Integritas KPK Jadi Pertanyaan : SP3 BLBI Tertutupi Kasus Dugaan Pegawai Curi Emas



SUMBARNET.COM - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) yang memberikan sanksi tegas terhadap pegawai KPK berinisial IGA di bagian Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Ekseusi yang diduga melakukan pencurian terhadap barang bukti 1,9 Kg emas, diapresiasi oleh Ketua umum DPN Gerakan Reformasi Hukum Indonesia (GERAH) Tantan Taufiq Lubis. IGA adalah tim dari NB. Dan juga diduga banyak lagi penggelapan alat bukti yang mana sudah ada putusan pengadilan untuk dikembalikan. Malahan masih banyak yg belum di kembalikan. Salah satunya pembukaan rekening yang di blokir. Masih banyak yg belum di laksanakan oleh KPK pembukaan blokir rekening. Yang sudah ada putusan pengadilan untuk di buka blokirnya.


"Pemecatan secara tidak hormat tersebut merupakan pembelajaran bagi pegawai KPK untuk tidak bermain main dengan barang sitaan, jangan sampai barang sitaan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Ke depan, pengawasan internal KPK harus di perkuat, jangan sampai kecolongan untuk yang kesekian kalinya. Jangan biarkan rakyat semakin tidak percaya lembaga anti rasuah ini," kata Tantan Taufiq Lubis.


Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia itu berharap KPK dapat mengembalikan kepercayaan publik setelah peristiwa ini. Jangan sampai citra lembaga anti-rasuah buruk di mata publik karena oknum pegawai KPK yang diduga melakukan tindak pidana pencurian. "Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali dan menjadi catatan buruk di tengah masyarakat. Terlebih baru saja publik di kagetkan dengan kebijakan KPK yang SP3 kasus BLBI yang sangat merugikan rakyat tersebut. 


Diberitakan sebelumnya, pegawai KPK  berinisial IGA diduga kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram. Emas itu merupakan barang rampasan perkara korupsi YP mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu).


Anggota Satuan Tugas pada Direktorat Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) itu diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang. Menurut Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, IGA memiliki utang cukup banyak akibat berbisnis. Tumpak juga menjelaskan jika pencurian emas batangan ini tidak dilakukan secara langsung namun beberapa kali.


Bahkan penggiat media sosial Denny Siregar ikut berkomentar dan menyentil seseorang di KPK yang disebut suka mencuri kebijakan, 

"Itu baru pegawai kecil curi emas batangan. Yang mata satu biasanya curi2 kebijakan...  (emoji tutup mulut)," tulis Denny Siregar lewat akun Twitter @Dennysiregar7, Kamis (8/4/2021) pukul 3.23 sore.


Atas cuitan tersebut banyak netizen berkomentar bahwa yang dimaksud Denny Siregar adalah NB. (tim)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius