Berantas Mafia Pajak, Gerah Minta KPK Tangkap Pengusaha Pemberi Suap

 


SUMBARNET.COM - Aroma suap kembali tercium di lingkungan direktorat pajak kemenkeu, KPK telah mengendus dugaan tindak pidana korupsi dan suap miliaran rupiah ini. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa beberapa tempat terkait kasus ini.


Ketua Umum DPP Gerah (Gerakan Reformasi Hukum) Indonesia, Tantan Taufiq Lubis mengatakan kepada tim awak media, pada Rabu (10/3) bahwa mafia pajak harus diberantas, pengawasan di ditjen pajak harus ditingkatkan dan dirjen pajak harus bertanggung jawab atas kelalaiannya mengawasi dan menjaga anak buahnya sehingga terjerat kasus suap.


Tatan Taufiq Lubis meminta KPK juga harus membongkar tuntas kasus dugaan suap ini, "Jangan hanya menjadikan petugas pajak sebagai tersangka suap, pemberi suap juga harus jadi tersangka, kalau perlu di tahan," katanya.


"Waspadai munculnya "Gayus Gayus" baru dan hadirnya pengusaha pengusaha rakus yang melakukan pemufakatan jahat manipulasi pajak," kata Tatan lagi.


Menurutnya, pengawasan Ditjen Pajak harusnya lebih ditingkatkan. Terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini yang seharusnya Ditjen Pajak membantu masyarakat dengan optimal kan pengumpulan penerimaan.


"Penerimaan negara selama covid mengalami penurunan yang tajam. Ini sangat disesalkan bisa terjadi, hal ini tentunya akan membuat nama Kementerian Keuangan tercoreng, bahkan ini bisa menurunkan kepercayaan publik terutama wajib pajak ke ditjen Pajak," ujar Tatan.


Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengusut, melakukan penyidikan dan menetapkan status tersangka  dalam kasus dugaan suap pemeriksaan pajak 165 perusahaan. Baru kasus tiga perusahaan naik ke penyidikan, rasuah mencapai Rp 50 miliar. Salah satu perusahaan adalah milik pengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.


Komisi antikorupsi juga menjerat empat konsultan pajak sebagai pemberi suap. Mereka adalah konsultan pajak PT Jhonlin Baratama yang juga pemilik Susetyo Suharto Advisory, Agus Susetyo, kuasa pajak Panin Bank, Veronika Lindawati, serta dua konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations dari Foresight Consulting, Aulia Imran Maghribi dan Ryan Ahmad Ronas. Total suap yang terdeteksi mencapai Rp 50 miliar, lebih lanjut di katakan tidak mungkin para konsultan pajak itu bisa menyuap pejabat Dirjend Pajak, tanpa ada campur tangan dan keterlibatan perusahaan yang diwakilinya.


Ketua Umum Gerah itu minta KPK, hendaknya jangan berhenti di level pemain lapangan, "para aktor intelektualnya juga harus di selidiki lebih mendalam dan menahan pelaku," tutupnya. (tim)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius