Peluang Dibuka Kemensos Untuk Disabilitas Terjun di Industri Kreatif



SUMBARNET.COM - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat hadir dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UKM Creative Business Of Difable Community (CIDCO) dan Artherapy Center Widyatama Bandung dengan Yayasan Komunitas Tionghoa Peduli dan PT Lintas Sinergi Jabarindo.


Penandatanganan MoU program kerja bidang industri kreatif itu dilaksanakan di Artherapy Center Widyatama, Jl PHH Mustofa, Kota Bandung, Sabtu (31/10). Harry menyambut positif penandatanganan MoU ini karena bisa membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, terutama di dunia industri kreatif.


"Sekaligus saya ingin tahu lebih jauh apa yang dilakukan oleh CIDCO dan Artherapy Center, karena hal ini relatif masih jarang, menyelenggarakan pendidikan selevel Diploma 3 untuk penyandang disabilitas dan gunakan pendekatan art therapy (terapi seni), yang utamanya membangkitkan kreativitas mereka," ujar Harry dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).


Harry menambahkan Kementerian Sosial juga mendukung upaya pengembangan lanjutan. Bahkan kerja sama akan lebih konstruktif, terutama dalam peningkatan kapasitas dan kelembagaan Balai Besar/Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas yang berada di lingkungan Kementerian Sosial.


"Masuk di Artherapy Center ini, nanti mereka akan mendapat sertifikat kompetensi, dan ini menaikkan kelas mereka. Sehingga, stigma negatif terhadap penyandang disabilitas akan terkikis sedikit demi sedikit, mereka pun akan mampu bersaing di dunia industri," tuturnya.


Harry menilai desain grafis, kriya, maupun musik, bisa memberikan penghidupan yang layak bagi penyandang disabilitas. Dengan catatan, lanjutnya, produk yang dihasilkan berkualitas dan disukai pasar.


Ia mengatakan konsumen sangat menyukai produk yang dihasilkan para penyandang disabilitas. Bahkan, desain salah satu gerai kopi ternama merupakan karya salah seorang penyandang disabilitas.


"Saya sangat antusias, karena ini bisa membangkitkan respect terhadap kondisi kaum yang memiliki kemampuan berbeda. Maka itu, saya menekankan ke Balai Besar/Balai Rehabilitasi Sosial untuk menjadikan art therapy sebagai kurikulum, sehingga ada prospek ke depan yang lebih maju. Karena akan ada peningkatan level, bukan sekedar terampil tapi ahli," jelas Harry.


Penasehat Artherapy Center Widyatama dan Ketua Dewan Penasehat CIDCO Anne Nurfarina menerangkan art therapy merupakan sebuah peluang, karena memiliki fleksibilitas tinggi yang mengusung kemampuan fitrah seorang disabilitas.


"Contoh di kita adalah autistik, karena mereka memiliki hambatan di komunikasi. Kami menggunakan metode membangun respon komunikasi agar terjadi interaksi, lalu kami memberikan pengetahuan untuk mengubah stigma bahwa kecerdasan itu bukan hanya jago matematika," jelas Anne.


Ia tak menyangkal, saat konsep ini dilempar ke publik, pihaknya dianggap mengeksploitasi kaum disabilitas. Padahal, imbuhnya, konsep yang ditawarkan pihaknya bisa menjadikan mereka mandiri secara finansial. Apalagi, pihaknya pun mengajarkan sistem manajemen keuangan sederhana dan mudah dipahami.


"Ini konsep yang harus segera diwujudkan, tapi utamanya harus diterima oleh industri. Mudah-mudahan menjadi program berkelanjutan, dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan lain," kata Anne.


Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Widyatama Sri Juniati mengaku penandatanganan hari ini merupakan momen yang telah ditunggu sejak lama, yakni keterlibatan pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial. Pasalnya, penanganan masalah sosial tak bisa dilakukan sendirian, baik orang tua, komunitas, hingga akademisi, namun perlu dukungan kuat dari pembuat kebijakan.


"Hadirnya Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial mempertegas tidak hanya kehadiran fisik, tapi keberlanjutan untuk sekarang dan masa mendatang. Kami berharap, para penyandang disabilitas ini bisa semakin mandiri, dan menjadi inspirator bagi masyarakat luas," ucapnya.


Source: detik.com


0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius