KPK itu kita tindak lanjuti," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK Jakarta, Kamis (23/7) malam.

Firli menekankan, koordinasi penting dilakukan sebagai bukti sinergi antara aparat penegak hukum (APH) dan lembaga terkait. "Agar betul-betul setiap rupiah uang negara bisa kita pertanggungjawabkan, dan melakukan perbaikan tata kelola keuangan negara," ujar Firli.

Menurut Firli sumber informasi terkait identifikasi adanya tindak pidana korupsi bisa dari dua hal. Pertama, laporanmasyarakat, kedua dari hasil laporan lembaga seperti PPATK dan BPK.

"Kalau kita concern untuk ungkap segala jenis tindak pidana korupsi," terang Firli.

BPK menemukan adanya aliran dana pengelolaan kas dari APBN melalui rekening pribadi di lima kementerian/lembaga. Dana tersebut tersebar di antaranya pada Kementerian Pertahanan sekitar Rp 48 miliar, yang mengalir ke rekening pribadi seseorang.

Selain itu, dana kelolaan juga tercatat di Kementerian Agama senilai Rp 20 miliar. Dana itu merupakan sisa uang tunai kegiatan per 31 Desember tahun lalu.

Source: Republika.co.id

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius