Polisi Berhasil Tangkap Seorang Pelaku Curanmor



SUMBARNET.COM - Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Pepatah yang melegenda di sebuah acara berita  kriminal di televisi itu, mungkin yang menggambarkan kasus curanmor di Ponorogo.


Tim Reskrim Polres Ponorogo baru-baru ini berhasil mengungkap kasus curanmor yang terjadi di depan toko Ahmad Stasiun, jalan Soekarno-Hatta, masuk Kelurahan Banyudono Ponorogo. Dilansir dari beritajatim.com pelaku yang berinisial BM (26) berhasil diringkus petugas saat akan menjual sepeda motor curiannya di wilayah Kabupaten Madiun.


“Kami telah menangkap pelaku curanmor di daerah pasar stasiun Kelurahan Banyudono Ponorogo,” kata KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi, Rabu (12/5/2021).


Kasus curanmor itu berawal saat korban memarkirkan sepeda motor Vario 125 dengan nopol AE 2573 VF di depan toko Ahmad Stasiun, sebab korban hendak berbelanja ke dalam toko tersebut. Sepeda motor itu tidak dikunci stang, malahan kuncinya berada di kontak sepeda motor.


“Selang 30 menit berbelanja, saat korban ke luar toko, sepeda motornya sudah tidak ada,” katanya.


Korban kemudian  melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ponorogo. Menindak lanjuti laporan itu, unit resmob langsung melunjur ke tempat kejadian perkara (TKP). Disana petugas menggali informasi yang kelak menjadi petunjuk untuk memburu pelaku pencuri sepeda motor.


Informasi yang digali dari saksi, polisi menduga pelaku adalah BM, warga Kabupaten Tegal Jawa Tengah yang indekos di belakang pasar stasiun Kelurahan Banyudono. Pelaku BM berhasil diamankan beserta barang buktinya sepeda motor Vario 125 saat menunggu calon pembeli di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun.


“Saat tertangkap, pelaku BM mengakui perbuatannya,” katanya.


Dari pengakuan pelaku, Ia masih pertama kali melakukan curanmor tersebut. Selain karena butuh uang untuk membayar utang, pelaku melakukan pencurian itu juga karena melihat sepeda motor dengan kunci yang masih menancap. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.


“Kita jerat dengan pasal 262 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (AdF/end/ted)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius