Kasat Pol PP Alfiadi Tanggapi Penyekatan Trotoar Dijalan Niaga Pondok



SUMBARNET.COM - Kinerja aparatur kelurahan tentang penyekatan trotoar dijalan Niaga Kampung Pondok dipertanyakan oleh Kasat Polisi Pamong Praja Kota Padang Alfiadi.


"Apakah sudah dilakukan prosedurnya oleh Lurah? Sebab kami tidak bisa mengukur fasum," kata Alfiadi ketika dikonfirmasi oleh tim awak media mengenai hal itu melalui sambungan celulernya, pada Jumat (4/6).


Alfiadi menyebut, "jika sudah dilakukan proses namun tidak mempan, baru tugas kami menindak. Sebab jika ditindak saja dilapangan namun ternyata sudah diizinkan, ya kitakan tidak tahu," sebutnya.


"Artinya kami memback up semua apa yang dilakukan misalnya cafe malam lewat dari jam tayang, sudah dilakukan teguran oleh pembina tidak diindahkan, baru minta tolong ke satpol PP sebab saya yang punya pasukan, nanti kita diskusikan," jelas Alfiadi.


Lebih lanjut Alfiadi menyampaikan, "intinya semua pekerjaan itu dibagi sesuai tupoksi, jika satpol saja yang mengerjakan semuanya tentu tidak mungkin, padahal ditingkat kelurahan dan kecamatan ada penyambung kaki saya, namanya kasi trantib, dibiayai oleh negara," ujarnya.


Sebelumnya Lurah Kampung Pondok Diko mengatakan kepada tim awak media, "masalah penggunaan fasum untuk kepentingan pribadi melanggar Perda No 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum, maka pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan RT RW setempat kenapa bisa fasum digunakan untuk kepentingan pribadi," katanya, pada Rabu (2/6).


"Kami akan melaporkan ke kecamatan, karena pihak kelurahan hanya bisa menyampaikan laporan pemakaian fasum secara pribadi dan untuk penindakan penertiban adalah kewenangan dari kecamatan dalam hal ini pihak Satpol PP," ujar Deko.


Seperti yang diberitakan oleh banyak media, bahwa penyekatan trotoar tersebut diungkap oleh Rasid Damarus. (tim)

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius