Change Management Pada Saat Pandemi Covid-19

 


Oleh: LAURENSIUS ARLIMAN S

Mahasiswa Magister Sains Manajemen Universitas Bung Hatta dan Advokat Rumah Bantuan Hukum

Pandemi COVID-19 telah berkembang secara global dan tindakan penanggulangan yang diperlukan telah mengubah tatanan kehidupan secara tiba-tiba dalam setiap lini kehidupan manusia.


Berbagai kebijakan telah diambil oleh pemerintah di semua negara, termasuk salah satunya adalah menginstruksikan rakyatnya untuk melakukan aktivitasnya di rumah (work from home), seperti bekerja, belajar, dan bahkan beribadah sangat disarankan di rumah saja.


Pada masa pandemi change management memegang peranan yang sangat penting. Strategi yang diambil harus mampu beradaptasi dengan sangat cepat.


Change management atau manajemen perubahan menurut Kotter (2011) adalah suatu pendekatan untuk mengubah individu, tim, dan organisasi kepada kondisi masa depan yang diinginkan,termasuk pada masa pandemi ini.


Change Management Dimasa Pandemi


Perubahan membutuhkan pengembangan ide kreatif, sehingga alur kerja terus berjalan dengan baik, di tengah pandemi Covid-19.


Change Management merupakan salah satu perubahan dalam mengatur organisasi bisnis yang hanya bersumber dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian.


Tentu tujuan change management untuk merencanakan dan menerapkan strategi perubahan, mengendalikan perubahan serta membantu orang untuk beradaptasi terhadap perubahan. 


Tentunya, perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan untuk bergerak maju ke depan dengan berbagai inovasi dan perbaruan proses untuk mencapai efisiensi operasional organisasi atau lembaganya.


Sangat efisien ketika dalam menghadapi pandemi dengan mengasah kecerdasan emosional, yang dapat meningkatkan aktivitas.


Hal ini kemudian akan semakin mendorong kesiapan organisasi dalam menjalani manajemen perubahan ataupun kesiapan lembaga pendidikan.


Beraktivitas Dirumah Sebagai Pilihan Bijak


Pemerintah di berbagai negara memberlakukan upaya isolasi untuk mencegahnya, budaya kerja (working culture) para pekerja di berbagai perusahaan berubah secara dramatis. 


Dari kerja bersama di suatu lingkungan organisasi menjadi kerja secara individual dari jarak jauh atau dari rumah. 


Atau yang dulu belajar bersama-sama dalam satu kelas, sekarang hanya bertatap muka dalam ruangan zoom ataupun aplikasi serupa lainnya.


Beraktivitas dari rumah menimbulkan dampak, dengan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah, perusahaan berhasil menciptakan budaya kerja yang efisien, dan berhasil menurunkan beberapa biaya seperti listrik dan alat tulis.


Tentu ini solusi dalam yang bijak dalam mewujudkan insan dan organisasi agar mampu beraktivitas diluar zona nyamannya dan memiliki ketahanan, mampu berpikir inovatif, open-minded, dan tetap bersemangat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini telah berdampak ke seluruh aspek kehidupan.


0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius