Diduga Keroyok Intel Kodim Agam, Dua Pengendara Moge Ditahan



SUMBARNET.COM - Peristiwa dugaan pengeroyokan dua anggota Intel Kodim Agam Jumat 30 Oktober 2020 berlanjut.


Bahkan infonya walau sempat damai antara Kodim dengan Ketua Komunitas Moge HOG kabarnya jenderal purnawirawan bintang tiga.


Tapi peristiwa dugaan pemukulan dua prajurit berpangkat Sersan Dua berdinas di Makodim 0304/Agam sudah sampai ke Pangdam I Bukit Barisan Mayjend Irwansyah.


Mayjen Irwansyah perintahkan Dandim 0304 Agam melaporkan peristiwa dugaan pemukulan dua anggota TNI itu ke Polres Bukittinggi.


Akhirnya, malam itu juga dua anggota Kodim Agam melapor ke Pokres Agam, Penyidik Polres Bukittinggi bekerja cepat untuk memeriksa rombongan yang diduga melakukan pengeroyokan dan pemukukan kepada dua anggota Intel Kodim Agam.


"Dua pengendara Moge MS" dan "B" diduga kuat melakukan pemukulan kepada dia anggota TNI harus pindah tidur dari Novotel ke ruang tahanan Polisi Resor (Polres) Kota Bukittinggi. Keduanya dimasukkan ruang tahanan Polres, pada Sabtu 31 Oktober 2020 sekitar pukul 03.45 WIB,"ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, Sabtu. 

Keduanya ditahan karena terbukti melakukan pengeroyokan terhadap anggota Unit Intel Kodim 0304/Agam, Jumat sore di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.


Dua korban pengeroyokan anggota Intel Kodim 0304/Agam, Serda Mistari mengalami bibir pecah, kepala bengkak akibat dipukuli. Dan Serda Yusuf kepal bengkak, perut sakit dan leher sakit.


AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, keduanya disangkakan Pasal 170 tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Penetapan kedua tersangka pada kasus pengeroyokan anggota Unit Intel Kodim 0304/Agam, setelah penyidik polisi yang melakukan pengorekan video yang beredar di media sosial, Jumat sore.

Di dalam video tampak seorang tengah membanting pria, diketahui anggota Intel Kodim. Setelah dibanting, teman tersangka melakukan penendangan ke arah wajah korban yang sedang meringkuk ke sakitan akibat bantingan.


Menurut AKP Dody, pria yang melakukan pembantingan tersebut berinisial "MS". Sedangkan inisial "B" yang melakukan penendangan.


"Pengeroyokan terekam video yang beredar di media sosial, dari sekian orang yang diperiksa, maka ditetapkan dua orang sebagai tersangka, langsung dilakukan penahanan,"ujarnya.


Menurut Kpokres peritiwa kemaren murni pengeroyokan, polisi itu sifatnya, siapa yang melapor akan diproses.


"Kami tidak melihat, yang melapor itu dari instansi atau siapa ha. Jadi, kami dudukan kasus ini sebagai ada yang melapor, panggil saksi dan alat buktinya ada, kalau memang terjadi tindak pidana, siapa pun terlapor dan tersangkanya, akan kami proses,"ujar Kapolres. (***)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius