Dianggap Melanggar Kesepakatan, Warga Simpang Akhirat Hadang Truk Bermuatan Tanah Clay

 


SUMBARNET.COM - Di anggap melanggar hasil kesepakatan, Warga Kelurahan Kuranji memblokir jalan di Simpang Akhirat Kuranji RW 02, untuk tidak dilalui lagi oleh mobil bermuatan tanah Clay yang bermuatan kurang lebih 20 Ton. Kamis malam (15/7).


Langkah ini diambil oleh masyarakat Kuranji,  setelah diadakan pertemuan di Kantor Camat Kuranji, yang di hadiri oleh beberapa pihak terkait, seperti Kadis Dishub Kota Padang, Kadis PUPR Kota Padang, Kapolsek Kuranji, Koramil, BAPP, BPBJ, DLH, Camat Kuranji, Lurah Kuranji, Lurah Gunung Sarik, Ketua LPM Kecamatan Kuranji, Ketua RW,  RT, Tokoh Masyarakat dan Pemuda serta pengusaha tambang Tanah Clay PT Talawi pada hari Jumat tanggal (21/7/2021) yang di adakan di Aula Kantor Camat Kuranji.


Dalam kesempatan itu, pihak-pihak terkait sudah menyepakati beberapa hasil rapat, salah satunya adalah melarang mobil bermuatan tanah Clay yang bermuatan lebih dari 8 Ton untuk lewat di jalan Kelurahan Kuranji.


Kebijakan ini diambil berdasarkan Klas jalan yang di lalui adalah Klas III, dimana aturannya mobil yang melewati jalan ini maksimal 8 ton dan ditambahkan lagi  jembatan Kuranji - Pauh yang baru merupakan jalan kelas III sehingga maksimal beban kendaraan yang bisa melewati jembatan tersebut adalah 8 Ton.


Dori selaku Ketua Pemuda RW 02 menyampaikan bahwasanya tindakan yang dilakukan ini adalah salah satu bentuk protes kepada sopir truk yang masih nekat membawa mobil yang bermuatan lebih dari 8 Ton.


"Langkah ini sengaja kami lakukan untuk mencegah agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti rusaknya jalan yang dilalui, yang kedua agar tidak ambruknya Jembatan Kuranji yang baru di bangun, ketiga agar tidak terjadinya pencemaran udara beserta lingkungan seperti, debu yang berterbangan dijalan yang nantinya bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang berjualan di sepanjang jalan Raya Kuranji," ungkapnya.


"Kami tidak pernah melarang mereka untuk usaha dan beroperasi, tapi tentu harus sesuai dengan kesepakatan yang telah di sepakati, supaya tidak ada pihak yang di rugikan," kata dori


Selanjutnya tindakan ini dilakukan setelah kami    berkoordinasi dengan pengusaha tambang tanah Clay. Pihak terkait sudah memberikan uang lebih untuk sopir truk agar lewat ke jalan Lubuk Minturun dan tidak melewati jalan yang ada di Kelurahan Kuranji.


Zulkifli selaku ketua persatuan RT/RW Kelurahan Kuranji juga mengungkapkan hal yang sama dengan ketua Pemuda RW 02. Zulkifli sangat geram sekali dengan tingkah sopir truk yang masih membandel.


Zulkifli sangat berharap sekali kepada pihak Kepolisian untuk menindak tegas sopir truk yang masih membandel ini, karena di simpang Kuranji dan Kampung Tangah sudah terpasang rambu-rambu larangan bagi truk untuk melewati jalan ini.


"Secara aturan sangat jelas sekali, bahwasanya sopir truk ini sudah melangar aturan. Dimana Dishub Kota Padang sudah memasang rambu-rambu lalu lintas dan ini tentunya sudah sesuai dengan SOP bagi pihak Kepolisian untuk melakukan tindakan atau memberikan efek jera kepada sopir truk yang masih nekat membawa mobil bermuatan lebih dari 8 Ton," pungkasnya.


Selanjutnya Gustin selaku sekretaris RW 02 juga mengungkapkan rasa kekesalan kepada sopir truk yang mengangkut tanah Clay. 


Gustin menceritakan bahwa beliau pernah melihat dengan mata kepala sendiri mobil truk yang balik dari mengatakan muatannya ke Semen Padang, hampir menabrak pengendara motor yang melewati jalan tersebut, untung saja pengendara sepeda motor tersebut cepat berbelok ke kiri, kalau tidak tentunya akan terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Saya berharap kepada sopir truk yang balik dari mengatakan muatannya dari Semen Padang yang kecepatannya di atas rata-rata, agar membawa mobil tidak ugal-ugalan, sehingga bisa membahayakan keselamatan bagi pengendara yang lainnya. Karena jalur yang dilalui adalah jalur padat lalu lintas, masih banyak masyarakat yang juga memakai jalan yang sama. Seperti kemarin saja, truk ini hampir saja menabrak pengendara lain yang melintasi jalur ini. Untung saja pengendara ini cepat menepi kalau tidak , mungkin sudah terjadi hal yang tidak diinginkan," harapannya


Terakhir ketua pemuda, ketua persatuan RT/RW Kelurahan Kuranji beserta warga juga menyerahkan hasil kesepakatan rapat yang diadakan di Kantor Camat Kuranji, kepada sopir truk yang masih melewati jalan tersebut, untuk bisa di pahami dan di terapkan kedepannya. (dori)


1 komentar:

  1. Jan disuruah mereka lewat jalan lubuk minturun....membuat rusak jalan

    BalasHapus

Selamat datang di Website www.sumbarnet.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius