Memasuki AKB, Operasi Yustisi Dilakukan TNI Polri dan Pemko Solok



SUMBARNET.COM - Pada Operasi Yustisi yang  berjalan di Kota Solok Provinsi Sumatera Barat, semakin ketat. Sinergisitas penegakan Pedisiplinan protokol kesehatan terus dilaksanakan oleh Kodim 0309/Solok dan Polres Solok Kota serta Pemda Kota Solok,  yang bersinergi bersama TNI-Polri dan Satpol PP  di taman Syech Kukut, Kel. Tanjung paku, Kec. Tanjung Harapan, Kota Solok. Selasa, (6/10)


Dalam Kegiatan Operasi Yustisi, melibatkan personil TNI, Polri dan Satpol PP Kota Solok yang dihadiri oleh Pjs. Walikota Solok, Asben Hendri, S.E., M.M., Dandim 0309/Solok, Letkol Arm Reno Triambodo, S. Sos., M.I.Pol., Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi, S.Ik., Kasat lantas AKP Zamrinaldi,SH.dan  Kasat Pol PP, Ori Affilo dan dilanjutkan sosialisasi pergub dan pembagian masker bagi pengguna jalan dan pengunjung Pasar Raya Kota Solok.


Dandim 0309/Solok Letkol Arm Reno Triambodo S.Sos., M.I.Pol., menegaskan   Operasi Yustisi ini digelar untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden RI No. 6 tahun 2020 yang di implementasi dalam Peraturan Daerah Sumatera Barat No. 6 tahun 2020 yang disahkan pada tanggal 11 September 2020, tentang Kebiasaan Adaptasi Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 yang terpadu dalam peningkatan kesadaran masyarakat, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


"Kita melaksanakan Operasi Yustisi ini, menindaklanjuti Peraturan Daerah Sumatera Barat No. 6 tahun 2020 dalam hal pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Solok," Katanya  Reno 


Adapun operasi ini, kami berharap agar semua pihak terkait dapat bekerjasama secara maksimal, dan sangat dianjurkan dalam pelaksanaannya yaitu bentuk himbauan  tetap tegas dan humanis, dan diharapkan masyarakat dapat memahami disiplin protokol kesehatan karena ini kebutuhan kita semua,” ujarnya.


“Mari kita biasakan 3M, Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak, sehingga dapat menekan dan mengendalikan penyebaran Covid-19," tegas Reno Triambodo


Sebelumnya DPRD bersama Pemprov Sumatera Barat menyepakati Rancangan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 menjadi Peraturan Daerah yang bertujuan mencegah penyebaran Covid-19 di daerah. 


Dimana Perda terdiri dari 10 bab dan 117 pasal yang mengatur ketentuan dalam kondisi normal baru di Sumbar. Terkait dengan adanya sanksi yang diberikan diatur dalam Bab IX dengan judul ketentuan pidana.


Pertama Pasal 110 diatur bahwa orang yang tidak menggunakan masker diancam pidana kurungan selama dua hari atau denda Rp. 2.50.000.


Kedua Pasal 111 diatur setiap penanggungjawab kegiatan atau usaha yang melanggar protokol kesehatan dalam kegiatan usaha diancam pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda Rp. 25 juta.


Kemudian  pelaksanaan sesuai pasal 106 diatur Pemerintah Daerah akan membuat tim terpadu penegak hukum protokol kesehatan  terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, perangkat daerah dan instansi terkait. (AdF/Bayu)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius