Inggris Bantah Tentang Kapal Perangnya Diusir Rusia



SUMBARNET.COM - Inggris membantah Rusia tentang pengusiran kapal perang HMS Dragon di dekat perairan Krimea pada Oktober lalu.


Pejabat intelijen Rusia FSB Vladimir Kulishov sebelumnya mengatakan, militernya mengerahkan kapal perang dan jet tempur untuk mengusir HMS Dragon setelah peringatan tak diindahkan. Perairan Krimea yang dimaksud Kulishov berada dalam wilayah Rusia setelah dicaplok dari Ukraina pada 2014 lalu.


Kementerian Pertahanan Inggris mengomentari bahwa klaim Kulishov itu tidak benar.


"HMS Dragon mengambil rute langsung dari dua kunjungan pelabuhan, memilih navigasi rute aman yang diakui internasional di perairan Ukraina," kata seorang juru bicara, kepada MailOnline, dikutip Jumat (28/5/2021).


Dia melanjutkan Angkatan Laut Federasi Rusia tidak menghalangi perjalanan HMS Dragon. Pelayaran berlangsung tanpa insiden karena memilih rute yang sudah sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.


Sebelumnya Kulishov menyebut HMS Dragon mengabaikan peringatan untuk tidak memasuki perairan teritorial Rusia.


"HMS Dragon, kapal perusak Angkatan Laut Inggris, melintasi perbatasan Federasi Rusia di daerah Cape Khersones, Laut Hitam," kata dia.


Kapten HMS Dragon, kata dia, menanggapi bahwa sinyal yang diterimanya buruk.


Akibatnya, armada Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia mengusir kapal perang itu ke perairan netral.


Rusia juga diketahui mengerahkan kapal selam Veliky Novogorod untuk melacak HMS Dragon.


Tidak jelas mengapa FSB baru mengungkap kejadian ini sekarang padahal peristiwa sudah berlangsung pada Oktober 2020. Spekulasi yang muncul, ini terkait dengan rencana Inggris mengirim dua kapal perang lagi ke Laut Hitam.


Source: iNews.id




0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius