Dugaan Ilegal Loging di Hulu Sungai Pelangai Gadang Mengkhawatirkan Ekosistim Satwa dan Hutan



SUMBARNET.COM - Dugaan aktifitas perambahan hutan (ilegal loging) di hulu sungai Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan cukup mengkhawatirkan bagi ekosistem habitat satwa dan ekosistem hutan sebagai penyangga paru - paru bumi. Dari banjir bandang dan tanah longsor.


Dilokasi Pelangai Gadang ini juga terdapat aktifitas pembangunan PLTH Dempo Energy Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan. Apalagi akses jalan telah dibuka oleh salah satu perusahaan secara langsung memberi dampak bagi masyarakat setempat, tetapi juga dugaan pengangkutan kayu diduga hasil ilegal logging.


Seharusnya pihak perusahaan mengamankan areal kawasan hutan dari gangguan perusak konsesi kawasan yang berbatasan dengan areal nya apalagi oknum perusak untuk melakukan kegiatan diduga ilegal logging mempergunakan akses jalan Dempo Energi.


Keberadaan kawasan hutan baik diwilayah TNKS dan HPT memiliki dampak besar pada ekosistem hutan dan habitat satwa berada di lokasi hutan. Jika hal itu dirusak besar dampak nya. Salah satunya banjir bandang dan longsor.


Sebagian kekhawatiran masyarakat akan banjir dan longsor sewaktu - waktu bisa saja terjadi, maka harus segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait. 


Berdasarkan informasi jika bahwa keberadaan sebelumnya telah dibuka oleh salah satu perusahaan membuat penangkutan kayu diduga dari aktifitas ilegal logging lebih mudah.


"Kalau keberadaan jalan cukup membantu warga untuk beraktifitas pertanian dan perkebunan. Lebih mudah mengangkut hasil perkebunan," ujar salah seorang warga tidak mau disebutkan namanya ini.


Menindak lanjuti hal tersebut, Kepala SPTN III Painan Laskar Jaya Permana ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, kerjasama antara pihak PLTH Dempo Energy ada di Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, SPTN TNKS wilayah III Painan masih menunggu hasil pembahasan dari Kementerian.


"Kita, bersama tim dari TNKS pun sudah mengecek ke lokasi Dempo," ucapnya ketika dihubungi Media,Sabtu (12/12/2020).


Laskar menyampaikan jika adanya dugaan aktifitas dugaan adanya ilegal logging bukan berada di kawasan TNKS, dan itu dugaan sementara masuk dikawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Karena sudah ada tapal batas antara TNKS dan HPT. 


Lebih jauh Laskar, mengantisipasi aktifitas ilegal logging sudah melakukan upaya sosialisasi terhadap masyarakat penyangga sekitar kawasan TNKS dan patroli rutin agar tetap menjaga kelestarian kawasan TNKS. Dan, adapun kalau terjadi kerjasama dengan Dempo kami akan arahkan pada pemulihan ekosisten kawasan yang terdegradasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sekitarnya sehingga pemberdayaan masyarakatnya pun berjalan.


"Kita arahkan pihak Dempo lakukan 

pemulihan ekosisten kawasan yang terdegradasi," jelasnya. (tim)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius